Darurat bakal Panjang

Jumat, 27 Februari 2026 | 03:12 WIB
Darurat bakal Panjang
[ILUSTRASI. TAJUK - SS kurniawan (KONTAN/Steve GA)]
S.S. Kurniawan | Redaktur Pelaksana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia benar-benar darurat sampah. Indikator terbaru: Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengungkapkan, untuk tahun penilaian 2025, tidak ada satu pun kabupaten dan kota di Indonesia yang meraih gelar predikat sebagai Kabupaten dan Kota Bersih atawa Adipura Kencana.

Mayoritas kabupaten/kota berstatus kotor dan sangat kotor. Data KLH menunjukkan, sebanyak 253 kabupaten dan kota menyandang predikat kota kotor dan masuk kategori dalam pembinaan. Lalu, 132 kabupaten dan kota berpredikat kota sangat kotor sehingga masuk kategori dalam pengawasan. Sangat kotor karena belum mengalokasikan anggaran dan perhatiannya dalam penanganan sampah.

Hanya ada 35 kabupaten dan kota yang masuk dalam kategori menuju kabupaten/kota bersih. Dengan gelar terbaik di kategori ini adalah Surabaya, penerima penghargaan Adipura Kencana selama delapan tahun berturut-turut. Tapi, tahun lalu, prestasi itu terhenti.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Adipura Kencana kini memasukkan pengelolaan sampah dalam penilaian. Pengelolaan sampah harus menyeluruh, dari pusat hingga ke pinggiran kota.

Sebelumnya, KLH menetapkan, lebih dari 160 kabupaten dan kota di negara kita dalam status darurat sampah. Tapi, penetapan status ini bukan tanpa alasan, untuk mempercepat pembangunan fasilitas waste to energy alias pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL).

Danantara yang menggarap proyek PSE menetapkan empat pilot city: Bekasi, Denpasar, Yogyakarta, dan Bogor. Saat ini dalam proses tender penyedia teknologinya.

Hanya, pemerintah daerah (pemda) menjadi kunci bagi kesuksesan proyek tersebut. Sebab, mereka memiliki kewajiban memastikan pasokan dan pengangkutan sampah ke PSEL berjalan berkelanjutan. 

Masalahnya, anggaran pengelolaan sampah pemda masih minim. Bahkan, masih banyak daerah yang belum mengalokasikan anggaran dan perhatiannya dalam penanganan sampah. Tambah lagi, ruang fiskal pemda makin sempit setelah pemerintah pusat memangkas anggaran transfer ke daerah.

Dan, kalaupun proyek PSEL jalan, ini baru mengatasi timbulan sampah, belum sumbernya atau hulu. Mengandalkan masyarakat untuk pengelolaan sampah di hulu juga tidak mudah. Jangankan memilah, membuang sampah pada tempatnya pun sulitnya bukan main.

Alhasil, status darurat sampah bakal masih lama melekat.

Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Volatilitas IHSG Menggila 3 Hari Berturut-turut, Analis: Ketidakpastian Bertumpuk
| Minggu, 28 Juni 2026 | 15:00 WIB

Volatilitas IHSG Menggila 3 Hari Berturut-turut, Analis: Ketidakpastian Bertumpuk

Rentetan pergerakan IHSG yang volatile dimulai pada 24 Juni 2026, tepat di hari pengumuman annual market classification MSCI waktu Indonesia.

Capaian 5 Bulan BBTN Masih Apik, Kenapa Sahamnya Malah Menukik?
| Minggu, 28 Juni 2026 | 12:33 WIB

Capaian 5 Bulan BBTN Masih Apik, Kenapa Sahamnya Malah Menukik?

Laba bersih BBTN melesat 23,6% hingga Mei 2026, ditopang efisiensi biaya provisi. Perpanjangan tenor KPR subsidi jadi sentimen positif.

IHSG Anjlok 4,55% Sepekan, Nilai Kapitalisasi Pasar Susut Rp 486 Triliun
| Minggu, 28 Juni 2026 | 10:38 WIB

IHSG Anjlok 4,55% Sepekan, Nilai Kapitalisasi Pasar Susut Rp 486 Triliun

IHSG jatuh 4,55% sepekan, terburuk di Asia Tenggara. Simak sektor mana saja yang babak belur dan prediksi pergerakan IHSG selanjutnya.

Pasang Proteksi agar Investasi Tak Terkuras
| Minggu, 28 Juni 2026 | 09:15 WIB

Pasang Proteksi agar Investasi Tak Terkuras

Asuransi jadi bagian penting dalam perencanaan keuangan, tapi kerap diabaikan. Simak pertimbangan memilih asuransi!

 Nasib Kripto 2026: Skenario Terburuk Bitcoin ke US$ 50.000, Seleksi Ketat Altcoin
| Minggu, 28 Juni 2026 | 08:15 WIB

Nasib Kripto 2026: Skenario Terburuk Bitcoin ke US$ 50.000, Seleksi Ketat Altcoin

Harga Bitcoin anjlok separuh dari all time high (ATH), membentuk pola rentan. Namun, ada segelintir altcoin yang mampu naik. Cek prospeknya!

Mereka yang Menanggung Beban Saat Setrum Bergiliran Padam
| Minggu, 28 Juni 2026 | 07:00 WIB

Mereka yang Menanggung Beban Saat Setrum Bergiliran Padam

Pemadaman listrik tidak hanya menimbulkan kerugian sesaat bagi pelaku usaha. Seperti apa kondisinya?

 
Cara Sampah Elektronik Mencari Jalan untuk Pulang
| Minggu, 28 Juni 2026 | 06:15 WIB

Cara Sampah Elektronik Mencari Jalan untuk Pulang

Meningkatnya volume limbah elektronik (e-waste) mendorong PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) membangun ekosistem ekonomi s

Masih Rawan Tekanan
| Minggu, 28 Juni 2026 | 06:10 WIB

Masih Rawan Tekanan

Semester I-2026 segera kita lewati. Hingga tengah tahun ini, kondisi global yang memanas memberi tekanan berat bagi perekonomian. 

Menakar Pasar Kelas Kriya Segala Usia
| Minggu, 28 Juni 2026 | 06:10 WIB

Menakar Pasar Kelas Kriya Segala Usia

Masa peak season untuk pengusaha kelas kriya adalah saat liburan sekolah. Bagaimana peluangnya musim liburan tahun ini?

COO Bareksa Bongkar Cara Investasi Jangka Panjang untuk Jaga Nilai Kekayaan
| Minggu, 28 Juni 2026 | 06:00 WIB

COO Bareksa Bongkar Cara Investasi Jangka Panjang untuk Jaga Nilai Kekayaan

Putu akui pernah rugi di awal investasi. Pahami mengapa mental dan psikologi sama pentingnya dengan ilmu analisis saham.

INDEKS BERITA

Terpopuler