Beras Bansos

Rabu, 03 Agustus 2022 | 08:00 WIB
Beras Bansos
[]
Reporter: Harian Kontan | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Akhir pekan lalu, sebuah video viral menunjukkan puluhan karung beras bantuan sosial (bansos) dikubur di Depok, Jawa Barat.

Meski disebut bahwa beras itu tidak layak konsumsi, ada pemandangan memprihatinkan di sana. Food wasted alias makanan terbuang sia-sia karena manajemen yang tidak baik.

Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mengatakan, beras bansos itu merupakan bagian dari Beras Bantuan Khusus Presiden atau Banpres 2020. Pemerintah membagikan Banpres kepada 1,9 juta keluarga terdampak pandemi Covid-19 di Jabodetabek.

Beras yang dikubur kurang lebih 1 ton. Bulog sebagai penyalur, menggandeng JNE sebagai transporter. Beras dikubur karena rusak dalam perjalanan dari gudang menuju ke lokasi penerima manfaat.

JNE menyatakan tidak ada pelanggaran yang dilakukan. Mereka menerapkan standar penanganan operasional barang rusak sesuai dengan perjanjian kerja sama.

Terpisah, Polda Metro Jaya mengatakan, JNE bekerja sama dengan PT DNR dalam penyaluran beras bansos di Depok. Sementara Kementerian Sosial (Kemsos), mengaku tak tahu ada kerja sama antara Bulog dan JNE.

Kalau temuan timbunan beras bansos cukup mengejutkan jagad media sosial, tidak demikian sebenarnya dengan informasi beras rusak. Pemerintah bahkan mengakui pernah terjadi pendistribusian beras bansos rusak.

Kualitas beras bansos dipengaruhi oleh proses dari hulu hingga hilir. Rusaknya kualitas beras bansos dalam proses pengiriman merupakan proses hilir. Sementara proses keseluruhan dilihat dari sejak beras petani masuk hingga penyimpanan di Gudang Bulog. 

Sebagai off taker komoditas dalam penugasan pemerintah, manajemen Bulog diperhitungkan. Manajemen itu mencakup kontrol kualitas ketika menyerap beras, menyediakan gudang dengan standar memadai hingga mengatur arus masuk-keluar barang supaya tidak ada penyimpanan yang kelewat lama.

Namun tampaknya masih sulit berharap Bulog berbenah diri kalau masih sering mengaku merugi akibat menjalankan penugasan. Jika pemerintah masih ingin mempertahankan Bulog, permasalahan klasik dari perusahaan yang berdiri sejak tahun 1967 itu harus diatasi. 

Penyaluran logistik Bulog mesti efisien dan efektif. Food wasted harus dipandang sebagai pemborosan struktural dan masalah sosial. 

Bagikan

Berita Terbaru

Prospek Ultrajaya (ULTJ) Diadang Rencana Pemberlakuan Tarif Cukai
| Minggu, 08 Februari 2026 | 11:24 WIB

Prospek Ultrajaya (ULTJ) Diadang Rencana Pemberlakuan Tarif Cukai

 Pemerintah berencana menerapkan pungutan cukai untuk produk minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) di tahun ini.

Masih Disetir Faktor Global, IHSG Anjlok 4,73% Dalam Sepekan
| Minggu, 08 Februari 2026 | 11:19 WIB

Masih Disetir Faktor Global, IHSG Anjlok 4,73% Dalam Sepekan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 2,08% ke 7.935,26 pada Jumat (6/2). Koreksi ini menambah pelemahan IHSG 4,73% dalam sepekan. ​

OJK Berharap Aliran Dana Mengucur Deras ke BEI
| Minggu, 08 Februari 2026 | 11:13 WIB

OJK Berharap Aliran Dana Mengucur Deras ke BEI

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan penghimpunan dana di pasar modal di tahun 2026 bisa tembus Rp 250 triliun.

Biar Biaya Subscription Tak Bikin Dompet Jebol
| Minggu, 08 Februari 2026 | 10:00 WIB

Biar Biaya Subscription Tak Bikin Dompet Jebol

Meski kecil, biaya subscription rupanya bisa berdampak ke keuangan. Simak cara mengatasinya!        

Kinerja Obligasi Berisiko Volatil Jangka Pendek, Selektif Pilih Tenor SUN
| Minggu, 08 Februari 2026 | 09:00 WIB

Kinerja Obligasi Berisiko Volatil Jangka Pendek, Selektif Pilih Tenor SUN

Sikap Moody's Ratings mengubah prospek peringkat Pemerintah Indonesia, menambah sentimen negatif di pasar obligasi. Masih layak beli?

Susun Strategi Biar Botol Tak Mencemari Lingkungan
| Minggu, 08 Februari 2026 | 07:05 WIB

Susun Strategi Biar Botol Tak Mencemari Lingkungan

Kebijakan Bali yang membatasi ukuran botol AMDK menjadi ujian bagi industri, dan mendorong CLEO membuktikan komitmennya.

Laju Penjualan Sepeda Motor Listrik Tak Lagi Menderu
| Minggu, 08 Februari 2026 | 06:15 WIB

Laju Penjualan Sepeda Motor Listrik Tak Lagi Menderu

Kepastian absennya subsidi sepeda motor listrik membuat pasar bergerak tanpa insentif. Bagaimana strategi produsen?

 
Rupiah dalam Sepekan Tertekan Sentimen Domestik dan Global
| Minggu, 08 Februari 2026 | 06:10 WIB

Rupiah dalam Sepekan Tertekan Sentimen Domestik dan Global

Mengutip Bloomberg, rupiah di pasar spot melemah 0,20% secara harian ke Rp 16.876 per dolar AS. Dalam sepekan, rupiah melemah 0,53%. 

Tips Jordan Simanjuntak, CMO Triv untuk Investor Kripto Pemula
| Minggu, 08 Februari 2026 | 06:00 WIB

Tips Jordan Simanjuntak, CMO Triv untuk Investor Kripto Pemula

Perjalanan karier membawa Jordan Simanjuntak, Chief Marketing Officer Triv ini berinvestasi di aset kripto

Modal Jajanan Pasar: Rp3 Juta Hasilkan Omzet Menggiurkan!
| Minggu, 08 Februari 2026 | 05:15 WIB

Modal Jajanan Pasar: Rp3 Juta Hasilkan Omzet Menggiurkan!

Dengan harga terjangkau, cita rasa lokal, dan bisa dinikmati siapa saja, usaha jajanan pasar menawarkan peluang yang men

INDEKS BERITA

Terpopuler