Bagai Simalakama, Pertamina Sulit Menjual Bensin Sesuai Harga Pasar

Jumat, 31 Desember 2021 | 07:31 WIB
Bagai Simalakama, Pertamina Sulit Menjual Bensin Sesuai Harga Pasar
[ILUSTRASI. Pengisian BBM jenis Pertamax Turbo di SPBU Pertamina.]
Reporter: Arfyana Citra Rahayu, Muhammad Julian | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Inilah efek pasar bebas bisnis bahan bakar minyak (BBM). Kini, harga BBM bak simalakama bagi Pertamina dan pemerintah. Jika Pertamina hanya menjual seri Pertamax, daya beli bakal merosot. Namun jika masih menjual Premium dan Pertalite, subsidi BBM akan terus mengganjal anggaran negara.

Di sisi lain, laju harga Pertamax cenderung mendatar dan tertinggal dibanding produk lain dengan kandungan oktan yang sama. Harga Pertamax berkisar Rp 9.000 per liter, sementara harga bensin Shell, Vivo dan BP-AKR (dengan kadar oktan yang sama) sudah di atas Rp 12.000 per liter (lihat tabel).

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

Saham Produsen Emas SQMI Masih Digandrungi, Cek Rekomendasi Teknikal dari Tiga Analis
| Rabu, 23 September 2026 | 07:14 WIB

Saham Produsen Emas SQMI Masih Digandrungi, Cek Rekomendasi Teknikal dari Tiga Analis

Sambil menunggu kepastian investor strategis, SQMI kini sedang memproses perpanjangan lisensi Izin Usaha Pertambangan.

Strategi Mengail Cuan Saat Pasar Keuangan Tertekan
| Rabu, 23 September 2026 | 07:10 WIB

Strategi Mengail Cuan Saat Pasar Keuangan Tertekan

Di tengah situasi saat ini, kmampuan mempertahankan nilai aset dan likuiditas menjadi perhatian utama investor sebelum mengejar imbal hasil​.

Menakar Valuasi ULTJ Pasca Transaksi Frisian Flag
| Rabu, 23 September 2026 | 07:06 WIB

Menakar Valuasi ULTJ Pasca Transaksi Frisian Flag

Rencana penggabungan bisnis ULTJ dan Frisian Flag Indonesia menimbulkan perhatian terhadap kewajaran valuasi dan potensi dilusi pemegang saham

Rupiah Tertekan Lanskap Global dan Domestik
| Rabu, 23 September 2026 | 07:00 WIB

Rupiah Tertekan Lanskap Global dan Domestik

Pasar menanti kejelasan arah bauran kebijakan dan transparansi komunikasi otoritas moneter domestik.

CDIA Membagikan Dividen Interim Senilai US$ 10 Juta
| Rabu, 23 September 2026 | 06:58 WIB

CDIA Membagikan Dividen Interim Senilai US$ 10 Juta

Setiap pemegang saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) berhak menerima dividen interim Rp 1,42 per saham.

Pergerakan Rupiah pada Rabu (23/9) Menanti Hasil Rapat BI
| Rabu, 23 September 2026 | 06:55 WIB

Pergerakan Rupiah pada Rabu (23/9) Menanti Hasil Rapat BI

Di pasar spot, rupiah tutup di Rp 17.884 per dolar Amerika Serikat (AS), Selasa (22/9). Melemah 0,21% dari sehari sebelumnya di Rp 17.847. 

Elektrifikasi Pertambangan  Bisa Hemat Biaya Sampai 50%
| Rabu, 23 September 2026 | 06:45 WIB

Elektrifikasi Pertambangan Bisa Hemat Biaya Sampai 50%

Elektrifikasi mulai menjadi salah satu pilihan di sektor pertambangan, untuk efisiensi biaya sekaligus pengurangan emisi. 

Tantangan ICOMEX Wujudkan Ambisi Jadi Referensi Harga Komoditas Global
| Rabu, 23 September 2026 | 06:35 WIB

Tantangan ICOMEX Wujudkan Ambisi Jadi Referensi Harga Komoditas Global

​Menjadi price setter komoditas bukan sekadar soal produksi besar. ICOMEX harus membangun likuiditas, memperkuat hilirisasi, dan membenahi data

IHSG Masih Bergerak Volatil
| Rabu, 23 September 2026 | 06:35 WIB

IHSG Masih Bergerak Volatil

Keputusan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia akan memengaruhi pergerakan IHSG pada Rabu (23/9)

Dolar AS Kian Perkasa dan Menekan Mata Uang Utama
| Rabu, 23 September 2026 | 06:30 WIB

Dolar AS Kian Perkasa dan Menekan Mata Uang Utama

Pergerakan valas utama saat ini sangat dipengaruhi oleh perbedaan arah kebijakan moneter, perkembangan geopolitik, dan dinamika sentimen risiko.

INDEKS BERITA

Terpopuler