Beban Kopdes Merah Putih

Jumat, 17 Juli 2026 | 06:10 WIB
Beban Kopdes Merah Putih
[ILUSTRASI. TAJUK - Havid Febri (KONTAN/Steve GA)]
Havid Vebri | Redaktur Pelaksana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah terus memperluas peran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes). Lembaga yang semula diproyeksikan sebagai penggerak ekonomi desa kini juga diposisikan menjadi kantor tunggal penyalur bantuan sosial, pupuk bersubsidi, LPG 3 kilogram, kredit bersubsidi, hingga pembeli hasil panen petani dan nelayan. Gagasannya terdengar menarik: menghadirkan pelayanan publik yang terintegrasi di tingkat desa.
Tapi, justru di sinilah letak tantangannya. Semakin banyak fungsi yang dibebankan ke satu institusi, semakin besar pula risiko kegagalan tata kelola yang harus diantisipasi.

Mengelola koperasi saja bukan perkara mudah. Koperasi harus membangun kepercayaan anggota, menjaga kesehatan usaha, mengelola kas, dan memastikan bisnis berjalan. Ketika saat yang sama koperasi juga diminta menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam menyalurkan berbagai program, fokus kelembagaan berpotensi terpecah.

Faktanya, Kopdes juga berperan sebagai distributor bansos, agen stabilisasi harga pangan, penyalur subsidi energi, penyedia layanan keuangan, hingga instrumen perlindungan petani. Menyatukan seluruhnya ke satu organisasi tentu membutuhkan kapasitas manajemen yang jauh lebih kompleks.

Pemerintah memang berharap integrasi ini mampu memangkas rantai distribusi dan meningkatkan efisiensi. Tapi efisiensi akan tercapai bila kesiapan kelembagaan telah dibangun. Tanpa sumber daya manusia yang memadai, sistem digital yang transparan, serta mekanisme audit yang kuat, sentralisasi distribusi justru menciptakan titik rawan baru, baik dalam bentuk keterlambatan layanan, konflik kepentingan, dan penyalahgunaan kewenangan.

Kopdes juga harus dijaga agar tidak kehilangan jati dirinya sebagai badan usaha milik anggota. Terlalu dominannya fungsi administratif pemerintah berpotensi membuat koperasi bergantung pada program negara, bukan bertumbuh dari aktivitas ekonomi yang sehat. Padahal, kekuatan koperasi selama ini terletak pada partisipasi anggota dan kemampuan menciptakan nilai ekonomi secara mandiri.

Ambisi membangun ekonomi desa patut diapresiasi. Namun, membebani satu lembaga dengan terlalu banyak misi sekaligus bukan tanpa risiko. Kopdes akan lebih bermanfaat apabila tumbuh sebagai institusi yang kuat, profesional, dan dipercaya masyarakat, bukan sekadar menjadi tempat berkumpulnya seluruh program pemerintah di tingkat desa.

Bagikan
Topik Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

Melfrida Gultom Rencanakan Keuangan Sejak Belia
| Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:25 WIB

Melfrida Gultom Rencanakan Keuangan Sejak Belia

Pendekatan yang disiplin, konsisten, dan penuh kesadaran menjadi kunci utama dalam menjaga nilai kekayaan

Budaya Nebeng Jadi Solusi Perjalanan Lebih Terjangkau
| Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:15 WIB

Budaya Nebeng Jadi Solusi Perjalanan Lebih Terjangkau

Budaya berbagi tumpangan, bukan hal baru di Indonesia. Konsep ini kini hadir dalam bentuk aplikasi. Seperti apa layanannya?

 
Cara IKEA Merakit Bisnis Wirausahawan Sosial
| Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:55 WIB

Cara IKEA Merakit Bisnis Wirausahawan Sosial

IKEA Indonesia menjalankan aksi keberlanjutan dengan membesarkan pelaku usaha sosial (social enterprise). Bagaimana caranya?

Setrum Paylater Kian Terasa di Ekosistem Motor Listrik
| Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:35 WIB

Setrum Paylater Kian Terasa di Ekosistem Motor Listrik

Motor listrik makin menjadi incaran konsumen dengan pilihan pembayaran yang semakin beragam. Salah satunya skema paylater.

 
Balapan Mobil Listrik Segmen Pasar di Bawah Rp 300 Juta
| Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:15 WIB

Balapan Mobil Listrik Segmen Pasar di Bawah Rp 300 Juta

Persaingan pasar mobil listrik dengan harga di bawah Rp 300 juta semakin sengit. Simak kompetisi pasarnya.

Cuan Datang Setelah Meriset Ubah Sampah Sulit Terurai
| Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:15 WIB

Cuan Datang Setelah Meriset Ubah Sampah Sulit Terurai

Bermula dari memikirkan masa depan anak, Rendy Aditya Wachid memilih membangun bisnis pengolahan residu berbasis riset.

 
Pelajari Peluang Laris Usaha Bengkel Motor Listrik
| Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:10 WIB

Pelajari Peluang Laris Usaha Bengkel Motor Listrik

Di tengah lonjakan populasi sepeda motor listrik, bisnis bengkel sepeda motor listrik bermunculan untuk melayani jasa perbaikan.

 
Bisa, Yuk Menata Jalan Menuju Kebebasan Finansial
| Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:10 WIB

Bisa, Yuk Menata Jalan Menuju Kebebasan Finansial

Kenali apa itu kebebasan finansial dan bagaimana strategi meraih financial freedom agar tidak menjadi impian saja.

 
Era Denda Miliaran
| Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:10 WIB

Era Denda Miliaran

OJK menggunakan Peraturan OJK (POJK) No 41/2017 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pemeriksaan Bank, sebagai "buku panduan" pemeriksaan bank.​

Menakar Proyek Bioetanol, Apakah Akan Bernasib Sama dengan Euro 4?
| Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:50 WIB

Menakar Proyek Bioetanol, Apakah Akan Bernasib Sama dengan Euro 4?

Pemerintah mempersiapkan penerapkan dari Program E20. Tapi, dua tantangan utama menghadang dalam penerapannya.

 
INDEKS BERITA

Terpopuler