Danantara, Demutualisasi dan Dekonstruksi Bursa
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dua dasawarsa silam, saat menemani istri saya -- yang kala itu pacar saja bukan -- menyelesaikan skripsinya tentang desain pasar, kami berkeliling Pasar Beringharjo di Yogyakarta. Saya sempat menduga, mungkin itu hanya "modus" untuk mengunjungi saya. Saya tidak pernah benar-benar memahami mengapa ia harus jauh-jauh dari Bandung ke Yogyakarta demi pasar itu. Bagi saya, semua pasar tampak serupa, panas, padat dan bising.
Saya tidak lagi ingat bagaimana percakapan kala itu mengalir, tetapi dari salah seorang narasumber yang ia wawancarai, saya mendengar ramalan Jayabaya tentang "pasar ilang kumandhang". Pasar Beringharjo yang bertembok, seolah menggenapi ramalan sang Raja soal pasar yang tidak lagi hiruk-pikuk. Keriuhan transaksi terperangkap dalam tembok-tembok tinggi.
