Bayar Utang, Fajar Wisesa (FASW) Menggelar Rights Issue

Rabu, 12 Maret 2025 | 02:45 WIB
Bayar Utang, Fajar Wisesa (FASW) Menggelar Rights Issue
[ILUSTRASI. Pabrik kertas PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW).]
Reporter: Rashif Usman | Editor: Dikky Setiawan

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) bakal melaksanakan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) I atau rights issue senilai Rp 3,49 triliun.

Emiten produsen kertas ini berencana mengeluarkan sebanyak-banyaknya 743.366.636 (743 juta) lembar saham baru dengan nilai nominal Rp 500 per saham. 

Ini Artikel Spesial

Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.

Berlangganan dengan Google

Gratis uji coba 7 hari pertama. Anda dapat menggunakan akun Google sebagai metode pembayaran.

Kontan Digital Premium Access

Business Insight, Epaper Harian + Tabloid, Arsip Epaper 30 Hari

Rp 120.000
Business Insight

Hanya dengan 20rb/bulan Anda bisa mendapatkan berita serta analisis ekonomi bisnis dan investasi pilihan

-
Bagikan

Berita Terbaru

Tekanan Daya Beli Tinggi, Efek Ramadan dan Lebaran ke Ekonomi Bakal Mini
| Minggu, 30 Maret 2025 | 13:45 WIB

Tekanan Daya Beli Tinggi, Efek Ramadan dan Lebaran ke Ekonomi Bakal Mini

Kendati ada Ramadan dan lebaran, pertumbuhan ekonomi di kuartal I-2025 berpotensi di bawah target dan turun dibanding kuartal IV-2024

Bank Paling Agresif Menambah Kepemilikan di SBN pada Kuartal I-2025
| Minggu, 30 Maret 2025 | 11:52 WIB

Bank Paling Agresif Menambah Kepemilikan di SBN pada Kuartal I-2025

Selain perbankan, investor individu juga mengebut kepemilikan SBN di tengah tekanan di pasar saham. 

Rencana Jangka Panjang Emiten BUMN Karya Bakal Menyesuaikan dengan Visi Danantara
| Minggu, 30 Maret 2025 | 11:30 WIB

Rencana Jangka Panjang Emiten BUMN Karya Bakal Menyesuaikan dengan Visi Danantara

Kelanjutan merger BUMN Karya yang sempat direncanakan Kementerian BUMN bergantung pada keputusan pemegang saham.

XLSmart (EXCL) Merger, Ini Perbandingannya dengan Telkom (TLKM) dan Indosat (ISAT)
| Minggu, 30 Maret 2025 | 10:28 WIB

XLSmart (EXCL) Merger, Ini Perbandingannya dengan Telkom (TLKM) dan Indosat (ISAT)

Dari sisi aset, XLSmart akan menjadi emiten telekomunikasi dengan aset terbesar kedua setelah Telkom Indonesia (TLKM), melampaui Indosat (ISAT).

Proyek Gasifikasi Batubara Menjadi DME Berpotensi Merugi, Biaya Produksinya Tinggi
| Minggu, 30 Maret 2025 | 09:40 WIB

Proyek Gasifikasi Batubara Menjadi DME Berpotensi Merugi, Biaya Produksinya Tinggi

Jika proyek DME tetap dipaksakan, masyarakat Indonesia diprediksi harus membayar 42% lebih mahal daripada ketika memakai LPG.

10 Kereta Api Ekonomi Paling Banyak Diminati pada Lebaran 2025
| Minggu, 30 Maret 2025 | 09:36 WIB

10 Kereta Api Ekonomi Paling Banyak Diminati pada Lebaran 2025

PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah menyiapkan total kapasitas 4.591.510 tempat duduk untuk periode 21 Maret hingga 11 April 2025.

Profit 32,67% Setahun, Harga Emas Antam Hari Ini Bergeming (30 Maret 2025)
| Minggu, 30 Maret 2025 | 08:47 WIB

Profit 32,67% Setahun, Harga Emas Antam Hari Ini Bergeming (30 Maret 2025)

Harga emas Antam hari ini (30 Maret 2025) ukuran 1 gram Rp 1.806.000. Pembeli setahun lalu bisa untung 32,67% jika menjual hari ini.

Saat Pasar Saham Indonesia Libur Lebaran, AS Akan Rilis Sejumlah Data Penting Ekonomi
| Minggu, 30 Maret 2025 | 08:10 WIB

Saat Pasar Saham Indonesia Libur Lebaran, AS Akan Rilis Sejumlah Data Penting Ekonomi

Efek perkembangan ekonomi global, terutama dari AS akan terakumulasi dan terefleksi ke perdagangan saham di BEI pada 8 April 2025.

Menguak Investasi Blackrock Inc di Saham Indonesia Hingga Sederet Aksi Akuisisi
| Minggu, 30 Maret 2025 | 06:45 WIB

Menguak Investasi Blackrock Inc di Saham Indonesia Hingga Sederet Aksi Akuisisi

Portofolio saham Blackrock tersebar di sejumlah bank, emiten teknologi, telekomunikasi hingga energi. 

Proyeksi 2025: Perbankan Syariah Tetap Tumbuh di Tengah Tantangan Global
| Minggu, 30 Maret 2025 | 06:15 WIB

Proyeksi 2025: Perbankan Syariah Tetap Tumbuh di Tengah Tantangan Global

Pada 2024, pangsa pasar (market share) perbankan syariah mencapai 7,72%, meningkat dari 7,44% pada tahun sebelumnya

INDEKS BERITA

Terpopuler