KONTAN.CO.ID - JAKARTA, Marisa, karyawan kantor notaris di Jakarta Selatan, galau. Sudah sekitar 11 tahun terakhir, ia mengambil produk asuransi unitlink sebuah perusahaan asuransi besar. Hasil pengelolaan investasi yang ia lihat berdasarkan laporan tiap tahun semakin jauh dari proyeksi awal.
Saat itu, Marisa mengambil asuransi unitlink untuk meng-cover risiko kesehatan dan kematian dua anaknya yang saat itu berumur tiga dan lima tahun. Produk itu sekaligus jadi bekal untuk biaya pendidikan saat masuk kuliah nanti. Apa daya, pengembangan dana sangat lambat, meski tiap bulan dia harus setor premi dua produk unitlink sebesar Rp 1,5 juta.
Berita Terkait
Berita Terbaru
Kemiskinan Indonesia Turun ke 8,25% pada 2025, Tapi Tekanan Biaya Hidup Masih Tinggi
Secara jumlah, penduduk miskin Indonesia tercatat 23,36 juta orang, menyusut 490 ribu orang dibandingkan Maret 2025.
Tambahan Anggaran PU Rp 36,91 Triliun, Harapan Baru atau Sekadar Penyangga bagi BUMN?
Upaya Pemerintah menambah anggaran Rp 36,91 triliun guna mempercepat pembangunan infrastruktur, dianggap bisa menjadi suplemen bagi BUMN Karya.
Ramadan Dongkrak Trafik Data, Saham ISAT Masih Layak Dicermati?
Kinerja PT Indosat Tbk (ISAT) ada di jalur pemulihan yang semakin berkelanjutan. Sejak akhir 2025, ISAT mencatat lonjakan signifikan trafik data.
Ditopang Normalisasi AMMN & Tambahan PI Corridor, Kinerja MEDC Diproyeksikan Melesat
Dalam jangka pendek, saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dipandang masih dalam fase downtrend.
Prospek ERAL Masih Menarik, Meski Tengah Menanti Kepastian Insentif Mobil Listrik
PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL) berencana menambah gerai baru sekaligus menghadirkan produk dan merek baru di berbagai segmen usaha.
Free Float Naik ke 15%, Emiten yang Tak Butuh Pendanaan Pasar Modal bisa Go Private?
Di rancangan peraturan terbaru, besaran free float dibedakan berdasarkan nilai kapitalisasi saham calon emiten sebelum tanggal pencatatan.
Menakar Daya Tarik Obligasi ESG: Menimbang Return dan Feel Good
Obligasi bertema ESG dan keberlanjutan akan meramaikan penerbitan surat utang di 2026. Bagaimana menakar daya tariknya?
Dharma Polimetal (DRMA) Produksi Baterai Motor Listrik
Strategi tersebut ditempuh melalui penguatan kapabilitas manufaktur, diversifikasi produk bernilai tambah, serta integrasi ekosistem bisnis.
Pebisnis Minta Kepastian Izin Impor Daging Sapi
Para pelaku usaha tengah menantikan kepastian izin impor yang belum terbit. Padahal, saat ini sudah melewati waktu proses.
Kebijakan Pemerintah Jadi Sorotan, Dampak Buruknya ke Pasar SBN
Investor asing mencatat jual neto Rp 2,77 triliun di SBN. Tekanan jual ini diprediksi berlanjut hingga Kuartal I 2026. Pahami risikonya.
