Aset Naik, Bank Siap Melepas Unit Usaha Syariah

Selasa, 11 Maret 2025 | 03:25 WIB
Aset Naik, Bank Siap Melepas Unit Usaha Syariah
[ILUSTRASI. Pelayanan nasabah di Kantor Cabang CIMB Niaga Syariah, Jakarta Selatan, Jumat (26/1/2024). Industri perbankan syariah optimistis kinerja bakal lebih melaju di tahun ini. Seperi pada unit usaha syariah (UUS) Bank CIMB Niaga yang menargetkan pembiayaan tumbuh 15%, didorong segmen UMKM dan ritel. (KONTAN/Baihaki)]
Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Aset unit usaha syariah (UUS) sejumlah perbankan kompak bertumbuh. Ini membuat regulator terus mendesak bank memisahkan alias spin off UUS menjadi bank umum syariah (BUS).

Mengacu POJK, bank yang memiliki UUS dengan nilai aset setara 50% terhadap total nilai aset induknya, paling sedikit Rp 50 triliun, wajib spin off. Bank yang telah memenuhi ketentuan spin off adalah CIMB Niaga Syariah, yang memiliki aset Rp  67,5 triliun, naik 7,58% secara tahunan. Lalu ada Bank Tabungan Negara (BTN) dengan aset UUS Rp 60,56 triliun, naik 11,55%. 

Direktur Syariah CIMB Niaga Pandji P. Djajanegara bilang, saat ini pihaknya sedang mengurus perizinan peralihan status UUS jadi bank umum syariah (BUS). Bank ini juga tengah menganalisa model bisnis usai transisi dari UUS menjadi BUS. "Kami sedang analisis apa yang saat ini dilakukan dan apa yang terjadi setelah berubah," ujar Pandji.

Baca Juga: Ramai Aksi Asuransi Menyapih UUS Pada Tahun Ini

CIMB Niaga Syariah mengaku memilih skema mendirikan perusahaan baru dan tidak melakukan akuisisi. Sebab, unit syariah BNGA sudah mumpuni untuk proses mendirikan perusahaan baru. 

Pandji juga menyebut skema ini lebih sederhana dibanding harus akuisisi. "Kami nanti mendirikan perusahaan baru karena modal kami cukup untuk modal KBMI 2. Jadi rasanya secara infrastruktur pas spin-off bisa pakai infrastruktur induk," jelas dia.

Walau demikian, Pandji mengaku tidak menutup kemungkinan jika ada peluang, akuisisi tetap akan terbuka. Pandji mengatakan, spin off ini ditargetkan rampung pada kuartal I-2026 mendatang. 

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan juga sudah siap melepas unit usaha syariah BTN jadi entitas bank syariah tersendiri. "Kami optimistis BTN Syariah akan menjadi pesaing kuat di industri perbankan syariah dengan keahlian di bidang pembiayaan perumahan berbasis syariah," kata dia. 

Baca Juga: Pembiayaan UUS Maybank Indonesia Tumbuh 5%, Jadi Rp 31,75 Triliun di 2024

Pada 20 Januari 2025, BTN resmi mengumumkan akuisisi PT Bank Victoria Syariah, (BVIS). Pemisahan unit syariah ini akan menjadi motor penggerak segmen syariah dan pelengkap industri bank syariah, seperti PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS).

Nixon memperkirakan, spin off bisa langsung digelar usai rapat umum pemegang saham (RUPS) akhir Maret 2025. Dia mengatakan, pergantian nama perusahaan akan dilakukan setelah akuisisi selesai. 

Nantinya, aset BTN Syariah dialihkan ke BVIS yang dimiliki BTN. "Namanya kami ganti, namanya juga kami usulkan ke pemerintah. Belum boleh dikasih tahu," ucap dia.

Bank Permata mengaku belum ada rencana spin-off UUS. Direktur UUS Permata Bank Rudy Basyir Ahmad beralasan, aset mereka masih jauh dari ketentuan OJK. 

"Hingga saat ini, belum ada pembahasan mengenai rencana spin-off ataupun pencarian investor untuk UUS Permata Bank," ujar dia. Rudy menegaskan, saat ini Permata Bank lebih fokus pada strategi pivoting serta pengembangan dana murah di semua segmen, baik korporasi, konsumer, maupun komersial. 

Baca Juga: OJK Restui Rencana Pemisahan UUS Great Eastern Life dengan Mengalihkan Portofolio

UUS Maybank Indonesia yang asetnya mulai mendekati ketentuan OJK mengaku baru akan spin off dua hingga tiga tahun mendatang. "Kami sudah mulai assesmen dan mempersiapkan," ujar Presiden Direktur Maybank Indonesia Steffano Ridwan. Sayangnya, dia belum mau menjelaskan lebih detail persiapan yang sudah dilakukan. 
 

Bagikan

Berita Terbaru

Bursa Karbon Jadi Katalis Baru Emiten Energi Hijau, PGEO dan BREN Paling Berpeluang
| Minggu, 23 Agustus 2026 | 14:30 WIB

Bursa Karbon Jadi Katalis Baru Emiten Energi Hijau, PGEO dan BREN Paling Berpeluang

Analis mengingatkan perlu berhati-hati agar tidak menganggap seluruh nilai ekonomi dari bursa karbon akan otomatis masuk ke kantong emiten EBT.

JGLE Dilirik Pasar, Volume dan Harga Melejit di Tengah Rencana Rights Issue Rp 414 M
| Minggu, 23 Agustus 2026 | 14:00 WIB

JGLE Dilirik Pasar, Volume dan Harga Melejit di Tengah Rencana Rights Issue Rp 414 M

Pasar sedang berspekulasi tinggi terhadap JGLE seiring dengan adanya rencana rights issue sambil mengejar tren harga saham yang terbaca uptrend.

Emiten Emas Topang IHSG, BRMS Jadi Pilihan Agresif di Kuartal III-2026?
| Minggu, 23 Agustus 2026 | 13:30 WIB

Emiten Emas Topang IHSG, BRMS Jadi Pilihan Agresif di Kuartal III-2026?

Menurut analis, BRMS menarik karena ada kombinasi antara harga emas yang tinggi dan potensi peningkatan produksi emas di Poboya secara bertahap.

Harga Timah Diprediksi Normalisasi 2027, Waspadai Peak Earnings TINS di 2026
| Minggu, 23 Agustus 2026 | 13:00 WIB

Harga Timah Diprediksi Normalisasi 2027, Waspadai Peak Earnings TINS di 2026

Dalam laporannya, Stockbit menyebutkan konsensus Bloomberg memproyeksikan harga timah pada 2027 berada di US$ 44.750 per ton.

BEI Hapus Batas Harga Minimum Rp 50, Apa yang Bakal Terjadi dengan GOTO?
| Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:00 WIB

BEI Hapus Batas Harga Minimum Rp 50, Apa yang Bakal Terjadi dengan GOTO?

Mengingat jumlah pemegang saham GOTO mencapai lebih dari 456 ribu, risiko panic selling begitu nyata ketika batas psikologis Rp 50 hilang.

Harga Saham Tertekan Jadi Alasan BBCA Lebih Sering Bagikan Dividen?
| Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:17 WIB

Harga Saham Tertekan Jadi Alasan BBCA Lebih Sering Bagikan Dividen?

Peningkatan frekuensi dividen BBCA cukup efektif dalam menjaga minat investor, khususnya investor yang mengutamakan pendapatan tunai dari saham.

Fenomena Girl Math, Siasat Agar Dompet Selamat
| Minggu, 23 Agustus 2026 | 09:20 WIB

Fenomena Girl Math, Siasat Agar Dompet Selamat

Di balik humor girl math di media sosial, pembenaran atas belanja impulsif ternyata bisa berdampak panjang. Simak ulasannya!

SR025 Tawarkan Kupon Pasti 6,8%-6,9%, Instrumen Halal Bebas Risiko?
| Minggu, 23 Agustus 2026 | 08:00 WIB

SR025 Tawarkan Kupon Pasti 6,8%-6,9%, Instrumen Halal Bebas Risiko?

Sukuk Ritel seri SR025 menawarkan jaminan negara dan imbalan rutin di tengah ketidakpastian pasar. Simak pertimbangan sebelum berinvestasi!

Lautan Luas Mengisi Pundi-Pundi dari Bisnis Solusi Air
| Minggu, 23 Agustus 2026 | 06:34 WIB

Lautan Luas Mengisi Pundi-Pundi dari Bisnis Solusi Air

Di tengah meningkatnya kebutuhan pengelolaan air yang berkelanjutan, PT Lautan Luas Tbk (LTLS) menawarkan solusi pengola

Berebut Pelanggan di Taksi Segmen Menengah
| Minggu, 23 Agustus 2026 | 06:31 WIB

Berebut Pelanggan di Taksi Segmen Menengah

Persaingan bisnis taksi di layanan segmen menengah kini semakin masif. Siuapa yang dibidik dan seperti apa pasarnya? 

 
INDEKS BERITA

Terpopuler