Daya Beli Lemah dan Bunga Tinggi Bikin Pertumbuhan KPR di Level Terendah Dua Tahun

Selasa, 26 Agustus 2025 | 04:15 WIB
Daya Beli Lemah dan Bunga Tinggi Bikin Pertumbuhan KPR di Level Terendah Dua Tahun
[ILUSTRASI. Foto udara kompleks perumahan KPR subsidi di Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (19/8/2025). Pemerintah mengalokasikan anggaran untuk program 3 juta rumah pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 senilai Rp57,7 triliun yang ditargetkan untuk 770.000 rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/rwa.]
Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit pemilikan apartmen (KPA) melambat. Ini sejalan dengan lambatnya bank memangkas suku bunga, sehingga nasabah enggan mengambil kredit untuk hunian.

Mengacu ke data Bank Indonesia (BI), penyaluran kredit rumah maupun apartemen cuma tumbuh 7,1% secara tahunan menjadi Rp 820,2 triliun. Ini pertumbuhan paling lambat sepanjang 2025. 

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Demutualisasi BEI Mengubah Status Sekuritas
| Rabu, 24 Juni 2026 | 05:35 WIB

Demutualisasi BEI Mengubah Status Sekuritas

Selain bisa menghadirkan manfaat, demutualisasi bursa juga memberikan tantangan sendiri bagi perusahaan sekuritas.

Investasi Digital Dongkrak Biaya Operasional Bank
| Rabu, 24 Juni 2026 | 05:30 WIB

Investasi Digital Dongkrak Biaya Operasional Bank

Margin perbankan tertekan, bank memperkuat efisiensi dan pendapatan komisi​.                             

Penundaan Insentif Motor Listrik Bakal Menekan Penjualan
| Rabu, 24 Juni 2026 | 05:20 WIB

Penundaan Insentif Motor Listrik Bakal Menekan Penjualan

Pelaksanaan insentif yang sebelumnya diharapkan bergulir pada Juli 2026 diperkirakan baru dapat direalisasikan paling cepat pada Agustus 2026.

Risiko Naik, Bank Lebih Selektif Salurkan Kredit Channeling
| Rabu, 24 Juni 2026 | 05:00 WIB

Risiko Naik, Bank Lebih Selektif Salurkan Kredit Channeling

Penyaluran kredit bank lewat fintech capai Rp 108 T, tapi bank kini lebih ketat pilih mitra.             

MSCI Penentu Arah IHSG, Investor Siap-Siap Hadapi Skenario Ini
| Rabu, 24 Juni 2026 | 04:50 WIB

MSCI Penentu Arah IHSG, Investor Siap-Siap Hadapi Skenario Ini

IHSG mengakumulasi pelemahan 2,46% dalam lima hari perdagangan terakhir. Sedangkan sejak awal tahun, IHSG melemah 29,44%.

Listrik Byarpet dan Nasib UMKM
| Rabu, 24 Juni 2026 | 04:40 WIB

Listrik Byarpet dan Nasib UMKM

Sebagai tulang punggung perekonomian, UMKM seharusnya mendapatkan jaminan kepastian berusaha, salah satunya melalui keandalan pasokan listrik.

Pinjaman Produktif Fintech Masih Jauh Dari Target
| Rabu, 24 Juni 2026 | 04:35 WIB

Pinjaman Produktif Fintech Masih Jauh Dari Target

Pinjaman fintech lending yang disalurkan ke sektor produktif mencapai Rp 34,80 triliun, setara 34,09% dari total penyaluran pinjaman. 

Adi Sarana Armada (ASSA) Pasang Target Konservatif
| Rabu, 24 Juni 2026 | 04:35 WIB

Adi Sarana Armada (ASSA) Pasang Target Konservatif

Karena mempertimbangkan kondisi yang penuh ketidakpastian, ASSA menargetkan pertumbuhan pendapatan atau top line di kisaran single digit

Awas Ancaman PHK Tak Terbendung
| Rabu, 24 Juni 2026 | 04:15 WIB

Awas Ancaman PHK Tak Terbendung

Kisruh soal harga gas industri yang tinggi memunculkan dampak yang besar, yakni ancaman PHK sekitar 55.000 orang.

Sentimen Positif Bermunculan, Rupiah Masih Terus Melemah
| Rabu, 24 Juni 2026 | 03:10 WIB

Sentimen Positif Bermunculan, Rupiah Masih Terus Melemah

Sejumlah sentimen positif mulai bermunculan di pasar keuangan domestik, walau belum mampu menopang penguatan rupiah.

INDEKS BERITA

Terpopuler