KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Daya beli masyarakat mulai tergerus lonjakan harga pangan, meski keyakinan masih di level optimistis.
Kondisi ini tergambar dalam Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) baik Bank Indonesia maupun Danareksa Research Institute.
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Daya beli masyarakat mulai tergerus lonjakan harga pangan, meski keyakinan masih di level optimistis.
Kondisi ini tergambar dalam Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) baik Bank Indonesia maupun Danareksa Research Institute.
Emiten afiliasi Boy Thohir (ADRO, ADMR, MBMA, AADI) menguat didorong komoditas. Proyeksi laba MBMA 2025 US$ 28,7 juta, dan target harga Rp 850.
Pemborong terbesar saham BBCA adalah Blackrock Inc yang membeli 12,10 juta saham dan tertcatat pada 14 Januari 2026.
Ketahanan harga saham BUKA jangka pendek, jadi kunci utama untuk mengonfirmasi apakah penguatan ini bersifat sementara atau awal tren yang solid.
Saham MLPL menguat didorong pembelian 1,55 miliar saham oleh PT Trijaya Anugerah Pratama (9,90%). BRI Danareksa memberi target harga Rp 172.
Demi bisa bertahan di tengah pemangkasan produksi bijih nikel, impor terutama dari Filipina bakal melonjak.
Pergerakan valas Asia 2026 sangat dipengaruhi prospek kebijakan suku bunga Fed, geopolitik, kebijakan tarif dan arah kebijakan luar negeri AS.
Intervensi Bank Indonesia (BI) menahan pelemahan lanjutan rupiah. Aksi intervensi setelah pelemahan mendekati level psikologis Rp 17.000.
Relokasi industri dari Asia Timur serta meningkatnya permintaan terhadap produk manufaktur bernilai tambah tinggi membuka peluang bagi Indonesia.
Namun perlu diwaspadai terjadinya aksi profit taking pada perdagangan Kamis (15/1), menjelang long weekend.
Jika mengacu jadwal awal, periode pembelian kembali saham berakhir pada 30 Januari 2026. ASII melaksanakan buyback sejak 3 November 2025.