Ditekan Harga Minyak, Prospek MEDC Masih Menarik Disimak
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham emiten PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) terlihat banyak diakumulasi oleh investor domestik pada perdagangan Selasa ((4/8) lalu, walau pergerakan sahamnya masih belum beranjak dari zona merah.
Pada perdagangan Selasa (4/8) lalu, saham MEDC mencatat top local buy hingga mencapai Rp 34,30 miliar. Tetapi pada penutupan perdagangan hari Rabu (5/8) saham MEDC ditutup melemah 4,01% ke level Rp 1.315.
Pelemahan tersebut mematahkan penguatan saham MEDC yang sudah tercatat dalam seminggu dan sebulan terakhir yang masing-masing sebesar 6,48% dan 19,55%. Adapun dalam rentang sepanjang tahun berjalan atau year to date (ytd) MEDC juga telah terjerembab 2,23%.
Akumulasi lokal yang belum bisa menopang pergerakan saham MEDC ke zona hijau ini pun terjadi di tengah tekanan yang melanda sektor energi. Harga minyak dunia diketahui terkoreksi tajam, pasca kekhawatiran terhadap prospek permintaan kembali membayangi pasar.
Baca Juga: Pilah-Pilih Saham Migas Di Tengah Volatilitas Harga Minyak, MEDC Paling Sensitif
Asal tahu saja, per Rabu (5/8) harga kontrak berjangka minyak mentah Brent untuk pengiriman Oktober anjlok sekitar 6% ke level US$ 78,72 per barel, sedangkan kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) pengiriman September turun 5,8% menjadi US$ 75,65 per barel.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Abida Massi Armand melihat walau masih dikelilingi tekanan serta koreksi di sektor energi, prospek MEDC masih menarik. Ini berkat aksi diversifikasi bisnis yang dijalankan perseroan sehingga tak sepenuhnya bergantung pada pergerakan harga minyak.
“Kontribusi investasi di PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sebesar US$ 34 juta pada kuartal I-2026 dari peningkatan produksi smelter serta tembaga dan emas menjadi buffer yang signifikan terhadap volatilitas harga migas,” ujarnya kepada Kontan, RAbu (5/8).
Dia melanjutkan, sisi fundamental MEDC pun masih cukup solid berkat volume produksi migas yang mencapai 169.000 barel setara minyak per hari alias thousand barrels of oil equivalent per day (MBOEPD) atau tumbuh 18,1% secara tahunan (year on year/yoy) dan melampaui target perusahaan.
Dari sisi efisiensi, biaya produksi (cash cost) MEDC juga tetap terjaga di kisaran US$ 9 per barel setara minyak atau barrel of oil equivalent (boe), lebih rendah dibandingkan target perusahaan sebesar US$ 10 per boe.
Asal tahu saja, emiten gas terafiliasi dengan keluarga Panigoro ini menargetkan produksi migas sekitar 165.000-170.000 BOEPD di akhir 2026. Target tersebut juga akan menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah produksi perseroan. Adapun pada 2025, MEDC menyelesaikan lifting sebanyak 156.000 BOEPD.
