Berkaca Pada Kinerja Kuartal Pertama, Astra Graphia (ASGR) Optimistis Hadapi 2019

Kamis, 11 April 2019 | 09:34 WIB
Berkaca Pada Kinerja Kuartal Pertama, Astra Graphia (ASGR) Optimistis Hadapi 2019
[]
Reporter: Andy Dwijayanto | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tahun ini, PT Astra Graphia Tbk (ASGR) menargetkan pertumbuhan bisnis lebih baik dibandingkan tahun lalu. Sepanjang 2018, emiten Grup Astra ini mengantongi pendapatan sebesar Rp 4,07 triliun dan laba bersih Rp 270,40 miliar. Pencapaian itu tumbuh masing-masing sebesar 3,83% dan 5,12% year on year (yoy).

Nah, Presiden Direktur PT Astra Graphia Tbk, Harry Halim, mengemukakan tahun ini mereka menargetkan pertumbuhan dua digit, baik pendapatan maupun laba bersih. Ekspektasi tersebut seiring perkembangan bisnis yang terus meningkat. Manajemen juga optimistis melihat kondisi makro, dengan target pertumbuhan ekonomi nasional di level 5%.

Dengan asumsi pertumbuhan tersebut, ASGR meyakini kinerja pada tahun ini akan tumbuh lebih baik. "Tahun ini minimal bisa tumbuh 10%," kata Harry, Rabu (10/4).

Dia optimistis proyeksi tersebut bisa terwujud. Sebab, kinerja hingga kuartal I 2019 terlihat ada peningkatan.

"Kinerja di kuartal pertama inline dengan target, sudah terasa peningkatan. Setiap bulan kami akan mengejar pertumbuhan. Realisasi kuartal pertama, belum bisa saya disclose karena masih harus finalisasi," kata Harry.

Manajemen ASGR mengharapkan seluruh lini bisnis bisa berkembang dengan baik. Berkaca pada pencapaian tahun lalu, lini usaha solusi dokumen dan solusi teknologi informasi tumbuh masing-masing sebesar 9% dan 19%. Namun unit usaha solusi perkantoran menurun 12%.

Untuk memuluskan rencana bisnis di sepanjang tahun ini, ASGR menyiapkan belanja modal Rp 338 miliar, turun dari alokasi tahun lalu yang mencapai Rp 400 miliar.

Perusahaan ini akan menggunakan dana belanja modal untuk mendorong kinerja dan pengembangan bisnis. "Sumber dana dari internal semua. Kalau nanti ada kebutuhan," ungkap Harry.

Manajemen menyebutkan, sejauh ini aksi korporasi atau opsi mencari pendanaan eksternal belum ada. Pasalnya, Astra Graphia menilai kas perusahaan masih cukup untuk mendanai segala kebutuhan ekspansi dan operasional dalam setahun ini. "Cash flow di posisi awal tahun Rp 225 miliar. Jadi masih cukup untuk perputaran di 2019. Namun itu semua tergantung kebutuhan juga, selama ini ASGR lebih banyak dari kas internal," klaim Harry.

Memang, Astra Graphia terus memacu bisnis pada tahun ini. Salah satu strateginya adalah mengembangkan Spotque, yang diperkenalkan pada Agustus tahun lalu. Dengan mengusung konsep penyediaan tempat untuk event, meeting dan working space, kinerja Spotque menunjukkan perkembangan yang baik.

Layanan online room reservation ini sudah menjangkau seluruh titik di Indonesia. "Spotque sudah 3.000-an titik di seluruh Indonesia, tetapi terutama ada di Jakarta," papar Harry.

Astra Graphia juga terus mengembangkan lini bisnis di bawah Astragraphia Xprins Indonesia (AXI) seperti AXIque, Printque dan Courierque. Targetnya, AXI bisa berkontribusi lebih positif terhadap kinerja perusahaan tersebut. "Tahun ini paling tidak bisnis AXI akan lebih baik, semoga bisa dorong pertumbuhan top line kami berkisar dua digit," tutur Harry.

Direktur ASGR, Halim Wahjana, menyebutkan sebagian laba bersih tahun lalu akan dikucurkan sebagai dividen kepada pemegang saham. Selain itu, sebagian lagi akan digunakan sebagai dana cadangan perusahaan.

"Sebesar 40% laba bersih sebagai dividen atau Rp 80 per saham. Karena kami sudah membagikan dividen interim Rp 30 per saham pada 22 Oktober 2018, jadi tinggal membagi Rp 50 per saham," kata dia. Pembayaran dividen dijadwalkan 10 Mei 2019. Di RUPS, ASGR mengangkat Gunawan Geniusahardja sebagai komisaris independen.

Bagikan

Berita Terbaru

Daya Tarik Emas Memudar? Terjun 8% dalam Sehari, Terburuk 43 Tahun
| Senin, 23 Maret 2026 | 17:27 WIB

Daya Tarik Emas Memudar? Terjun 8% dalam Sehari, Terburuk 43 Tahun

Harga emas turun lebih dari 10% minggu lalu. Ini adalah penurunan mingguan tercuram sejak Februari 1983.

Peluang Saham ICBP di Tengah Isu Daya Beli dan Kenaikan Harga Bahan Baku
| Senin, 23 Maret 2026 | 15:00 WIB

Peluang Saham ICBP di Tengah Isu Daya Beli dan Kenaikan Harga Bahan Baku

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) diproyeksikan masih akan melanjutkan tren kinerja keuangan yang solid di tahun ini.

Kenaikan Harga Ayam Broiler dan Impor Bahan Baku Jadi Penentu Kinerja CPIN
| Senin, 23 Maret 2026 | 14:50 WIB

Kenaikan Harga Ayam Broiler dan Impor Bahan Baku Jadi Penentu Kinerja CPIN

Pemerintah berencana memperluas cakupan MBG hingga 83 juta penerima pada Mei 2026, naik signifikan dibandingkan 55 juta penerima di Januari 2026.

Konflik Iran: Jebakan Perang yang Kini Menjegal Kekuasaan Trump
| Senin, 23 Maret 2026 | 14:27 WIB

Konflik Iran: Jebakan Perang yang Kini Menjegal Kekuasaan Trump

Goldman Sachs dan JP Morgan proyeksikan harga Brent bisa tembus US$100. Ketahui pemicu kenaikan dan dampaknya pada pasar energi global.

Ekspor RI Tahan Guncangan Timur Tengah, Tapi Terjepit dari Sisi Biaya
| Senin, 23 Maret 2026 | 14:20 WIB

Ekspor RI Tahan Guncangan Timur Tengah, Tapi Terjepit dari Sisi Biaya

Jika konflik berkepanjangan, harga minyak global pada 2026 diproyeksikan berada di kisaran US$ 85 – US$ 120 per barel.

Meramu Portofolio Tahan Banting di Tengah Ketidakpastian Global Ala Bank DBS
| Senin, 23 Maret 2026 | 13:00 WIB

Meramu Portofolio Tahan Banting di Tengah Ketidakpastian Global Ala Bank DBS

Bank DBS bahkan menaikkan proyeksi harga emas ke level US$ 6.250 per ons troi pada paruh kedua 2026.

Kinerja 2025 Belum Maksimal, Pemulihan APLN Diproyeksi Akan Lambat
| Senin, 23 Maret 2026 | 11:00 WIB

Kinerja 2025 Belum Maksimal, Pemulihan APLN Diproyeksi Akan Lambat

Sepanjang 2025, APLN mencatatkan penjualan dan pendapatan usaha sebesar Rp 3,56 triliun, merosot 36,08% year on year (YoY).

MSCI Indonesia Index Minus di Awal 2026, Kalah dari Malaysia dan Thailand
| Senin, 23 Maret 2026 | 10:00 WIB

MSCI Indonesia Index Minus di Awal 2026, Kalah dari Malaysia dan Thailand

MSCI Indonesia Index berisi 18 saham dengan total market cap senilai US$ 111,98 miliar. Sepuluh saham terbesarnya merupakan saham-saham big caps.

Usai Kemeriahan Lebaran, MAPI Bakal Hadapi Tantangan Tekanan Daya Beli
| Senin, 23 Maret 2026 | 08:00 WIB

Usai Kemeriahan Lebaran, MAPI Bakal Hadapi Tantangan Tekanan Daya Beli

Kondisi harga minyak global yang relatif tinggi saat ini dan diperkirakan akan bertahan lama, diprediksi juga akan berpotensi menekan SSSG MAPI.

Daftar Sentimen Positif dan Negatif yang Mewarnai Kinerja PTPN IV PalmCo
| Senin, 23 Maret 2026 | 07:30 WIB

Daftar Sentimen Positif dan Negatif yang Mewarnai Kinerja PTPN IV PalmCo

PalmCo terus mengakselerasi transformasi bisnis melalui penguatan tata kelola, hingga peningkatan volume produk bersertifikasi.

INDEKS BERITA

Terpopuler