BUMD Milik Pemprov DKI Jakarta Menambah Proyek di Bintaro

Kamis, 08 Agustus 2019 | 06:04 WIB
BUMD Milik Pemprov DKI Jakarta Menambah Proyek di Bintaro
[]
Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - TANGERANG SELATAN. PT Jaya Real Property Tbk (JRPT) menandai pembangunan proyek Bintaro Jaya Xchange 2 dengan melakukan ground breaking alias penanaman tiang pancang, kemarin.

Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik pemerintah provinsi DKI Jakarta ini menyiapkan dana investasi hingga Rp 1,25 triliun. Perinciannya, 70% pinjaman bank dan 30% kas.

Bintaro Jaya Xchange 2 merupakan pengembangan dari Bintaro Jaya Xchange 1.

Proyek berupa mixed used itu akan terdiri dari pusat perbelanjaan tahap II, hotel dan oceanarium atau kolam ikan laut besar.

Lokasinya di kawasan CBD Bintaro Jaya, Tangerang Selatan, Banten.

Total luas area pengembangan Bintaro Jaya Xchange 2 mencapai 25 hektare (ha).

Luas pusat perbelanjaan 85.000 meter persegi (m), sedangkan luas oceanarium mencapai7.354 m.

Sementara proyek hotel akan berisi 185 kamar bintang empat.

Jaya Real Property sudah mengikat kerja sama dengan Hilton Hotels untuk pengelolaan hotel di bawah bendera Double Tree.

Manajemen JRPT menargetkan seluruh pembangunan proyek rampung pada akhir 2021 nanti.

"Ini merupakan konsep yang berbeda dan kami satu-satunya dan yang pertama di Tangerang Selatan yang membangun pusat belanja, hotel bintang empat yang dilengkapi akuarium setara Sea World Jakarta," kata Trisna Muliadi, Presiden Direktur PT Jaya Real Property Tbk, Rabu (7/8).

Pusat perbelanjaan

Meskipun sudah memiliki pusat perbelanjaan pada proyek Bintaro Jaya Xchange 1, JRPT yakin pusat perbelanjaan kedua mereka tetap berpotensi menyedot pengunjung. Sebab, kedua proyek tersebut menawarkan konsep yang berbeda.

Adhitya Sasongko, Manager Perancang Bangunan PT Jaya Real Property Tbk menjelaskan daya tarik pusat perbelanjaan Bintaro Jaya Xchange 1 adalah wahana Ice Rink.

Sementara untuk proyek kedua, Jaya Real Property menjagokan oceanarium.

Pusat perbelanjaan Bintaro Jaya Xchange 1 kini memiliki tingkat okupansi 95%.

Adapun untuk proyek kedua, sejumlah calon tenant atau penyewa sudah mengonfirmasi untuk menempati 90% dari area.

Calon penyewa pusat perbelanjaan Bintaro Jaya Xchange 2 seperti bioskop The Premiere, Uniqlo, Ace Hardware dan Fun World.

Tak cuma berkutat di Bintaro Jaya, manajemen JRPT mempersiapkan pengembangan Pasar Senen Blok 1 dan 2 di Jakarta Pusat serta apartemen di Cipete di Jakarta Selatan. Jadwal pengerjaannya mulai tahun depan.

Informasi saja, Jaya Real Property memiliki total landbank atau tabungan lahan seluas 1.400 ha. Dari keseluruhan aset itu, 400 ha lahan ada di kawasan Bintaro.

Bagikan

Berita Terbaru

Saham Big Caps Jadi Buruan dan Buangan Investor Asing
| Senin, 05 Januari 2026 | 08:43 WIB

Saham Big Caps Jadi Buruan dan Buangan Investor Asing

Pada 2026, asing diproyeksi akan kembali berburu saham bank big caps​.  Di sepanjang 2025, investor asing mencatatkan net sell Rp 17,34 triliun.​

Dana Asing Dukung Stabilitas Rupiah 2026
| Senin, 05 Januari 2026 | 08:40 WIB

Dana Asing Dukung Stabilitas Rupiah 2026

Arus modal asing pada 2026 diperkirakan akan lebih banyak mengalir ke pasar saham Indonesia         

Data Transaksi Kripto Masuk Radar Ditjen Pajak
| Senin, 05 Januari 2026 | 08:23 WIB

Data Transaksi Kripto Masuk Radar Ditjen Pajak

Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 108 Tahun 2025 mengatur pelaporan transaksi kripto di atas US$ 50.000

Kontradiksi Grup Salim: Saat BUMI Melesat 210%, Raksasa Konsumer Justru Terjerembap
| Senin, 05 Januari 2026 | 08:18 WIB

Kontradiksi Grup Salim: Saat BUMI Melesat 210%, Raksasa Konsumer Justru Terjerembap

Prospek saham Grup Salim 2026 memasuki fase matang. Intip analisis performa BUMI yang melesat 210% hingga rekomendasi trading buy ICBP..

Saham TLKM Jadi Unggulan Sektor Telko di 2026, Diborong JP Morgan, FMR dan Invesco
| Senin, 05 Januari 2026 | 07:59 WIB

Saham TLKM Jadi Unggulan Sektor Telko di 2026, Diborong JP Morgan, FMR dan Invesco

Fundamental dinilai kuat, simak peluang saham TLKM mencapai target harga Rp 4.000 per saham di tahun 2026.​

Direktur Utama KB Bank: Corporate Banking Jadi Mesin Pertumbuhan Utama
| Senin, 05 Januari 2026 | 07:33 WIB

Direktur Utama KB Bank: Corporate Banking Jadi Mesin Pertumbuhan Utama

Kunardy Darma Lie, Direktur Utama KB Bank, mengandalkan disiplin risiko dan kecepatan eksekusi sebagai kunci transformasi. 

Menakar Kekuatan Saham Saratoga (SRTG) Mengejar Target 1.780 Usai Fase Konsolidasi
| Senin, 05 Januari 2026 | 07:33 WIB

Menakar Kekuatan Saham Saratoga (SRTG) Mengejar Target 1.780 Usai Fase Konsolidasi

Analis proyeksikan target harga hingga 1.780 didorong sinyal technical rebound dan prospek fundamental 2026.

Stabil Tapi Rapuh
| Senin, 05 Januari 2026 | 06:10 WIB

Stabil Tapi Rapuh

Selain menjaga ekonomi tetap bergerak, anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) mesti menyiapkan mesin pertumbuhan berikutnya.

Kinerja Saham Barang Baku Masih Bisa Melaju
| Senin, 05 Januari 2026 | 06:05 WIB

Kinerja Saham Barang Baku Masih Bisa Melaju

Kinerja saham-saham di sektor barang material (IDX Materials) berpotensi kembali tumbuh positif pada 2026.

Mengawali Pekan di Awal Tahun di Tengah Aksi Trump, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini
| Senin, 05 Januari 2026 | 05:52 WIB

Mengawali Pekan di Awal Tahun di Tengah Aksi Trump, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini

Perhatian pasar akan tertuju pada rilis data neraca perdagangan dan inflasi. Keduanya berpotensi mempengaruhi pergerakan pasar saham domestik.

INDEKS BERITA

Terpopuler