Aneka Kebijakan Menekan Kelas Menengah

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Tren perlambatan ekonomi dalam beberapa tahun terakhir turut mengubah komposisi penduduk Indonesia berdasarkan kelas ekonomi. Mengacu data Badan Pusat Statistik (BPS), populasi masyarakat kelas menengah di negeri ini menyusut 9,48 juta orang dari 57,33 juta orang pada 2019 menjadi 47,85 juta orang di 2024.
Ekonom Bright Institute, Awalil Rizky mencermati berkurangnya jumlah kelas menengah mengindikasikan kinerja ekonomi nasional melambat selama era pemerintahan Presiden Joko Widodo. Kondisi ini diikuti bertambahnya kelompok masyarakat menuju kelas menengah dan kelompok rentan miskin.
Bahkan jumlah penduduk miskin yang tak beranjak turun itu sudah berlangsung selama periode 2019-2024. "Fenomena ini meningkatkan risiko perekonomian Indonesia di tahun-tahun mendatang," jelas Awalil pada forum diskusi publik, Selasa (17/9).
Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah berlangganan? MasukBerlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama. Anda dapat menggunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Kontan Digital Premium Access
Business Insight, Epaper Harian + Tabloid, Arsip Epaper 30 Hari
Rp 120.000
Business Insight
Hanya dengan 20rb/bulan Anda bisa mendapatkan berita serta analisis ekonomi bisnis dan investasi pilihan