Berita Bisnis

Aset Sitaan Fakhri Terdakwa Jiwasraya Dikembalikan, Pengacara: Tidak Ada Mens Rea

Sabtu, 12 Juni 2021 | 12:58 WIB
Aset Sitaan Fakhri Terdakwa Jiwasraya Dikembalikan, Pengacara: Tidak Ada Mens Rea

ILUSTRASI. Terdakwa mantan Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II OJK Fakhri Hilmi (kiri) di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (29/4/2021). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/wsj.

Reporter: Yuwono Triatmodjo | Editor: Yuwono triatmojo

"Sanksi tegas itu tidak ada diatur dalam pasal itu, apa dan kapan dilakukan. Sampai sekarang, tidak ada SOP-nya. Apa Fakhri harus ngarang? Kan harus ada dasar hukumnya," sergah Luhut.

Selain itu, lanjut Luhut, jabatan Fakhri tidak bisa membuat sanksi, tapi bidang lain. Kata dia, prosesnya harus berjenjang dari bawah, ada 5 lapis, dan tidak ada usulan sanksi itu.

"Sekali lagi, apa boleh dia (Fakhri) ujug-ujug menjatuhkan sanksi?" tandas Luhut. Cara berfikir seperti itu, bisa dilakukan jika Fakhri merupakan aparat penegak hukum seperti jaksa.

Sekadar mengingatkan, Kejaksaan Agung (Kejagung) Kamis, 25 Juni 2020 silam menetapkan tersangka baru dalam kasus korupsi Jiwasraya. Para tersangka itu adalah Fakhri Hilmi, Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II OJK dan 13 Manajer Investasi (MI) yang diduga terlibat dalam pengelolaan dana investasi Jiwasraya.

Sebelum menduduki posisi terakhir, Fakhri sempat menjabat sebagai Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal 2A OJK periode tahun 2014 hingga 2017. Kejagung menyelidiki peran Fakhri di kasus Jiwasraya, atas kewenangan dia selama menjabat di periode 2014-2017.

Pledoi pribadi Fakhri Hilmi

Menghadapi tuntutan jaksa atas dirinya dengan pidana 8 tahun penjara, Fakhri pun membuat pledoi pribadi yang dibacakan pada persidangan 3 Juni. Berikut ini, merupakan sejumlah isi pledoi Fakhri Hilmi.

Lewat pledoinya, Fakhri mengatakan bahwa dia berkarir di Kementerian Keuangan pada salah satu unit yang bernama Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) dari tahun 1996-2012. Baru kemudian sejak tahun 2013 sampai dengan saat ini, dia melanjutkan karier di OJK.

Selama berkarier, dia mengaku tidak pernah kasak-kusuk kiri kanan mencari peluang ini itu. "Saya tidak pernah melakukan pertemuan di luar jam kantor dan di luar ruang lingkup pekerjaan dengan para pelaku industri pasar modal. Saya tidak pernah melakukan pertemuan dengan pemilik bisnis. Saya tidak pernah melakukan pertemuan dengan bapak-bapak anggota Legislatif. Saya juga tidak pernah melakukan pertemuan dengan pejabat lain dari instansi lain di luar jam kantor dan di luar ruang lingkup pekerjaan," tandas Fakhri pada salah satu bagian pledoinya.


Baca juga