Berita

Central Omega (DKFT) Siapkan Strategi Hadapi Larangan Ekspor NIkel

Kamis, 12 September 2019 | 05:08 WIB

ILUSTRASI. PT Central Omega Resources Tbk DKFT

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) mulai bersiap mengantisipasi dampak penerapan larangan ekspor bijih nikel kadar rendah. Rencananya, pemerintah akan menerapkan beleid tersebut mulai 1 Januari 2020.

Manajemen DKFT tidak menampik beleid tersebut akan membuat perusahaan ini kehilangan sebagian potensi pendapatan.

"Pasti ada dampak terhadap pendapatan perusahaan yaitu hilangnya sebagian pendapatan perusahaan dari sektor pertambangan," ungkap Johanes Supriadi Sekretaris Perusahaan DKFT kepada KONTAN, Rabu (11/9).

Baca Juga: Mirae Asset Sekuritas pangkas target IHSG tahun ini 

Sekadar gambaran, pada tahun ini DKFT menargetkan penjualan nikel mencapai 1,01 juta ton. Dari total jumlah tersebut, sekitar 200.000 metrik ton bijih nikel dipasok ke smelter. Sementara sebanyak 818.000 metrik ton dipasarkan ke pasar ekspor.

Meski begitu, perusahaan penambang bijih nikel ini sudah menyiapkan strategi untuk menambal potensi kehilangan pendapatan tersebut. Johanes menyebut, pendapatan yang hilang ini nantinya akan ditambal oleh peningkatan pendapatan dari penjualan feronikel.

Baca Juga: Wahana Interfood (COCO) bidik target penjualan Rp 200 miliar

Selanjutnya
Halaman   1 2
Reporter: Akhmad Suryahadi
Editor: Narita Indrastiti

IHSG
6.236,69
0.28%
17,26
LQ45
985,92
0.27%
2,68
USD/IDR
14.100
0,57
EMAS
753.000
0,00%

Baca juga