Apa Saja yang Mesti Diperhatikan Sebelum Berburu Saham Bonus?

Kamis, 26 Februari 2026 | 10:00 WIB
Apa Saja yang Mesti Diperhatikan Sebelum Berburu Saham Bonus?
[ILUSTRASI. BEI terapkan trading halt imbas IHSG anjlok (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)]
Reporter: Andy Dwijayanto | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah volatilitas pasar yang terjadi saat ini, beberapa emiten melakukan pembagian saham bonus sebagai alternatif apresiasi kepada pemegang saham ketimbang membagikan dividen tunai. Dengan pembagian saham bonus ini, investor akan memperoleh tambahan kepemilikan saham tanpa melakukan pembelian.

Asal tahu saja, saham bonus merupakan dividen dalam bentuk saham baru dengan harganya akan menyesuaikan, langkah ini dianggap sebagai langkah yang positif. Makanya tak heran emiten yang mengumumkan akan melakukan pembagian saham bonus, harga sahamnya akan terapresiasi naik.

Salah satunya adalah PT Bank Mega Tbk (MEGA) yang mengumumkan rencana untuk membagikan saham bonus kepada pemegang saham. Aksi korporasi ini baru akan dimintakan persetujuan dalam RUPS yang dijadwalkan berlangsung pada 31 Maret 2026 mendatang.

Christiana Maria Damanik, Sekretaris Perusahaan MEGA menyebut saham bonus berasal dari kapitalisasi tambahan modal disetor atau agio saham per 31 Desember 2025 dengan nilai Rp 5,87 triliun. Saham bonus akan dibagikan dengan rasio 1:1, dengan menerbitkan 11,74 miliar saham baru bernilai Rp 500 per saham.

Baca Juga: Wira Global Solusi (WGSH) Akan Menebar Saham Bonus Dengan Rasio 1:1

Sejak diumumkan pada 20 Februari 2025, saham MEGA relatif mengalami penguatan dengan mencatat auto reject atas (ARA) pada perdagangan Senin dan Selasa kemarin. Saham ini melonjak dari harga Rp 3.310 per saham menjadi Rp 5.150 per saham pada Selasa. Sayangnya, aksi profit taking atau ambil untung kemarin, Rabu (25/2) menyebabkan saham MEGA melemah 6,02% ke level Rp 4.840 per saham. 

Aksi korporasi ini belakangan dipilih perusahaan untuk memperkuat struktur permodalan dan meningkatkan likuiditas saham. Selain MEGA, beberapa emiten juga melakukan hal yang sama sebut saja RISE, CLEO, SGER, KEJU, SIDO, BRPT, RCCC, PDPP dan KLAS juga melakukan hal serupa beberapa tahun terakhir.

Baca Juga: Dapat Persetujuan RUPSLB, RISE Genjot Modal dan Bagi Saham Bonus

Muhammad Nafan Aji Gusta, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia bilang pembagian saham bonus secara historikal memang berdampak pada kenaikan harga saham dalam waktu cepat. Aksi korporasi ini kerap direspon positif oleh pelaku pasar tapi jangka waktunya cukup pendek.

Perusahaan yang membagikan saham bonus ini, kerap dinilai pelaku pasar cukup memiliki posisi pemodal yang kuat. Sehingga sering kali, ketika rencana ini diumumkan maka harga sahamnya akan melambung dengan cepat dan direspon positif oleh pasar.

Namun untuk jangka menengah dan panjang, Nafan bilang kinerja fundamental masih menjadi hal utama. Kalau kinerjanya baik, maka tentu saham akan terapresiasi, sedangkan jika kinerjanya tidak baik, maka imbasnya kinerja saham dalam jangka menengah dan panjang juga akan turun.

Reydi Octa, Pengamat Pasar Modal menilai tak semua emiten yang membagikan saham bonus mengalami kenaikan harga saham dalam jangka pendek. Biasanya sentimen positif baru ada menjelang RUPS karena ekspektasi pasar yang besar, sedangkan setelah cum date, harga akan menyesuaikan secara teknikal.

Baca Juga: Tarif Dagang Tak Imbang, Bursa Saham Gamang

Jadi kenaikan yang terjadi dengan cepat lebih banyak dipengaruhi oleh faktor psikologis dan likuiditas, bukan fundamental perusahaan yang berubah. Nah, pergerakan sahamnya ditopang oleh euforia berlebihan inilah yang justru bisa menjadi risiko, jadi bila likuiditas tipis dan terjadi koreksi tajam setelah distribusi malah akan membuat investor merugi.

Pastikan Momentum

Nafan menyebut investor ritel bisa memanfaatkan momentum untuk masuk ke emiten yang akan membagikan saham bonus sebelum RUPS digelar untuk mengejar harga bawah. Dengan membeli sebelum RUPS maka pemegang saham akan menyetujui pembagian saham bonus ini. Yang terpenting, investor harus pantau kapan penetapan cum date agar bisa mendapatkan saham bonus.

Selain momentum, Ia mengingatkan agar tetap memperhatikan pergerakan harga saham, jika investor melihat harga sahamnya sudah terlalu tinggi sebaiknya wait and see. Ketika ada pengumuman pasti harga akan terkerek naik. Cermati juga kinerja fundamental emiten, apakah memiliki prospek dan kinerja yang baik ke depannya.

Sebab, akan ada risiko setelah ex date sahamnya akan turun karena berkaitan dengan price adjustment. Nah, penurunan ini bisa lebih parah manakala emiten memiliki fundamental yang jelek. Jadi pastikan momentum masuk di harga bawah dan lepas ketika harga sudah cukup, apalagi kalau emitennya sejak awal memang tidak likuid.

Sementara, Reydi menilai kalau tujuan investor untuk melakukan trading, maka bisa masuk sebelum keputusan resmi atau RUPS. Kalau sudah diputuskan, maka potensi kenaikan seringkali sudah diantisipasi oleh pelaku pasar. Jadi jangan membeli hanya karena headline, tetap pelajari valuasi dan momentumnya.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Utang Pemerintah Tembus Rp 10.293 Triliun, Tumbuh Lebih Cepat Daripada Ekonomi
| Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:45 WIB

Utang Pemerintah Tembus Rp 10.293 Triliun, Tumbuh Lebih Cepat Daripada Ekonomi

Per Juni 2026, total utang pemerintah sudah Rp 10.293,69 triliun, atau setara 41,26% produk domestik bruto (PDB).

Bersih-bersih, Bos TLKM Dikabarkan Memenuhi Panggilan SEC
| Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:05 WIB

Bersih-bersih, Bos TLKM Dikabarkan Memenuhi Panggilan SEC

BEI telah meminta beberapa penjelasan dan melaksanakan dengar pendapat dengan petinggi TLKM. Ini untuk memperoleh klasifikasi lebih komprehensif

Menanti Hasil Akhir Demutualisasi Bursa
| Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:11 WIB

Menanti Hasil Akhir Demutualisasi Bursa

Pemegang saham Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan respons positif terkait rencana demutualisasi Bursa. 

Harga Gandum Melonjak di Tengah Tekanan Rupiah, Saham INDF Jadi Pilihan
| Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:45 WIB

Harga Gandum Melonjak di Tengah Tekanan Rupiah, Saham INDF Jadi Pilihan

Kenaikan harga gandum dunia tidak serta-merta membuat industri tepung terigu langsung tertekan karena permintaan yang masih besar.

CPI AS Sesuai Ekspektasi, Arah Rupiah Masih Dibayangi Faktor Domestik
| Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:22 WIB

CPI AS Sesuai Ekspektasi, Arah Rupiah Masih Dibayangi Faktor Domestik

Permintaan dolar untuk kebutuhan impor, pembayaran utang, serta capital outflow dari pasar keuangan dapat memberikan tekanan terhadap rupiah.

Didorong Spekulasi & Ekspektasi Saham IATA Melaju 106%, Seberapa Kuat Reli Berlanjut?
| Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:09 WIB

Didorong Spekulasi & Ekspektasi Saham IATA Melaju 106%, Seberapa Kuat Reli Berlanjut?

IATA membidik tambahan kuota produksi batubara hingga 2 juta ton setelah pengajuan revisi RKAB perusahaan memasuki tahap evaluasi akhir.

SMDR Buka Rute KIX, Investor Perlu Mencermati Dampaknya ke Laba dan Margin
| Kamis, 13 Agustus 2026 | 07:55 WIB

SMDR Buka Rute KIX, Investor Perlu Mencermati Dampaknya ke Laba dan Margin

Peluncuran KIX belum akan memberikan perubahan signifikan terhadap kinerja fundamental SMDR dalam jangka pendek.

MSCI Putuskan Indonesia Tetap di Emerging Market, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Kamis, 13 Agustus 2026 | 07:51 WIB

MSCI Putuskan Indonesia Tetap di Emerging Market, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) keluar dari indeks MSCI. Sementara saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN)  turun kelas. 

Pendapatan Melesat, Rugi EXCL Menyusut
| Kamis, 13 Agustus 2026 | 07:51 WIB

Pendapatan Melesat, Rugi EXCL Menyusut

PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) membukukan kerugian bersih sebesar Rp 994,15 miliar sepanjang semester I-2026.\

Strategi MI Meracik Reksadana Saham di Semester II 2026
| Kamis, 13 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Strategi MI Meracik Reksadana Saham di Semester II 2026

Manajer investasi  (MI) berupaya mengoptimalkan kinerja reksadana saham di tengah dinamika ekonomi global dan domestik.

INDEKS BERITA

Terpopuler