Berita Ekonomi

Banyak Bermain di Obligasi dan Pasar Uang, Imbal Hasil Dana Pensiun Menciut

Jumat, 06 November 2020 | 07:54 WIB
Banyak Bermain di Obligasi dan Pasar Uang, Imbal Hasil Dana Pensiun Menciut

ILUSTRASI. Hingga September 2020, hasil investasi dana pensiun mencapai Rp 13,76 triliun atau turun 14,37% yoy. /Pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/02/11/2020.

Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Anastasia Lilin Yuliantina

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Imbal hasil dari pengelolaan investasi di dana pensiun menciut. Pilihan penempatan dana yang lebih moderat yakni di instrumen obligasi dan pasar uang, menjadi penyebab.

Perkumpulan Dana Pensiun Lembaga Keuagan (DPLK) mencatat, instrumen terbesar yang dipilih oleh industri DPLK adalah deposito berjangka, Surat Berharga Negara (SBN), obligasi korporasi, reksadana dan saham. "Rendahnya hasil pengembangan investasi dana pensiun bisa jadi karena alokasi dana pensiun Indonesia ditempatkan kepada obligasi dan pasar uang," ujar Nur Hasan atau yang akrab disapa Nanang, Ketua Umum DPLK, dalam diskusi virtual pada Kamis (5/11).

Ini Artikel Spesial

Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan atau membeli artikel ini.

Sudah berlangganan? Masuk

Berlangganan

Berlangganan Hanya dengan 20rb/bulan Anda bisa mendapatkan berita serta analisis ekonomi, bisnis, dan investasi pilihan

Rp 20.000

Bayar per artikel

Hanya Rp 5.000 untuk membaca artikel ini

Rp 5.000

Berlangganan dengan Google

Anda dapat menggunakan akun Google sebagai metode pembayaran karena Google akan mengingat metode yang sudah pernah digunakan.

Terbaru