Bisnis Komponen Terimbas Pasar Otomotif

Senin, 15 April 2024 | 05:05 WIB
Bisnis Komponen Terimbas Pasar Otomotif
[ILUSTRASI. Ketua Pengurus Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) Sigit P. Kumala (kanan) didampingi Advisor YDBA Tonny Sumartono (kiri) dan Sekretaris Pengurus YDBA Ema Poedjiwati (kedua kiri) menunjukkan komponen otomotif produksi UMKM binaan YDBA kepada Ketua Pembina YDBA Tiffani Boer di booth YDBA, dalam Pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2023 di ICE BSD, Tangerang, Kamis (10/8/2023). Dalam pameran GIIAS kali ini, YDBA menghadirkan berbagai produk UMKM yang ditampilkan dalam 7 zona, yaitu zona pohon industri, manufaktur, bengkel, inovasi, teknologi tepat guna, alat kesehatan dan zona fun area. (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)]
Reporter: Dimas Andi | Editor: Havid Vebri

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tren penurunan penjualan otomotif turut mempengaruhi kelangsungan bisnis komponen. Gabungan Industri Alat Mobil dan Motor (GIAMM) mengaku, penjualan produk komponen otomotif menurun, seturut anjloknya pasar otomotif sepanjang kuartal I 2024.

Seperti diketahui, penjualan mobil nasional secara wholesales (pabrik ke diler) mengalami penurunan 22,6% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi 140.274 unit pada Januari-Februari 2024.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terkait

Berita Terbaru

Tetap Hati-Hati Meski Permintaan Tumbuh Tinggi
| Selasa, 17 Maret 2026 | 02:50 WIB

Tetap Hati-Hati Meski Permintaan Tumbuh Tinggi

Pembiayaan kendaraan listrik oleh perusahaan leasing masih mampu tumbuh 39,13% secara tahunan menjadi Rp 21,05 triliun pada Januari 2026.

Peluang Melawan Kepanikan Pasar
| Selasa, 17 Maret 2026 | 02:42 WIB

Peluang Melawan Kepanikan Pasar

Beberapa perubahan anggaran diperlukan sebagai langkah kongkret bentuk komunikasi ke publik mengenai keseriusan tersebut.

Penuhi Free Float 15%, Bank Menunggu Regulasi
| Selasa, 17 Maret 2026 | 02:00 WIB

Penuhi Free Float 15%, Bank Menunggu Regulasi

Emiten perbankan yang belum penuhi free float siap mengikuti aturan .                                    

SSSG Akhirnya Menghijau, Analis Ramai-Ramai Kerek Target Harga Saham ACES
| Senin, 16 Maret 2026 | 10:10 WIB

SSSG Akhirnya Menghijau, Analis Ramai-Ramai Kerek Target Harga Saham ACES

Tekanan depresiasi rupiah terhadap renminbi serta masih lemahnya daya beli kelas menengah atas menjadi tantangan berat.

Eskalasi Konflik Terus Meningkat, Harga Batubara Ditaksir bisa Capai US$ 200 per Ton
| Senin, 16 Maret 2026 | 09:44 WIB

Eskalasi Konflik Terus Meningkat, Harga Batubara Ditaksir bisa Capai US$ 200 per Ton

Kenaikan harga batubara tidak cukup mampu untuk menolong perekonomian domestik meski permintaan global meningkat.

Jaga Likuiditas Saham, Emiten Menggelar Aksi Buyback
| Senin, 16 Maret 2026 | 09:13 WIB

Jaga Likuiditas Saham, Emiten Menggelar Aksi Buyback

Hingga pertengahan Maret tahun ini, sudah ada beberapa emiten yang sedang dan berencana melaksanakan aksi buyback saham.​

Laba PRDA Tergerus 23%, Ini Fokus Ekspansi Prodia dan Rekomendasi Sahamnya
| Senin, 16 Maret 2026 | 09:05 WIB

Laba PRDA Tergerus 23%, Ini Fokus Ekspansi Prodia dan Rekomendasi Sahamnya

Penurunan laba bersih PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) murni dipicu oleh siklus normalisasi permintaan pasca-pandemi.

OJK Menargetkan Nilai Kapitalisasi Bursa Indonesia Bisa Tembus Rp 25.000 Triliun
| Senin, 16 Maret 2026 | 09:03 WIB

OJK Menargetkan Nilai Kapitalisasi Bursa Indonesia Bisa Tembus Rp 25.000 Triliun

Pada 2031, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan nilai kapitalisasi pasar atau market cap bursa saham Indonesia mencapai Rp 25.000 triliun​.

Buyback Jadi Sinyal Optimisme, Fair Value Saham ADRO Ditaksir Rp 2.600–Rp 2.800
| Senin, 16 Maret 2026 | 08:25 WIB

Buyback Jadi Sinyal Optimisme, Fair Value Saham ADRO Ditaksir Rp 2.600–Rp 2.800

Arus kas yang masih kuat dari bisnis batubara membuka ruang bagi ADRO untuk tetap membagikan dividen yang menarik bagi investor.

Saham Emiten Batubara Terjepit Perang dan Kuota Produksi
| Senin, 16 Maret 2026 | 06:45 WIB

Saham Emiten Batubara Terjepit Perang dan Kuota Produksi

Sentimen perang Timur Tengah dan pemangkasan kuota produksi nasional dapat mempengaruhi permintaan dan harga batubara

INDEKS BERITA