Biaya Dana Bank Digital Bakal Berlanjut Naik

Selasa, 22 September 2026 | 06:40 WIB
Biaya Dana Bank Digital Bakal Berlanjut Naik
[ILUSTRASI. Krom Bank - kontan kilas online (KROM BANK/KILAS)]
Reporter: Aura Putri | Editor: Dina Hutauruk

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tekanan biaya dana perbankan digital diperkirakan masih berlanjut hingga akhir 2026. Ini terjadi seiring ketatnya persaingan dalam menghimpun dana pihak ketiga (DPK), yang memaksa bank digital menawarkan bunga deposito tinggi.

Sejumlah bank digital terus memutar otak mendorong transaksi guna memperkuat dana murah agar ketergantungan pada deposito berbunga tinggi berkurang serta biaya dana tetap terkendali.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

Kebijakan Impor Gula Kembali Menuai Polemik
| Selasa, 22 September 2026 | 07:49 WIB

Kebijakan Impor Gula Kembali Menuai Polemik

APTRI menyoroti izin pemasukan gula mentah (raw sugar) sebanyak 150.000 ton yang disebut akan diolah menjadi gula kristal rafinasi (GKR).

Bisnis Hilir Makin Dominan, STAA Bidik Pertumbuhan Laba Bersih di Tengah El Nino
| Selasa, 22 September 2026 | 07:46 WIB

Bisnis Hilir Makin Dominan, STAA Bidik Pertumbuhan Laba Bersih di Tengah El Nino

STAA tengah menyiapkan pembangunan pabrik kelapa sawit ke-11 di Sumatera Selatan yang ditargetkan mulai beroperasi pada tahun depan.

Investasi Deras, Manfaat Ekonomi Masih Terbatas
| Selasa, 22 September 2026 | 07:29 WIB

Investasi Deras, Manfaat Ekonomi Masih Terbatas

Salah satu penyebabnya, persaingan dalam menarik dana asing antarnegara di kawasan ASEAN bakal makin ketat.

Jurus AirAsia Group Menghadapi Turbulensi Ekonomi
| Selasa, 22 September 2026 | 07:29 WIB

Jurus AirAsia Group Menghadapi Turbulensi Ekonomi

AirAsia Group Berhad menegaskan kembali komitmennya untuk menjalankan bisnis secara fokus dan terukur di tengah kondisi industri penerbangan.

Tantangan Baru bagi Industri Manufaktur
| Selasa, 22 September 2026 | 07:29 WIB

Tantangan Baru bagi Industri Manufaktur

Kenaikan suku bunga The Fed menjadi tambahan tekanan industri lewat biaya pendanaan, nilai tukar, dan perubahan minat investor terhadap risiko.

WEHA Tambah Kendaraan Listrik DayTrans
| Selasa, 22 September 2026 | 07:27 WIB

WEHA Tambah Kendaraan Listrik DayTrans

Perusahaan transportasi PT WEHA Transportasi Indonesia Tbk (WEHA) menambah kendaraan listrik untuk operasional layanan antarkota DayTrans.

Produksi Tinggi, AMMN Balikkan Posisi Rugi Jadi Laba
| Selasa, 22 September 2026 | 07:26 WIB

Produksi Tinggi, AMMN Balikkan Posisi Rugi Jadi Laba

PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mampu mengubah posisi rugi menjadi laba pada semester I-2026

Tigaraksa (TGKA) Bidik Kinerja Konservatif di Tahun 2026
| Selasa, 22 September 2026 | 07:20 WIB

Tigaraksa (TGKA) Bidik Kinerja Konservatif di Tahun 2026

Dibayangi tantangan daya beli masyarakat, PT Tigaraksa Satria Tbk (TGKA) tak muluk-muluk membidik pertumbuhan bisnis tahun ini.

RKAB Telat Hantui Emiten Jasa Tambang
| Selasa, 22 September 2026 | 07:16 WIB

RKAB Telat Hantui Emiten Jasa Tambang

Menakar dampak keterlambatan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) bagi emiten jasa tambang

Dilema Harga Nikel Tekan Kinerja ANTM, Bisnis Emas Freeport bisa Jadi Penetralisir
| Selasa, 22 September 2026 | 07:14 WIB

Dilema Harga Nikel Tekan Kinerja ANTM, Bisnis Emas Freeport bisa Jadi Penetralisir

Emas berpotensi menjadi penopang pertumbuhan laba Antam lewat tambahan volume, harga jual yang tinggi, serta kepastian pasokan bahan baku.

INDEKS BERITA

Terpopuler