Bitcoin Dibalap Altcoin di Juli, Pasar Kripto Masih Bertenaga di Agustus?

Rabu, 05 Agustus 2026 | 10:10 WIB
Bitcoin Dibalap Altcoin di Juli, Pasar Kripto Masih Bertenaga di Agustus?
[ILUSTRASI. CRYPTOCURRENCY (Romain Costaseca/Hans Lucas via Reuters)]
Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sepanjang Juli 2026 lalu, pasar kripto masih mengalami pemulihan setelah tertekan hebat pada Juni 2026. Dari pergerakan asetnya, ternyata bitcoin mencetak pertumbuhan yang lebih kecil bila dibandingkan dengan koin berkapitalisasi kecil, atau altcoin.

Berdasarkan data CoinMarketCap yang diakses pada 3 Agustus 2026, sepanjang Juli 2026 lalu, bitcoin hanya menguat 6,43% dalam sebulan ke level US$ 62.412. Kenaikan tersebut tertinggal jauh dibandingkan sejumlah altcoin yang membukukan return puluhan bahkan sampai ribuan persen.

Aset dengan kenaikan terbesar ditempati Decimal (DEL) yang melesat sekitar 72.410% ke harga US$ 0,7017. Di bawahnya terdapat AKEDO (AKE) yang naik 1.476%, Talus (TALUS) 210,65%, Unibase (UB) 79,87%, Bitway (BTW) 53,74%, Joseon Mun (JSM) 50,13%, DigiByte (DGB) 48,11%, AntFun (ANTFUN) 30,69%, serta UnifAI Network (UAI) yang menguat 20,53%.



Melihat pertumbuhan beberapa koin altcoin yang meroket di Juli 2026 tersebut, CEO dan Founder FLOQ Yudhono Rawis, menilai hal ini masih belum cukup untuk mengatakan bahwa fase altseason telah datang. Masih terlalu dini untuk mengatakan datannya fase altseason sebab menurutnya, pasar kripto sepanjang Juli lebih tepat disebut berada dalam fase pemulihan teknikal setelah koreksi tajam pada Juni, bukan memasuki tren bullish yang solid.

“Jika melihat pergerakan sepanjang Juli, pasar kripto secara keseluruhan lebih tepat digambarkan sebagai fase pemulihan teknikal di tengah tren bearish jangka menengah, bukan bullish penuh,” ujar Yudhono kepada KONTAN, Selasa (4/8).

Baca Juga: Sempat Rebound Dekati US$ 64.000, Ancaman Koreksi Bitcoin Masih Mengintai

Sekadar mengingatkan saja, memasuki Juli 202, bitcoin terparkir di kisaran US$ 59.000-US$ 60.000 setelah anjlok sekitar 19% pada Juni akibat arus keluar dana ETF bitcoin di Amerika Serikat (AS) yang mencapai sekitar US$ 4,5 miliar. Sepanjang Juli, bitcoin mampu rebound sekitar 8% dan sempat menguji area resistance US$ 62.500-US$ 64.300.

Penguatan altcoin di sisi lain, walau lebih besar daripada bitcoin, belum cukup kuat untuk mengonfirmasi pembalikan tren secara struktural karena harga masih berada di bawah rata-rata pergerakan jangka panjang.

Di balik kenaikan bitcoin yang relatif terbatas, Yudhono melihat ada sinyal positif dari membaiknya kondisi pasar secara keseluruhan. Hal ini tercermin dari meningkatnya market breadth.

Sepanjang Juli, sekitar 55% dari 100 aset kripto berkapitalisasi terbesar berhasil ditutup menguat, bahkan penguatannya melonjak dibandingkan Juni yang hanya sekitar 13%. Kondisi ini mengirimkan sinyal bahwa pemulihan mulai menyebar ke berbagai aset digital, tidak lagi hanya bergantung pada bitcoin.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Bitcoin Dibalap Altcoin di Juli, Pasar Kripto Masih Bertenaga di Agustus?
| Rabu, 05 Agustus 2026 | 10:10 WIB

Bitcoin Dibalap Altcoin di Juli, Pasar Kripto Masih Bertenaga di Agustus?

Dominasi bitcoin yang masih berada di kisaran 58%-60% membuat reli altcoin diperkirakan belum akan berlangsung merata.

Kinerja Emiten Susu Moncer, Pemangkasan MBG Bakal Jadi Ujian di Semester II
| Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:08 WIB

Kinerja Emiten Susu Moncer, Pemangkasan MBG Bakal Jadi Ujian di Semester II

Persoalan serius datang dari wacana BGN yang mengusulkan agar susu bermerek tidak lagi menjadi pemasok dalam program MBG.

Infrastruktur Dongkrak Kredit Konstruksi
| Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:06 WIB

Infrastruktur Dongkrak Kredit Konstruksi

Belanja modal korporasi dan proyek pemerintah menopang lonjakan pembiayaan konstruksi.                  

Pemerintah Guyur Subsidi Mobil Listrik hingga 40%
| Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:49 WIB

Pemerintah Guyur Subsidi Mobil Listrik hingga 40%

Presiden Prabowo akan segera mengumumkan paket stimulus tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional

Pendapatan dan Laba HRUM Melejit Dua Digit
| Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:15 WIB

Pendapatan dan Laba HRUM Melejit Dua Digit

Emiten pertambangan batubara ini meraih pertumbuhan positif dari sisi top line dan bottom line di semester I-2026.

Impor Perlebar Defisit Transaksi Berjalan
| Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:11 WIB

Impor Perlebar Defisit Transaksi Berjalan

Defisit transaksi berjalan tahun ini diperkirakan bisamelebar hingga 2% dari produk domestik bruto (PDB)

Penjualan Segmen Herbal Turun, Laba Bersih SIDO Merosot 44%
| Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:11 WIB

Penjualan Segmen Herbal Turun, Laba Bersih SIDO Merosot 44%

Emiten produsen jamu Tolak Angin ini meraup penjualan Rp 1,47 triliun per akhir Juni 2026, turun 21% secara tahunan.

Segmen Pakan Ternak Dorong Laba CPIN Tumbuh 95% Pada Semester I-2026
| Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:02 WIB

Segmen Pakan Ternak Dorong Laba CPIN Tumbuh 95% Pada Semester I-2026

Di semester I-2026, CPIN mencetak laba bersih Rp 3,7 triliun, melonjak hampir dua kali lipat atau sekitar 95,13% yoy. ​

Menyaring Tambahan Anggaran Jumbo K/L
| Rabu, 05 Agustus 2026 | 07:54 WIB

Menyaring Tambahan Anggaran Jumbo K/L

Kementerian Pertahanan, Pekerjaan Umum, dan Polri usulkan tambahan anggaran paling besar            

Emiten Grup Merdeka Bersiap Memanen Laba
| Rabu, 05 Agustus 2026 | 07:52 WIB

Emiten Grup Merdeka Bersiap Memanen Laba

Realisasi operasional menjadi sinyal positif kinerja keuangan emiten Grup Merdeka pada semester I-2026. ​

INDEKS BERITA

Terpopuler