Aturan Dana SAL Diubah, Likuiditas Perbankan Berpotensi Bertambah

Rabu, 30 September 2026 | 05:00 WIB
Aturan Dana SAL Diubah, Likuiditas Perbankan Berpotensi Bertambah
[ILUSTRASI. Transaksi ATM-Warga bertransaksi menggunakan ATM (KONTAN/Baihaki)]
Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Dina Hutauruk

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Keuangan telah mengubah aturan pengelolaan kelebihan kas pemerintah. Lewat aturan baru, dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) pemerintah tak lagi disebut ditempatkan di Bank Indonesia (BI). Beleid baru itu dinilai menguntungkan bank karena berpotensi menambah likuiditas.

Melalui PMK Nomor 67 Tahun 2026, pemerintah dapat menempatkan dana SAL pada bank umum atau membeli SBN. Penempatan pada bank umum akan dilakukan melalui pasar uang, baik lelang maupun nonlelang.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

Sinyal Koreksi Masih Ada
| Rabu, 30 September 2026 | 05:39 WIB

Sinyal Koreksi Masih Ada

Tekanan yang menerpa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum memperlihatkan tanda-tanda akan mereda

Aturan Recycle KPR Tengah Disiapkan, Bagaimana Dampaknya ke Sektor Perbankan?
| Rabu, 30 September 2026 | 05:39 WIB

Aturan Recycle KPR Tengah Disiapkan, Bagaimana Dampaknya ke Sektor Perbankan?

Analis memproyeksikan pertumbuhan laba sektor (perbankan) tahun 2026 melambat ke 4% dari 11% di semester I–2026.

Pembicaraan AS-Iran Buntu, Harga Emas Terkapar
| Rabu, 30 September 2026 | 05:30 WIB

Pembicaraan AS-Iran Buntu, Harga Emas Terkapar

Awal pekan ini, harga emas merosot ke level terendah dalam lebih dari tujuh pekan. Penyebabnya, kebuntuan pembicaraan antara AS dan Iran.

Risiko Meningkat, Kredit Ritel Semakin Lesu
| Rabu, 30 September 2026 | 05:30 WIB

Risiko Meningkat, Kredit Ritel Semakin Lesu

Kredit ritel makin lesu di tengah risiko yang meningkat, sementara ekspansi perbankan masih ditopang segmen korporasi.

Ticket Size Gadai Stabil Saat Harga Emas Melorot
| Rabu, 30 September 2026 | 05:15 WIB

Ticket Size Gadai Stabil Saat Harga Emas Melorot

Bahwa penurunan harga emas memang bisa memberikan pengaruh terhadap nilai uang pinjaman yang bisa diberikan terhadap barang jaminan

Aturan Dana SAL Diubah, Likuiditas Perbankan Berpotensi Bertambah
| Rabu, 30 September 2026 | 05:00 WIB

Aturan Dana SAL Diubah, Likuiditas Perbankan Berpotensi Bertambah

Aturan baru penempatan dana SAL pemerintah berpotensi menambah likuiditas perbankan dan mendorong ruang ekspansi kredit.

Turun 4 Hari, Intip Prediksi IHSG Untuk Hari Terakhir Kuartal III, Rabu (30/9)
| Rabu, 30 September 2026 | 04:50 WIB

Turun 4 Hari, Intip Prediksi IHSG Untuk Hari Terakhir Kuartal III, Rabu (30/9)

IHSG mengakumulasi pelemahan 2,47% dalam sepekan terakhir. Sedangkan sejak awal tahun, IHSG melemah 29,20%.​

Pengajuan Kredit Lewat Kanal Digital Multifinance Semakin Ramai
| Rabu, 30 September 2026 | 04:35 WIB

Pengajuan Kredit Lewat Kanal Digital Multifinance Semakin Ramai

PT BRI Multifinance Indonesia mencatat peningkatan pembiayaan lewat saluran digital sebesar 65% secara tahunan per Agustus 2026

Ekonomi Hijau di Tengah Hutan yang Terbakar
| Rabu, 30 September 2026 | 04:35 WIB

Ekonomi Hijau di Tengah Hutan yang Terbakar

Jika ekonomi hijau hanya mengganti istilah tanpa mengubah cara kita memperlakukan alam, yang berubah mungkin hanya namanya.

Nilai NPL Bengkak, Meski Rasio Turun
| Rabu, 30 September 2026 | 04:30 WIB

Nilai NPL Bengkak, Meski Rasio Turun

Kredit melaju, tapi nilai kredit bermasalah perbankan ikut membengkak meski rasio NPL sejumlah bank justru turun

INDEKS BERITA