Bitcoin Tembus US$ 82.000, Reli ETF dan Short Squeeze Dongkrak Pasar Kripto

Jumat, 08 Mei 2026 | 16:03 WIB
Bitcoin Tembus US$ 82.000, Reli ETF dan Short Squeeze Dongkrak Pasar Kripto
[ILUSTRASI. CRYPTOCURRENCY (Romain Costaseca/Hans Lucas via Reuters)]
Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga bitcoin terpantau kembali mencetak rally panjang dan mampu menembus level psikologis US$ 82.000. Pencapaian ini ditasbihkan sebagai kenaikan tertinggi yang tercetak dalam tiga bulan terakhir sekaligus menandai perubahan struktur pasar kripto global, sebab sebelumnya bergerak dalam fase konsolidasi yang cukup panjang di kisaran US$ 65.000 hingga US$ 75.000.

Memandang capaian Bitcoin yang terjadi, FLOQ menilai bahwa penguatan yang terjadi kali ini tidak sekadar dipicu oleh spekulasi jangka pendek, tetapi turut ditopang kombinasi arus dana institusional, dinamika pasar derivatif, hingga perubahan ekspektasi makroekonomi global.

"Kami menilai pasar mulai menunjukkan pola akumulasi yang lebih sehat, terutama setelah meningkatnya pembelian institusi besar melalui produk spot Bitcoin ETF. Namun, volatilitas tinggi masih menjadi risiko utama yang perlu dicermati investor," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima KONTAN, Jumat (8/5).

FLOQ lebih jauh menelusuri faktor pendorong utama rally Bitcoin. Kali ini, kekuatan pendorong datang dari derasnya arus dana ke spot Bitcoin ETF di Amerika Serikat. Dalam dua hari pertama Mei 2026, tercatat lebih dari US$ 1 miliar dana masuk ke produk ETF Bitcoin.

Baca Juga: Nasib Bitcoin Setelah The Fed Tahan Suku Bunga, Investor Harus Apa?

Produk iShares Bitcoin Trust (IBIT) milik BlackRock tercatat melakukan pembelian Bitcoin senilai US$ 284,4 juta pada 2 Mei 2026. Kondisi ini memperkuat sentimen bahwa investor institusional masih agresif melakukan akumulasi meski harga Bitcoin sudah melonjak signifikan. 

Di saat bersamaan, cadangan Bitcoin di bursa kripto global berada di level terendah dalam tujuh tahun terakhir. Situasi ini memicu fenomena supply shock, yakni ketika pasokan aset di pasar spot semakin terbatas sehingga tekanan beli relatif kecil dapat mendorong harga naik lebih agresif.

Rally Bitcoin juga diperkuat tekanan di pasar derivatif. FLOQ mencermati bahwa sebelum menembus US$ 80.000, funding rate pasar futures sempat bergerak negatif yang menunjukkan dominasi posisi short trader. Lantas, ketika harga breakout, angka sebanyak lebih dari US$ 300 juta dilikuidasi hanya dalam 24 jam.

"Fenomena short squeeze tersebut membuat trader yang bertaruh pada penurunan harga terpaksa membeli kembali Bitcoin untuk menutup posisi mereka, sehingga mempercepat kenaikan harga," papar FLOQ.

Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur juga melihat pergerakan Bitcoin sekarang, memang menandakan aliran dana mulai kembali masuk ke pasar kripto.

Pada April 2026, net inflow ke US Spot Bitcoin ETF mencapai US$ 2,44 miliar, menjadi yang tertinggi sepanjang tahun ini. Secara kumulatif sejak 2024, total inflow telah mencapai US$ 58,5 miliar, dengan total AUM Bitcoin ETF berada di sekitar US$ 102 miliar. BlackRock’s IBIT masih memimpin dengan kepemilikan sekitar 812.000 BTC atau setara US$ 62 miliar, serta menguasai sekitar 49%–62% pasar ETF Bitcoin.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Akuisisi MAPI Tunjukkan Daya Tarik Consumer Lifestyle Indonesia
| Rabu, 13 Mei 2026 | 11:00 WIB

Akuisisi MAPI Tunjukkan Daya Tarik Consumer Lifestyle Indonesia

Valuasi MAPI masih menarik, saat ini diperdagangkan pada price earnings ratio (PER) sekitar 9,88 kali dan price to book value (PBV) 1,69 kali.

Pertumbuhan Indeks Keyakinan Konsumen Belum Mendongkrak Prospek Emiten
| Rabu, 13 Mei 2026 | 10:19 WIB

Pertumbuhan Indeks Keyakinan Konsumen Belum Mendongkrak Prospek Emiten

Kenaikan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) per April 2026 belum menjadi katalis positif emiten konsumer.

Rama Indonesia Resmi Jadi Pengendali Saham Dua Putra Utama Makmur (DPUM)
| Rabu, 13 Mei 2026 | 10:11 WIB

Rama Indonesia Resmi Jadi Pengendali Saham Dua Putra Utama Makmur (DPUM)

PT Rama Indonesia telah menyelesaikan transaksi pengambilalihan saham mayoritas PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM). 

Medela Potentia (MDLA) Sebar Dividen Rp 176,56 Miliar
| Rabu, 13 Mei 2026 | 10:07 WIB

Medela Potentia (MDLA) Sebar Dividen Rp 176,56 Miliar

Besaran nilai dividen tersebut mencerminkan peningkatan rasio pembayaran dividen menjadi 45% dari laba bersih emiten farmasi itu di tahun 2025.

Agar Kinerja Bisa Lebih Seksi, Telkom (TLKM) Menggenjot Efisiensi
| Rabu, 13 Mei 2026 | 10:01 WIB

Agar Kinerja Bisa Lebih Seksi, Telkom (TLKM) Menggenjot Efisiensi

Saat ini, TLKM sedang melakukan streamlining alias perampingan sebagai strategi penataan portofolio non-core. ​

MIKA Masih Tangguh di Tengah Pelemahan Rupiah, Ini Penopangnya
| Rabu, 13 Mei 2026 | 09:00 WIB

MIKA Masih Tangguh di Tengah Pelemahan Rupiah, Ini Penopangnya

MIKA dinilai memiliki kemampuan cost pass-through yang cukup baik, khususnya pada segmen non-BPJS dan layanan premium.

Ruang BI Rate untuk Naik, Kian Terbuka
| Rabu, 13 Mei 2026 | 08:31 WIB

Ruang BI Rate untuk Naik, Kian Terbuka

Bank Indonesia diuji berat! Pelemahan rupiah 4,5% dan minyak US$100+ picu spekulasi kenaikan suku bunga hingga 50 bps.

RATU Perluas Portofolio Gas, Intip Potensi dan Risikonya
| Rabu, 13 Mei 2026 | 08:30 WIB

RATU Perluas Portofolio Gas, Intip Potensi dan Risikonya

Akuisisi tersebut berpotensi mendorong pertumbuhan pendapatan dan EBITDA RATU secara bertahap mulai tahun ini.

Emiten Kawasan Industri Mulai Bangkit, Cek Rekomendasi Saham Analis
| Rabu, 13 Mei 2026 | 08:01 WIB

Emiten Kawasan Industri Mulai Bangkit, Cek Rekomendasi Saham Analis

Sektor properti industri mulai pulih, didorong data center. Namun, ada emiten yang kinerjanya justru turun. Cek detailnya!

Melihat Rebound Saham-Saham Komoditas Energi Pekan Ini
| Rabu, 13 Mei 2026 | 08:00 WIB

Melihat Rebound Saham-Saham Komoditas Energi Pekan Ini

Strategi terbaik dan aman yang bisa dilakoni pekan ini adalah melakukan akumulasi secara bertahap dibandingkan averaging down secara agresif.

INDEKS BERITA