Kondisi Industri Manufaktur Belum Pulih
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kalangan pengusaha menilai kenaikan Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia pada Mei 2026 lebih mencerminkan proses stabilisasi dibandingkan pemulihan yang kuat dan berkelanjutan.
Meski kembali masuk ke zona ekspansi, sektor manufaktur masih menghadapi berbagai tekanan, mulai dari tingginya biaya produksi, pelemahan nilai tukar rupiah, hingga lemahnya permintaan ekspor.
Baca Juga: Anomali Ekonomi RI Tumbuh 5,61%, FDI dari China Naik dan PMI Manufaktur Melemah
