BEI Akan Menerapkan Skema Baru Perhitungan Indeks Saham, Cermati Efeknya

Kamis, 22 April 2021 | 05:37 WIB
BEI Akan Menerapkan Skema Baru Perhitungan Indeks Saham, Cermati Efeknya
[ILUSTRASI. BEI akan menerapkan skema baru hitungan indeks yang mengacu free float dan capping saham.]
Reporter: Ika Puspitasari, Sugeng Adji Soenarso | Editor: A.Herry Prasetyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Efek Indonesia akan menyeragamkan metode penghitungan pembobotan seluruh indeks. Nantinya, pembobotan indeks saham dihitung menggunakan metode capped adjusted free float market capitalization weighted average.

Metode tersebut menghitung pembobotan pada indeks saham dengan menggunakan kapitalisasi pasar free float sebagai bobot. Tetapi, bobot tersebut dikenakan pembatasan (capped) saat evaluasi, dengan pembatasan bobot berkisar 9%-20%.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

Peluang Investor Lari dari Saham Mati Suri
| Senin, 28 September 2026 | 05:29 WIB

Peluang Investor Lari dari Saham Mati Suri

BEI resmi memberlakukan efektif batas bawah harga saham Rp 1 dari sebelumnya Rp 50 mulai Senin ini (28/9).

Pelajaran dari Kasus Manchester City untuk Investor Saham
| Senin, 28 September 2026 | 05:12 WIB

Pelajaran dari Kasus Manchester City untuk Investor Saham

 Laporan keuangan sudah diaudit oleh ekstrernal auditor sebaiknya tidak menghentikan upaya untuk melakukan due diligence.

Tak Ikut Hanyut
| Senin, 28 September 2026 | 05:06 WIB

Tak Ikut Hanyut

Sungguh kami berterima kasih kepada para pembaca dan penonton yang setia mempercayai kami hingga hari ini.

Walau Prospektif, Leasing Selektif Beri Kredit UMKM
| Senin, 28 September 2026 | 04:55 WIB

Walau Prospektif, Leasing Selektif Beri Kredit UMKM

Industri multifinance melihat pembiayaan ke sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masih cukup prospektif

Nakhoda yang Menggambar Peta Baru
| Senin, 28 September 2026 | 04:15 WIB

Nakhoda yang Menggambar Peta Baru

Yang selama ini kurang bukan cadangan mineralnya, melainkan kapabilitas untuk mengubahnya menjadi nilai.

Dana Mengendap Uang Elektronik Tembus Rp 18,7 Triliun
| Senin, 28 September 2026 | 00:03 WIB

Dana Mengendap Uang Elektronik Tembus Rp 18,7 Triliun

 Dana mengendap atau float pada uang elektronik mencapai Rp18,78 triliun per Juli 2026, naik 24,8% secara tahunan.

Jalin Kerja Sama dengan Freeport, Pasokan Terjaga Bikin Prospek HRTA Mengilap
| Minggu, 27 September 2026 | 10:00 WIB

Jalin Kerja Sama dengan Freeport, Pasokan Terjaga Bikin Prospek HRTA Mengilap

Kenaikan harga emas dapat membuat nilai penjualan meningkat meskipun volume emas yang dijual dalam satuan gram tidak bertambah.

Bulan Oktober, Musim Hijau dengan Aturan Main Baru
| Minggu, 27 September 2026 | 07:20 WIB

Bulan Oktober, Musim Hijau dengan Aturan Main Baru

Namun data musiman adalah catatan sejarah, bukan jaminan. Ibarat prakiraan cuaca, ia membantu kita memutuskan perlu membawa payung atau tidak.

Simak Prospek ASLI yang Kini Dekat dengan Haji Isam, Sahamnya Sebulan Terbang 102%
| Minggu, 27 September 2026 | 06:48 WIB

Simak Prospek ASLI yang Kini Dekat dengan Haji Isam, Sahamnya Sebulan Terbang 102%

Beneficial owmner WKM adalah Hariono, orang yang memiliki hubungan dengan Haji Isam dan juga memiliki 1,09% saham di JARR dan 1,19% saham di PGUN.

Dekarbonisasi Dongkrak Efisiensi Operasional di SMGR
| Minggu, 27 September 2026 | 06:35 WIB

Dekarbonisasi Dongkrak Efisiensi Operasional di SMGR

SMGR menggenjot produksi semen yang lebih ramah lingkungan. Bagaimana dampaknya terhadap kinerja keuangan mereka?

INDEKS BERITA

Terpopuler