Bisnis Asuransi Syariah Diyakini Ngegas di Tahun 2027

Jumat, 25 September 2026 | 04:55 WIB
Bisnis Asuransi Syariah Diyakini Ngegas di Tahun 2027
[ILUSTRASI. Ilustrasi asuransi syariah (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)]
Reporter: Ade Priyatin, Tendi Mahadi | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bisnis asuransi syariah diyakini lebih semarak di  tahun depan. Selesainya proses spin-off massal yang dilakukan di tahun 2026 jadi salah satu sentimennya. 

Kinerja asuransi syariah tahun ini memang menunjukkan penurunan. Di mana, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kontribusi yang didapat pelaku usaha per Juli 2026 turun 12,67% secara tahunan menjadi Rp 14,19 triliun.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

Bank Mulai Bentangkan Benang Kredit ke Sektor Tekstil
| Jumat, 25 September 2026 | 05:30 WIB

Bank Mulai Bentangkan Benang Kredit ke Sektor Tekstil

 KB Bank masih terbuka meningkatkan kredit ke sektor TPT dan garmen .                                      

Euforia Menkeu Baru Mereda, Mengapa Asing Masih Kabur dari Saham Big Banks?
| Jumat, 25 September 2026 | 05:22 WIB

Euforia Menkeu Baru Mereda, Mengapa Asing Masih Kabur dari Saham Big Banks?

Kekhawatiran pasar lebih mengarah pada kualitas laba dan prospek margin bunga bersih (NIM), terutama ketika biaya pendanaan meningkat.

Bisnis Asuransi Syariah Diyakini Ngegas di Tahun 2027
| Jumat, 25 September 2026 | 04:55 WIB

Bisnis Asuransi Syariah Diyakini Ngegas di Tahun 2027

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kontribusi yang didapat pelaku usaha per Juli 2026 turun 12,67% secara tahunan menjadi Rp 14,19 triliun.

Impack Pratama Industri (IMPC) Genjot Penjualan di Pasar Ekspor
| Jumat, 25 September 2026 | 04:20 WIB

Impack Pratama Industri (IMPC) Genjot Penjualan di Pasar Ekspor

Untuk memperbesar penetrasi di pasar, IMPC akan mengeksplorasi sejumlah peluang, terutama melalui pengembangan produk dan perluasan akses pasar.

Ketika Dua Peraih Nobel Bertemu di Bali
| Jumat, 25 September 2026 | 04:11 WIB

Ketika Dua Peraih Nobel Bertemu di Bali

Cita-cita Indonesia Emas 2045 kerap diucapkan seolah ia garis finis yang pasti kita capai asal berlari cukup kencang.

Menakar Untung Rugi Penerapan Cukai Minuman Berpemanis Dalam Kemasan
| Jumat, 25 September 2026 | 04:00 WIB

Menakar Untung Rugi Penerapan Cukai Minuman Berpemanis Dalam Kemasan

Target penerimaan cukai MBDK pada 2027 berada di kisaran Rp 1,6 triliun. Target tersebut turun tajam dari target 2026 sebesar Rp 7,6 triliun.

Proyek PLTS 100 GWp Dikebut, KEEN, ITMG, dan DSSA Berpotensi Kecipratan Cuan
| Kamis, 24 September 2026 | 13:37 WIB

Proyek PLTS 100 GWp Dikebut, KEEN, ITMG, dan DSSA Berpotensi Kecipratan Cuan

Penunjukan langsung memiliki risiko terkait transparansi, kemampuan teknologi, kapasitas pendanaan, dan track record perusahaan yang ditunjuk. 

Menguji Daya Tahan Rally Saham POWR di Tengah Aksi Profit Taking
| Kamis, 24 September 2026 | 13:15 WIB

Menguji Daya Tahan Rally Saham POWR di Tengah Aksi Profit Taking

Sekitar 60% tambahan permintaan listrik dari pelanggan industri pada semester I-2026 berasal dari data center.

Bobby Gafur Jual Saham OASA, Sinyal Apa untuk Pasar?
| Kamis, 24 September 2026 | 13:00 WIB

Bobby Gafur Jual Saham OASA, Sinyal Apa untuk Pasar?

Sejauh ini kepemilikan Bobby Gafur masih berada di sekitar 32% dan ia masih mempertahankan posisi sebagai pengendali OASA.

Saham Emiten Terafiliasi Prajogo Pangestu Masih Menarik, Ini Katalis CUAN
| Kamis, 24 September 2026 | 12:00 WIB

Saham Emiten Terafiliasi Prajogo Pangestu Masih Menarik, Ini Katalis CUAN

Penguatan CUAN lebih banyak didorong oleh ekspektasi pertumbuhan fundamental, dan positioning investor terhadap ekosistem bisnis Prajogo Pangestu.

INDEKS BERITA