Cermin Pandemi

Jumat, 23 Juni 2023 | 08:00 WIB
Cermin Pandemi
[]
Reporter: Sandy Baskoro | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tiga tahun berjibaku dengan pagebluk Covid-19, Indonesia memasuki masa endemi. Mulai Rabu (21/6), Presiden Joko Widodo mengumumkan secara resmi perubahan status negeri ini dari pandemi menjadi endemi.

Ada tiga alasan utama Indonesia masuk fase endemi. Pertama, kebijakan ini sejalan dengan pencabutan status public health emergency of international concern (PHEIC) untuk Covid-19 yang dilakukan Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Kedua, hasil Serosurvei menunjukkan 99% masyarakat Indonesia memiliki antibodi Covid-19. Ketiga, mempertimbangkan angka konfirmasi harian kasus Covid-19 di tanah air yang mendekati nihil.

Mengacu data Satgas Covid-19, hingga Kamis (22/6), jumlah kasus aktif Covid-19 di Indonesia sebanyak 9.480 kasus. Adapun jumlah orang yang terkonfirmasi Covid-19 mencapai 6,81 juta orang, dengan kesembuhan 6,64 juta. Sementara kasus meninggal 161.848 orang.

Meski sudah masuk periode endemi, pemerintah dan masyarakat Indonesia jangan euforia. Kita tetap selalu waspada, sebab sewaktu-waktu wabah penyakit tetap mengintai.

Pemerintah mesti becermin dari kasus pagebluk Coronavirus. Jangan sampai kita kembali gagap dan gugup menghadapi kekacauan seperti di masa-masa awal pandemi. Kala pandemi, masker sempat jadi bahan rebutan dan langka di pasaran, begitu pula dengan obat-obatan hingga tabung oksigen.

Ada sejumlah pelajaran dari pandemi kemarin. Misalnya, pandemi membangun kesadaran masyarakat akan arti pentingnya kesehatan. Sebelum ada pandemi, kebanyakan orang mengabaikan kebersihan dan kesehatan di ruang publik. 

Usai pandemi, orang rajin mencuci tangan dengan sabun, mengenakan masker hingga menjaga jarak. Pandemi menumbuhkan solidaritas di tengah ketidakpastian. Bahkan pandemi turut mempercepat transformasi digital, juga mengubah kultur kerja dengan pola work from home maupun work from anywhere.

Ke depan, kebijakan kesehatan di Indonesia sepatutnya becermin dari pandemi. Dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang Kesehatan, pemerintah perlu memperkuat komitmen membangun industri kesehatan yang solid. 

Saat pandemi, betapa rumah sakit kelabakan menyiapkan kamar pasien Covid-19 berikut penunjangnya (tabung oksigen, ventilator hingga obat-obatan). Dengan ekosistem kesehatan yang holistik, kita berharap bisa menangkal wabah penyakit dengan mantap di masa depan

Bagikan

Berita Terbaru

DBS Rekomendasikan Diversifikasi Portofolio, Tambah Saham EM dan Emas
| Selasa, 24 Maret 2026 | 13:00 WIB

DBS Rekomendasikan Diversifikasi Portofolio, Tambah Saham EM dan Emas

DBS melihat adanya pergeseran preferensi investor dari aset berbasis AS yang dinilai sudah terlalu padat menuju kawasan lain, terutama Asia.

Dividen PGAS Dipertanyakan, Manajemen Tetap Percaya Diri
| Selasa, 24 Maret 2026 | 13:00 WIB

Dividen PGAS Dipertanyakan, Manajemen Tetap Percaya Diri

J.P. Morgan dan UBS sama-sama melihat adanya tekanan terhadap kinerja keuangan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) ke depan.

Emiten Rokok 2026 di Persimpangan: Margin Membaik, Risiko Regulasi Mengintai
| Selasa, 24 Maret 2026 | 09:00 WIB

Emiten Rokok 2026 di Persimpangan: Margin Membaik, Risiko Regulasi Mengintai

Emiten rokok di satu sisi mendapat angin segar dari tak adanya kenaikan cukai, namun di sisi lain dibayangi risiko regulasi kadar tar dan nikotin.

Di Tengah Tekanan Minyak, Prospek Discretionary 2026 Masih Tarik Ulur
| Selasa, 24 Maret 2026 | 08:00 WIB

Di Tengah Tekanan Minyak, Prospek Discretionary 2026 Masih Tarik Ulur

Analis menilai kenaikan harga minyak berisiko menekan konsumsi, termasuk kalangan di segmen menengah-atas.

Lonjakan Laba BUKA Sarat Faktor Non Operasional
| Selasa, 24 Maret 2026 | 07:00 WIB

Lonjakan Laba BUKA Sarat Faktor Non Operasional

Analis memperkirakan BUKA akan mulai mencatatkan adjusted EBITDA positif Rp 124 miliar di 2026 dan terus meningkat hingga Rp 230 miliar di 2027.

CORE Indonesia: Perang Iran VS Israel-AS Berpotensi Gerus Ekspor Indonesia
| Selasa, 24 Maret 2026 | 04:00 WIB

CORE Indonesia: Perang Iran VS Israel-AS Berpotensi Gerus Ekspor Indonesia

Indonesia mengekspor produk-produknya ke Uni Arab Emirat (UAE), Arab Saudi, Qatar, Oman, Irak, Iran, Kuwait, dan Bahrain.

Daya Tarik Emas Memudar? Terjun 8% dalam Sehari, Terburuk 43 Tahun
| Senin, 23 Maret 2026 | 17:27 WIB

Daya Tarik Emas Memudar? Terjun 8% dalam Sehari, Terburuk 43 Tahun

Harga emas turun lebih dari 10% minggu lalu. Ini adalah penurunan mingguan tercuram sejak Februari 1983.

Peluang Saham ICBP di Tengah Isu Daya Beli dan Kenaikan Harga Bahan Baku
| Senin, 23 Maret 2026 | 15:00 WIB

Peluang Saham ICBP di Tengah Isu Daya Beli dan Kenaikan Harga Bahan Baku

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) diproyeksikan masih akan melanjutkan tren kinerja keuangan yang solid di tahun ini.

Kenaikan Harga Ayam Broiler dan Impor Bahan Baku Jadi Penentu Kinerja CPIN
| Senin, 23 Maret 2026 | 14:50 WIB

Kenaikan Harga Ayam Broiler dan Impor Bahan Baku Jadi Penentu Kinerja CPIN

Pemerintah berencana memperluas cakupan MBG hingga 83 juta penerima pada Mei 2026, naik signifikan dibandingkan 55 juta penerima di Januari 2026.

Konflik Iran: Jebakan Perang yang Kini Menjegal Kekuasaan Trump
| Senin, 23 Maret 2026 | 14:27 WIB

Konflik Iran: Jebakan Perang yang Kini Menjegal Kekuasaan Trump

Goldman Sachs dan JP Morgan proyeksikan harga Brent bisa tembus US$100. Ketahui pemicu kenaikan dan dampaknya pada pasar energi global.

INDEKS BERITA

Terpopuler