ANTM Incar Kenaikan Penjualan dan Produksi, Prospek Sahamnya Masih Menarik

Jumat, 08 Maret 2024 | 15:29 WIB
ANTM Incar Kenaikan Penjualan dan Produksi, Prospek Sahamnya Masih Menarik
[ILUSTRASI. Foto udara lokasi smelter nikel milik PT Antam Tbk di Kecamatan Pomalaa, Kolaka, Sulawesi Tenggara, Senin (6/11/2023). ANTARA FOTO/Jojon/rwa.]
Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Thomas Hadiwinata

 

KONTAN.CO.ID -JAKARTA.  Prospek saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dinilai masih menarik. Salah satu alasannya, emiten itu berencana untuk menaikkan target produksi dan penjualan komoditas utamanya, sepert feronikel, bijih nikel, dan emas, di tahun ini.

Sekretaris Perusahaan Aneka Tambang Syarief Faisal Alkadrie merinci, untuk produk feronikel, ANTM menargetkan volume produksi dan penjualan masing-masing sebesar 22.464 ton nikel dalam feronikel (TNi). Produksi ini nak 5% dari capaian produksi unaudited feronikel tahun 2023 sebesar 21.473 TNi, sementara penjualan diproyeksikan tumbuh 12% dari penjualan tahun lalu sebesar 20.138 TNi.

Faisal mengatakan, target produksi dan penjualan feronikel ini turut memperhitungkan outlook penyerapan produk feronikel di pasar global, kondisi pasar, serta tingkat utilisasi dan kestabilan operasi pabrik feronikel milik ANTM di Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Untuk komoditas bijih nikel, ANTM menargetkan total produksi bijih nikel konsolidasian sebesar 20,58 juta wet metric ton (wmt), meningkat 53% dari capaian produksi unaudited bijih nikel tahun  lalu yakni sebesar 13,45 juta wmt. Produksi ini digunakan sebagai bahan baku pabrik feronikel milik ANTM dan penjualan kepada pelanggan domestik.

Sementara itu, penjualan bijih nikel ditargetkan mencapai 18,75 juta wmt atau meningkat 60% dari capaian penjualan unaudited bijih nikel tahun 2023 sebesar 11,71 juta wmt.  Faisal menambahkan, target penjualan bijih nikel tersebut seiring dengan outlook pertumbuhan industri pengolahan nikel di dalam negeri.

Baca Juga: Permintaan Emas Solid, Begini Prospek Saham Aneka Tambang (ANTM)

Di bisnis emas, ANTM menargetkan penjualan mencapai 37.354 kg atau setara 1.200.959 troy oz. angka ini meningkat 43% dari capaian penjualan unaudited emas tahun lalu sebesar 26.129 kg atau setara 840.067 troy oz. "Untuk mencapai target tersebut, Perusahaan terus melakukan inovasi penjualan produk-produk logam mulia serta fokus pada upaya peningkatan basis pelanggan logam mulia di pasar dalam negeri," terang Faisal, Rabu (6/3).

Namun, dari sisi produksi, emiten pelat merah ini menargetkan produksi emas yang berasal dari tambang milik ANTM sebesar 958 kg atau setara 30.800 troy oz. Target ini menurun 20,7% dari produksi di tahun 2023 yang mencapai 1.208 kg atau setara 38.838 troy oz.

Untuk komoditas bijih bauksit, ANTM menargetkan volume produksi sebesar 3,47 juta wmt. Target produksi ini tumbuh sekitar 72% dibandingkan capaian produksi unaudited bijih bauksit tahun lalu sebesar 2,01 juta wmt. ANTM menargetkan tingkat penjualan bijih bauksit sebesar 3,05 juta wmt, meningkat 103% dibandingkan capaian penjualan tahun lalu sebesar 1,50 juta wmt. "Seiring dengan larangan ekspor bijih bauksit pada tahun 2023, Perusahaan berfokus dalam pengembangan penjualan bijih bauksit di pasar domestic," sambung Faisal.

Terakhir, ANTM menargetkan tingkat produksi alumina sebesar 160.000 ton, relatif stabil dengan capaian produksi unaudited alumina pada tahun 2023 sebesar 160.940 ton alumina. Sedangkan, untuk penjualan alumina ditargetkan mencapai 170.000 ton alumina, meningkat 16% dari penjualan alumina tahun 2023 sebesar 146.238 ton.

Baca Juga: Tersandung Gugatan 1,1 Ton Emas, Begini Prospek Saham Aneka Tambang (ANTM)

Saham masih menarik

Dengan berbagai agenda emiten tambang tersebut, analis BRI Danareksa Sekuritas, Hasan Barakwan, meyakini kinerja ANTM masih berpotensi bertumbuh. Dia memprediksi, volume penjualan bijih nikel ANTM akan tetap solid.  Permintaan bijih nikel akan tetap terjaga sementara pasokan akan semakin terbatas karena adanya pengawasan pertambangan yang lebih ketat dari pemerintah.

Dus, Hasan menaikkan asumsi volume penjualan bijih nikel tahun ini di angka 15 juta ton. Dengan adanya asumsi ini, Hasan  menaikkan estimasi  laba bersih ANTM tahun ini sebesar 22,7% menjadi Rp 3,6 triliun.

Senada, Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Rizkia Darmawan mengatakan, prospek jangka pendek ANTM cukup cerah. “Didorong oleh perkiraan peningkatan volume penjualan feronikel  seiring peningkatan kapasitas  smelter,” terang Rizkia, Kamis (7/3).

Rizkia  menyematkan rating trading buy saham ANTM dengan target harga Rp 1.850 per saham. Target harga ini menyiratkan rasio price to earnings (P/E) ratio sebesar 11,7 kali pada 2024.

Sementara BRI Danareksa Sekuritas menyematkan rekomendasi buy dengan target harga Rp 2.100 per saham. Hasan memandang, penjualan bijih nikel akan menopang penurunan harga feronikel.

 

 

Bagikan

Berita Terkait

Berita Terbaru

Jalan ITMG di Semester II-2026 Makin Ringan
| Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:00 WIB

Jalan ITMG di Semester II-2026 Makin Ringan

Secara historis ITMG membagikan dividend payout ratio lebih dari 80%, sehingga menarik bagi investor yang mencari pendapatan dividen.

Bitcoin Dibalap Altcoin di Juli, Pasar Kripto Masih Bertenaga di Agustus?
| Rabu, 05 Agustus 2026 | 10:10 WIB

Bitcoin Dibalap Altcoin di Juli, Pasar Kripto Masih Bertenaga di Agustus?

Dominasi bitcoin yang masih berada di kisaran 58%-60% membuat reli altcoin diperkirakan belum akan berlangsung merata.

Kinerja Emiten Susu Moncer, Pemangkasan MBG Bakal Jadi Ujian di Semester II
| Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:08 WIB

Kinerja Emiten Susu Moncer, Pemangkasan MBG Bakal Jadi Ujian di Semester II

Persoalan serius datang dari wacana BGN yang mengusulkan agar susu bermerek tidak lagi menjadi pemasok dalam program MBG.

Infrastruktur Dongkrak Kredit Konstruksi
| Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:06 WIB

Infrastruktur Dongkrak Kredit Konstruksi

Belanja modal korporasi dan proyek pemerintah menopang lonjakan pembiayaan konstruksi.                  

Pemerintah Guyur Subsidi Mobil Listrik hingga 40%
| Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:49 WIB

Pemerintah Guyur Subsidi Mobil Listrik hingga 40%

Presiden Prabowo akan segera mengumumkan paket stimulus tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional

Pendapatan dan Laba HRUM Melejit Dua Digit
| Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:15 WIB

Pendapatan dan Laba HRUM Melejit Dua Digit

Emiten pertambangan batubara ini meraih pertumbuhan positif dari sisi top line dan bottom line di semester I-2026.

Impor Perlebar Defisit Transaksi Berjalan
| Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:11 WIB

Impor Perlebar Defisit Transaksi Berjalan

Defisit transaksi berjalan tahun ini diperkirakan bisamelebar hingga 2% dari produk domestik bruto (PDB)

Penjualan Segmen Herbal Turun, Laba Bersih SIDO Merosot 44%
| Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:11 WIB

Penjualan Segmen Herbal Turun, Laba Bersih SIDO Merosot 44%

Emiten produsen jamu Tolak Angin ini meraup penjualan Rp 1,47 triliun per akhir Juni 2026, turun 21% secara tahunan.

Segmen Pakan Ternak Dorong Laba CPIN Tumbuh 95% Pada Semester I-2026
| Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:02 WIB

Segmen Pakan Ternak Dorong Laba CPIN Tumbuh 95% Pada Semester I-2026

Di semester I-2026, CPIN mencetak laba bersih Rp 3,7 triliun, melonjak hampir dua kali lipat atau sekitar 95,13% yoy. ​

Menyaring Tambahan Anggaran Jumbo K/L
| Rabu, 05 Agustus 2026 | 07:54 WIB

Menyaring Tambahan Anggaran Jumbo K/L

Kementerian Pertahanan, Pekerjaan Umum, dan Polri usulkan tambahan anggaran paling besar            

INDEKS BERITA

Terpopuler