B50 & Tata Niaga CPO

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:58 WIB
B50 & Tata Niaga CPO
[ILUSTRASI. TAJUK - Khomarul Hidayat (KONTAN/Indra Surya)]
Khomarul Hidayat | Redaktur Pelaksana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah resmi meluncurkan program pencampuran biodiesel 50 atau B50 menggantikan B40. Program B50 mewajibkan pencampuran biodiesel sebesar 50% ke dalam bahan bakar minyak jenis solar. Program ini merupakan salah satu jurus pemerintah mengurangi ketergantungan impor bahan bakar minyak (BBM) yang harganya saat ini sedang tinggi akibat dampak perang Iran.

Maklum, sebagai negara pengimpor bersih minyak, kenaikan harga minyak mentah dunia, otomatis langsung menekan fiskal melalui pembengkakan anggaran subsidi energi dan kompensasi energi. Padahal, APBN masih terbebani pula dengan program-program andalan pemerintah yang memakan anggaran jumbo, seperti makan bergizi gratis (MBG) dan koperasi desa merah putih. Belum ditambah lagi tekanan dari pelemahan rupiah yang Kembali tembus level Rp 18.000 per dolar AS, sementara asumsi APBN saat ini memakai patokan kurs rupiah Rp 16.500 per dolar AS. Jadi, menaikkan program pencampuran biodiesel 50 menjadi jalan ikhtiar pemerintah mengurangi tekanan fiskal dari impor minyak mentah tersebut.

Hitungan pemerintah, dengan program B50 ini, kebutuhan CPO untuk program biodiesel diperkirakan meningkat dari sekitar 15,2 juta ton menjadi 16,3 juta hingga 17 juta ton per tahun. Jumlah itu sekitar 30% total produksi CPO Indonesia. Sebagai gambaran, produksi CPO Indonesia pada 2025 mencapai 51,6 juta ton, naik sekitar 7,5% dibanding 2024.

Pemerintah juga mengklaim, pada program B40, Indonesia bisa menghemat devisa sebesar Rp 133,3 triliun. Sekarang dengan program mandatori B50 pada 2026, penghematan devisa diperkirakan naik menjadi Rp 170 triliun. Hanya saja, harus menjadi perhatian pemerintah juga, kebutuhan CPO untuk program B50 jangan mengganggu pasokan untuk kebutuhan lain yang juga penting. Terutama kebutuhan pasokan untuk produksi minyak goreng yang sangat dibutuhkan masyarakat. Ketersediaan pasokan CPO ini harus dijamin agar tak ada kelangkaan minyak goreng dan harganya naik yang ujungnya memberatkan masyarakat.

Kenapa ini perlu diperhatikan? Program B50 akan meningkatkan kebutuhan CPO dan mengurangi pasokan CPO global karena Indonesia salah satu pemasok terbesar. Karena pasokan CPO global berkurang, harga CPO dunia bisa naik. Nah, kenaikan harga CPO ini yang bisa menggoda produsen memilih ekspor ketimbang memasok CPO untuk kebutuhan dalam negeri.

Dus, tugas pemerintah menyeimbangkan tata niaga CPO ini, sekaligus memastikan pasokan untuk kebutuhan dalam negeri tetap tercukupi tanpa harga harus naik tinggi.

Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran Rupiah Kian Loyo, Kini Dihantam Langkah MSCI
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:50 WIB

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran Rupiah Kian Loyo, Kini Dihantam Langkah MSCI

Langkah MSCI membuka ruang konsultasi untuk menurunkan status pasar modal Indonesia menjadi Standalone Market membuat posisi rupiah kian tertekan.

Prospek Penerbitan Obligasi Korporasi oleh Emiten Masih Terbuka Hingga Akhir Tahun
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Prospek Penerbitan Obligasi Korporasi oleh Emiten Masih Terbuka Hingga Akhir Tahun

Di tengah suku bunga tinggi dan persaingan imbal hasil dengan SBN, investor cenderung menuntut kompensasi risiko yang lebih besar.

Manuver Maxglory di Balik Saham SQMI: Bayang Utang, Valuasi, dan Proyek Ciemas
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 09:30 WIB

Manuver Maxglory di Balik Saham SQMI: Bayang Utang, Valuasi, dan Proyek Ciemas

Masalah paling mendasar yang dihadapi SQMI sejatinya terletak pada macetnya pengembangan pabrik pengolahan emas Ciemas.

Terbitkan 170 Juta Saham Baru, PTRO Siap Menggelar Rights Issue
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 09:04 WIB

Terbitkan 170 Juta Saham Baru, PTRO Siap Menggelar Rights Issue

Emiten kontraktor pertambangan batubara milik taipan Prajogo Pangestu itu akan menerbitkan maksimal 170 juta saham baru atau setara 1,69%.

Danantara, INA, dan TPIA Tuntaskan Investasi Strategis
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 08:58 WIB

Danantara, INA, dan TPIA Tuntaskan Investasi Strategis

Kesepakatan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kapasitas industri soda kaustik dan ethylene dichloride (EDC) di pasar domestik.

Inflasi AS Melejit, Pasar Keuangan Asia Menjerit
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 08:52 WIB

Inflasi AS Melejit, Pasar Keuangan Asia Menjerit

Kenaikan data inflasi Amerika Serikat bulan September 2026 mengguncang bursa saham dan mata uang di Asia.

Kebakaran Hutan Berpotensi Membakar Kinerja Emiten CPO
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 08:26 WIB

Kebakaran Hutan Berpotensi Membakar Kinerja Emiten CPO

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menjadi risiko operasional bagi sejumlah emiten perkebunan kelapa sawit. 

Tantangan Saham Telekomunikasi
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 08:24 WIB

Tantangan Saham Telekomunikasi

Tekanan di Bursa Efek Indonesia (BEI) turut membuat saham-saham telekomunikasi dan infrastruktur pendukungnya berguguran.

MSCI Berpotensi Downgrade Indonesia, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, Jumat (16/10)
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 08:24 WIB

MSCI Berpotensi Downgrade Indonesia, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, Jumat (16/10)

Penyedia layanan indeks global, MSCI yang mengumumkan dimulainya konsultasi untuk mengklasifikasikan ulang Indeks MSCI Indonesia.

Emiten Keluar HSC di Saat Pasar Penuh Tekanan, Apa Dampaknya ke Harga Saham?
| Jumat, 16 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Emiten Keluar HSC di Saat Pasar Penuh Tekanan, Apa Dampaknya ke Harga Saham?

Cara paling cepat untuk mengurangi konsentrasi kepemilikan adalah dengan mengurangi kepemilikan pengendali secara langsung di pasar.

INDEKS BERITA

Terpopuler