BI Diramal Naikkan Suku Bunga di Waktu Dekat, Ekonom Jabarkan Akar Masalah & Imbasnya

Senin, 06 Juli 2026 | 17:14 WIB
BI Diramal Naikkan Suku Bunga di Waktu Dekat, Ekonom Jabarkan Akar Masalah & Imbasnya
[ILUSTRASI. Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75% dalam Rap (AI/ChatGPT/Wahyu Tri Rahmawati)]
Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTTAN.CO.ID - JAKARTA. Tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang telah menembus level psikologis Rp 18.000 per dolar Amerika Serikat (AS) belum juga mereda dan bahkan diproyeksi semakin berat karena Bank Indonesia (BI) diramal akan kembali menaikkan suku bunga acuan secara agresif guna menjaga stabilitas nilai tukar.

Ramalan atau analisis tersebut dijabarkan oleh Bloomberg Economics yang memperkirakan BI akan menaikkan BI Rate sebesar 50 basis poin menjadi 6,25% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) 22 Juli mendatang, disusul kenaikan lagi sebesar 25 basis poin pada Agustus.

Sebagaimana diketahui, BI telah berulang kali melakukan intervensi tahun ini untuk menopang rupiah di tengah tekanan depresiasi yang kuat.

Penjualan dolar, bersamaan dengan pembayaran utang luar negeri, menurunkan cadangan devisa menjadi US$ 144,9 miliar pada bulan Mei, dengan rasio cakupan cadangan turun menjadi 5,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri, turun dari 6,3 bulan pada bulan Desember. Dapat dikatakan, pada periode ini mata uang Indonesia telah berkinerja lebih rendah dibandingkan mata uang lainnya sejak Presiden Prabowo Subianto menjabat pada Oktober 2024.

Ekonom Bloomberg Tamara Hast Henderson dalam paparannya tersebut menuturkan rasio cadangan wajib kemungkinan turun lebih lanjut pada bulan Juni, mengingat penurunan rupiah yang semakin cepat di awal bulan, yang juga memperbesar nilai impor. Meski demikian, rasio tersebut kemungkinan tetap berada di atas patokan tiga bulan untuk kecukupan cadangan wajib.

Baca Juga: Nasib Rupiah: Data AS Lemah, Bisakah Terus Perkasa Pekan Ini?

Berdasarkan pertimbangan tersebut, Bloomberg Economics memperkirakan Bank Indonesia akan menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin menjadi 6,25% pada rapat 22 Juli 2026, kemudian menaikkannya lagi sebesar minimal 25 basis poin pada rapat 19 Agustus 2026.

Pada saat yang sama, inflasi diperkirakan mulai bergerak di atas sasaran BI sehingga menjadi alasan tambahan bagi bank sentral untuk memperketat kebijakan moneter.

Bloomberg juga membuka kemungkinan adanya kenaikan suku bunga lebih lanjut pada kuartal IV-2026, tergantung pada bagaimana respons kebijakan pemerintah terhadap tekanan yang terjadi.

"Jika BI tidak memperketat kebijakan moneternya secara memadai, terdapat risiko rupiah akan terus mengalami pelemahan yang signifikan. Kondisi tersebut akan menciptakan dilema bagi BI" terangnya, dikutip KONTAN, Senin (6/7).

Jika BI memilih mempertahankan nilai tukar melalui intervensi dengan menjual dolar AS, maka cadangan devisa akan semakin terkuras. Penurunan cadangan devisa inilah yang berpotensi memicu penurunan peringkat kredit oleh Fitch maupun lembaga pemeringkat lainnya.

Sebaliknya, jika BI mengurangi intervensi, pelemahan rupiah dapat memicu kenaikan inflasi sekaligus mengurangi minat investor asing untuk menanamkan modal di Indonesia.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

Risiko Pasar Meningkat, CDS Indonesia Melejit Lagi
| Senin, 07 September 2026 | 10:18 WIB

Risiko Pasar Meningkat, CDS Indonesia Melejit Lagi

Credit Default Swap (CDS) Indonesia tenor 10 tahun berada di kisaran 137,8 basis poin (bps) naik dari sekitar 120 bps pada akhir 2025.​

Konflik AS-Iran Kembali Memanaskan Saham Sektor Migas
| Senin, 07 September 2026 | 08:52 WIB

Konflik AS-Iran Kembali Memanaskan Saham Sektor Migas

Risiko gangguan pasokan di Selat Hormuz serta potensi undersupply minyak pada 2026 membuka peluang bagi sejumlah saham migas

Lonjakan Harga CPO Menopang Kinerja
| Senin, 07 September 2026 | 08:43 WIB

Lonjakan Harga CPO Menopang Kinerja

Kenaikan harga Crude Palm Oil (CPO) terjadi akibat efek fenomena El Nino hingga program mandatori B50

Apa yang Salah dari Pandangan  Leopold Aschenbrenner?
| Senin, 07 September 2026 | 08:02 WIB

Apa yang Salah dari Pandangan Leopold Aschenbrenner?

Masalahnya, kemenangan berulang mengubah persepsi terhadap risiko. Posisi agresif terasa normal. Overleveraged terlihat masuk akal. 

Prospek MOLI & SRSN Terkerek Kenaikan Harga Etanol Global dan Kebijakan Bioetanol E20
| Senin, 07 September 2026 | 08:02 WIB

Prospek MOLI & SRSN Terkerek Kenaikan Harga Etanol Global dan Kebijakan Bioetanol E20

Kenaikan harga etanol berkorelasi positif dengan kinerja MOLI maupun SRSN karena kontribusinya yang besar.

Awal Pekan di Tengah Penyebaran Abu Vulkanik, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Senin, 07 September 2026 | 07:36 WIB

Awal Pekan di Tengah Penyebaran Abu Vulkanik, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Dari pasar domestik, pasar akan menunggu rilis data cadangan devisa Indonesia bulan Agustus 2026 yang  diumumkan hari ini.

RI Tawarkan  Investasi Migas ke Rusia
| Senin, 07 September 2026 | 07:33 WIB

RI Tawarkan Investasi Migas ke Rusia

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyampaikan, penawaran wilayah kerja potensial kepada investor Rusia mencakup berbagai sektor energi prime

Langka, Stok Beras Premium di Pasar Modern
| Senin, 07 September 2026 | 07:29 WIB

Langka, Stok Beras Premium di Pasar Modern

Kelangkaan beras premium di pasar modern karena harga beli dari pemasok berada di atas HET sehingga mengurangi penjualan

Dampak Abu Anak Krakatau Makin Meluas
| Senin, 07 September 2026 | 07:26 WIB

Dampak Abu Anak Krakatau Makin Meluas

Sebaran abu vulkanik akibat erupsi anak gunung Krakatau, yang mulai terjadi pada Jumat (4/9) pukul 23.23 berdampak pada aktivitas antar wilayah. 

Dampak Abu Anak Krakatau Meluas
| Senin, 07 September 2026 | 07:26 WIB

Dampak Abu Anak Krakatau Meluas

Sebaran abu vulkanik akibat erupsi anak gunung Krakatau, yang mulai terjadi pada Jumat (4/9) pukul 23.23 berdampak pada aktivitas antar wilayah. 

INDEKS BERITA

Terpopuler