BEI Dekati Lima BUMN Agar Menggelar IPO Tahun Depan

Jumat, 25 Oktober 2019 | 06:00 WIB
BEI Dekati Lima BUMN Agar Menggelar IPO Tahun Depan
[ILUSTRASI. Sejumlah karyawan mengamati layar pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (18/10/2019). BEI menargetkan ada 75 pencatatan efek baru pada tahun depan.]
Reporter: Ika Puspitasari | Editor: A.Herry Prasetyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memasang target 76 pencatatan efek baru dalam Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2020. Target ini tak jauh dari target tahun ini yaitu 75 pencatatan efek baru.

Pencatatan efek baru ini tak hanya saham, tetapi juga obligasi korporasi dan kontrak investasi kolektif (KIK), baik efek beragun aset (EBA), exchange traded fund (ETF), dana investasi real estate (DIRE), serta dana investasi infrastruktur (Dinfra).

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

Wewenang Lemigas di Rantai Pasok BBM
| Rabu, 10 Juni 2026 | 05:59 WIB

Wewenang Lemigas di Rantai Pasok BBM

Menurut Bahlil, penunjukan Lemigas sebagai kepanjangan tangan pemerintah dalam kegiatan impor bertujuan meningkatkan efisiensi tata niaga energi

Respons Pemodal Asing di BBCA & BBRI, Banyak yang Lepas Tapi Ada Juga yang Akumulasi
| Rabu, 10 Juni 2026 | 05:57 WIB

Respons Pemodal Asing di BBCA & BBRI, Banyak yang Lepas Tapi Ada Juga yang Akumulasi

Derasnya arus dana asing yang keluar juga turut menjadi faktor penurunan nilai saham dua bank ke rekor terendah lima tahun terakhir.

Industri Belum Mengubah Target Penjualan Mobil
| Rabu, 10 Juni 2026 | 05:55 WIB

Industri Belum Mengubah Target Penjualan Mobil

Meski tren penjualan meningkat, Gaikindo tetap membidik penjualan roda empat  sebanyak 850.000 unit pada 2026

Ramai Tekanan, Leasing Dorong Efisiensi Bisnis
| Rabu, 10 Juni 2026 | 05:40 WIB

Ramai Tekanan, Leasing Dorong Efisiensi Bisnis

BOPO multifinance melandai ke level 79,21% pada April 2026, dibanding periode yang sama di tahun lalu yang masih sebesar 80,25%.

Rencana OPEC+ Tambah Pasokan Minyak Diprediksi Belum Berikan Dampak Ke Pasar
| Rabu, 10 Juni 2026 | 05:37 WIB

Rencana OPEC+ Tambah Pasokan Minyak Diprediksi Belum Berikan Dampak Ke Pasar

Konflik yang berkepanjangan dan penutupan Selat Hormuz yang sedang berlangsung telah memutus pasokan energi dari Teluk Persia.

Kenaikan BI Rate Bisa Menekan Prospek Kredit
| Rabu, 10 Juni 2026 | 05:30 WIB

Kenaikan BI Rate Bisa Menekan Prospek Kredit

Kenaikan BI rate akan meningkatkan tekanan biaya dana, terutama dari deposito dan dana korporasi besar. ​

Metrodata Electronics (MTDL) Bidik Pendapatan Tumbuh 10% Tahun ini
| Rabu, 10 Juni 2026 | 05:20 WIB

Metrodata Electronics (MTDL) Bidik Pendapatan Tumbuh 10% Tahun ini

Salah satu fokus utama MTDL adalah pengembangan lini bisnis solusi dan konsultasi digital, yakni menata ulang arsitektur solusi.

Bank Perkuat Payroll demi Menjaga Dana Murah Saat BI Rate Naik
| Rabu, 10 Juni 2026 | 05:00 WIB

Bank Perkuat Payroll demi Menjaga Dana Murah Saat BI Rate Naik

Di tengah tren kenaikan bunga deposito, keberadaan CASA menjadi semakin krusial karena mampu menekan biaya dana atau cost of fund (CoF) 

Simak Prediksi IHSG Hari Ini (10/6) Setelah Melonjak 404 Poin
| Rabu, 10 Juni 2026 | 04:50 WIB

Simak Prediksi IHSG Hari Ini (10/6) Setelah Melonjak 404 Poin

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak 404,51 atau 7,57% menjadi 5.746,65 pada perdagangan Selasa (9/6) setelah turun 4 hari beruntun.

Aturan Ekspor SDA Seret Sederet Lini Usaha Asuransi
| Rabu, 10 Juni 2026 | 04:45 WIB

Aturan Ekspor SDA Seret Sederet Lini Usaha Asuransi

Perubahan tata kelola ekspor menyisakan pekerjaan rumah bagi perusahaan asuransi akibat banyaknya kontrak yang perlu disesuaikan.

INDEKS BERITA