Bitcoin Dibalap Altcoin di Juli, Pasar Kripto Masih Bertenaga di Agustus?
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sepanjang Juli 2026 lalu, pasar kripto masih mengalami pemulihan setelah tertekan hebat pada Juni 2026. Dari pergerakan asetnya, ternyata bitcoin mencetak pertumbuhan yang lebih kecil bila dibandingkan dengan koin berkapitalisasi kecil, atau altcoin.
Berdasarkan data CoinMarketCap yang diakses pada 3 Agustus 2026, sepanjang Juli 2026 lalu, bitcoin hanya menguat 6,43% dalam sebulan ke level US$ 62.412. Kenaikan tersebut tertinggal jauh dibandingkan sejumlah altcoin yang membukukan return puluhan bahkan sampai ribuan persen.
Aset dengan kenaikan terbesar ditempati Decimal (DEL) yang melesat sekitar 72.410% ke harga US$ 0,7017. Di bawahnya terdapat AKEDO (AKE) yang naik 1.476%, Talus (TALUS) 210,65%, Unibase (UB) 79,87%, Bitway (BTW) 53,74%, Joseon Mun (JSM) 50,13%, DigiByte (DGB) 48,11%, AntFun (ANTFUN) 30,69%, serta UnifAI Network (UAI) yang menguat 20,53%.
Melihat pertumbuhan beberapa koin altcoin yang meroket di Juli 2026 tersebut, CEO dan Founder FLOQ Yudhono Rawis, menilai hal ini masih belum cukup untuk mengatakan bahwa fase altseason telah datang. Masih terlalu dini untuk mengatakan datannya fase altseason sebab menurutnya, pasar kripto sepanjang Juli lebih tepat disebut berada dalam fase pemulihan teknikal setelah koreksi tajam pada Juni, bukan memasuki tren bullish yang solid.
“Jika melihat pergerakan sepanjang Juli, pasar kripto secara keseluruhan lebih tepat digambarkan sebagai fase pemulihan teknikal di tengah tren bearish jangka menengah, bukan bullish penuh,” ujar Yudhono kepada KONTAN, Selasa (4/8).
Baca Juga: Sempat Rebound Dekati US$ 64.000, Ancaman Koreksi Bitcoin Masih Mengintai
Sekadar mengingatkan saja, memasuki Juli 202, bitcoin terparkir di kisaran US$ 59.000-US$ 60.000 setelah anjlok sekitar 19% pada Juni akibat arus keluar dana ETF bitcoin di Amerika Serikat (AS) yang mencapai sekitar US$ 4,5 miliar. Sepanjang Juli, bitcoin mampu rebound sekitar 8% dan sempat menguji area resistance US$ 62.500-US$ 64.300.
Penguatan altcoin di sisi lain, walau lebih besar daripada bitcoin, belum cukup kuat untuk mengonfirmasi pembalikan tren secara struktural karena harga masih berada di bawah rata-rata pergerakan jangka panjang.
Di balik kenaikan bitcoin yang relatif terbatas, Yudhono melihat ada sinyal positif dari membaiknya kondisi pasar secara keseluruhan. Hal ini tercermin dari meningkatnya market breadth.
Sepanjang Juli, sekitar 55% dari 100 aset kripto berkapitalisasi terbesar berhasil ditutup menguat, bahkan penguatannya melonjak dibandingkan Juni yang hanya sekitar 13%. Kondisi ini mengirimkan sinyal bahwa pemulihan mulai menyebar ke berbagai aset digital, tidak lagi hanya bergantung pada bitcoin.
