Asing Minati Rights Issue Bank Mayapada Internasional (MAYA)

Senin, 05 April 2021 | 10:13 WIB
Asing Minati Rights Issue Bank Mayapada Internasional (MAYA)
[ILUSTRASI. Kantor cabang utama Bank Mayapada, di Mayapada Tower, Sudirman, Jakarta (2/11/2016). KONTAN/Daniel Prabowo]
Reporter: Yuwono Triatmodjo | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Investor asing terus membidik saham perbankan di Tanah Air. Salah satunya adalah saham PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA).

Merujuk laporan manajemen Bank Mayapada kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per tanggal 1 April 2021, terlihat kehadiran pemegang saham baru bernama Liang Xian Ltd.

Merujuk keterbukaan informasi oleh manajemen Bank Mayapada itu, Liang Xian tercatat melakukan pembelian sebanyak 1.466.033.913 saham.

Lewat transaksi tersebut, kini Liang Xian memegang sebanyak 12,39% saham MAYA. Pembelian itu terjadi pada 24 Maret  kemarin.

Liang Xian membeli saham Bank Mayapada pada harga Rp 400 per saham. Alhasil, dari transaksi ini Liang Xian harus merogoh kocek senilai Rp 586,41 miliar.

Keterbukaan informasi tersebut menyatakan, investasi yang dibenamkan Liang Xian terjadi lewat Penawaran Umum Terbatas XIII (PUT XIII).

Kehadiran Liang Xian menambah jumlah entitas asing dalam daftar pemegang saham Bank Mayapada. Kepercayaan asing membeli saham MAYA, tentu merupakan bentuk keyakinan terhadap prospek bisnis perbankan di Tanah Air dan kemenarikan Bank Mayapada itu sendiri.

Sukses hajatan rights issue Bank Mayapada tersebut tentu akan mempertebal permodalan di bank tersebut. Merujuk keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 6 Desember 2020, Bank Mayapada berencana merilis 4,99 miliar saham seri B.

Dengan mematok harga rights issue sebesar Rp 400 per saham, maka Bank Mayadapa berpotensi meraup dana segar sekitar Rp 1,99 triliun.

Bagikan

Berita Terbaru

Ekonomi Sulit, Urun Dana Perketat Seleksi Penerbit
| Senin, 13 April 2026 | 04:35 WIB

Ekonomi Sulit, Urun Dana Perketat Seleksi Penerbit

Industri securities crowdfunding atau urun dana semakin memerhatikan kualitas penerbitan efek demi menjaga kepercayaan investor.

Utang Negara Naik, Risiko Meningkat
| Senin, 13 April 2026 | 04:30 WIB

Utang Negara Naik, Risiko Meningkat

Biaya utang pemerintah berpotensi naik akibat tekanan global dan rupiah.                                 

Mitra Keluarga (MIKA) Merawat Kinerja Tetap Sehat
| Senin, 13 April 2026 | 04:20 WIB

Mitra Keluarga (MIKA) Merawat Kinerja Tetap Sehat

Pertumbuhan industri rumahsakit di 2026 ditopang oleh kesadaran masyarakat  yang meningkat terhadap layanan kesehatan.

Hilirisasi Belum Signifikan Mendorong PDB
| Senin, 13 April 2026 | 04:00 WIB

Hilirisasi Belum Signifikan Mendorong PDB

Investasi hilirisasi capai Rp 584,1 triliun, namun kontribusi ke PDB masih minim. Ada apa di balik angka ini?

Reli Saham EMTK; Ada Peluang Kenaikan Berlanjut tapi Waspadai Risiko Profit Taking
| Minggu, 12 April 2026 | 13:30 WIB

Reli Saham EMTK; Ada Peluang Kenaikan Berlanjut tapi Waspadai Risiko Profit Taking

Pergeseran haluan EMTK dari sekadar di bisnis penyiaran konvensional menjadi raksasa multisektor berbuah manis. 

WIFI Siap Alokasikan Duit Rights Issue  Hampir Rp 6 Triliun untuk Internet Rakyat
| Minggu, 12 April 2026 | 12:08 WIB

WIFI Siap Alokasikan Duit Rights Issue Hampir Rp 6 Triliun untuk Internet Rakyat

WIFI menargetkan pembangunan 5.500 titik atau sites IRA tahun 2026. Adapun potensi menjangkau hingga 5 juta pelanggan sampai akhir tahun 2026. 

Ambisi B50 Terus Menuai Penolakan! Beban Subsidi Biodiesel bisa Capai Rp 29 Triliun
| Minggu, 12 April 2026 | 12:00 WIB

Ambisi B50 Terus Menuai Penolakan! Beban Subsidi Biodiesel bisa Capai Rp 29 Triliun

Negara berpotensi kehilangan penerimaan dari pos pajak dan bea keluar senilai Rp 11,9 triliun hingga Rp 14,6 triliun. 

Kondisi Ekonomi Menantang di Kuartal II-2026, Tiga Hal Perlu Diwaspadai Masyarakat
| Minggu, 12 April 2026 | 10:35 WIB

Kondisi Ekonomi Menantang di Kuartal II-2026, Tiga Hal Perlu Diwaspadai Masyarakat

CEO Confidence Index (ICCI) kuartal II-2026 terjerembap ke level 2,99, ini rekor terendah sejak Juli 2020.

Right Issue RMKO Memicu Harapan Jangka Pendek, namun Ketidakpastian Masih Tinggi
| Minggu, 12 April 2026 | 09:25 WIB

Right Issue RMKO Memicu Harapan Jangka Pendek, namun Ketidakpastian Masih Tinggi

Rights issue RMKO ditujukan sebagai langkah strategis untuk memperkuat struktur permodalan dan likuiditas.

Harga BBM Subsidi Tidak Akan Dinaikkan, APBN Sulit Bertahan & Pertamina Jadi Bantalan
| Minggu, 12 April 2026 | 08:35 WIB

Harga BBM Subsidi Tidak Akan Dinaikkan, APBN Sulit Bertahan & Pertamina Jadi Bantalan

Harusnya peran Pertamina dalam menyerap efek lonjakan harga BBM lebih menyerupai "pembeli waktu" ketimbang penahan beban permanen.

INDEKS BERITA