Defisit Pasokan Bayangi Pasar, Harga Tembaga Berpeluang Tetap Tinggi di 2026

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:01 WIB
Defisit Pasokan Bayangi Pasar, Harga Tembaga Berpeluang Tetap Tinggi di 2026
[ILUSTRASI. Tembaga (REUTERS/Fabian Bimmer)]
Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Prospek harga tembaga pada 2026 diperkirakan tetap solid meski dihadapkan pada ketidakpastian ekonomi global dan dinamika geopolitik. Analis menilai, keseimbangan pasar tembaga masih akan ditopang oleh keterbatasan pasokan struktural, sementara permintaan jangka menengah tetap kuat seiring percepatan transisi energi dan elektrifikasi global.

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong menilai bahwa pelonggaran ekonomi global belum tentu mendorong secara signifikan terhadap permintaan komoditas secara umum. Namun, untuk tembaga, faktor fundamental jangka panjang masih sangat mendukung. "China memang faktor terbesar, tapi saat ini tembaga adalah masalah global di tengah permintaan tinggi dari kendaraan listrik (EV) dan seluruh pembangkit energi," ujarnya kepada KONTAN, Minggu (28/12).

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Rupiah Masih Akan Cermati Data Ekonomi pada Selasa (4/8)
| Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:55 WIB

Rupiah Masih Akan Cermati Data Ekonomi pada Selasa (4/8)

Melansir Bloomberg, di pasar spot rupiah ditutup menguat 0,14% per hari ke level Rp 17.997 per dolar AS, Senin (3/8).

Too Good to Be Trump, Narasi yang Menggerakkan Pasar
| Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:51 WIB

Too Good to Be Trump, Narasi yang Menggerakkan Pasar

Inilah framing effect: sebuah cara peristiwa dibingkai dapat menghasilkan reaksi yang bertolak belakang.

Ekspansi Kredit Bank Digital Masih Melaju Kencang
| Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:50 WIB

Ekspansi Kredit Bank Digital Masih Melaju Kencang

​Bank digital masih tancap gas. Pertumbuhan kreditnya melampaui laju industri, meski kini mulai lebih selektif menjaga kualitas aset.

Di Balik 6 Juta Hektare Lahan Sawit Ilegal
| Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:43 WIB

Di Balik 6 Juta Hektare Lahan Sawit Ilegal

Transformasi tata kelola ekspor sawit, juga mempersyaratkan transformasi tata kelola produksi berupa percepatan pelaksanaan reforma agraria.

Akar Masalah Kepatuhan Pajak
| Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:35 WIB

Akar Masalah Kepatuhan Pajak

Banyak pelaku UMKM merasa enggan membayar pajak karena munculnya persepsi bahwa dana pajak yang dikumpulkan tidak dikelola dengan baik.

Kredit Konsumer Semakin Loyo
| Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:35 WIB

Kredit Konsumer Semakin Loyo

​Di tengah laju kredit perbankan yang semakin menguat, kredit konsumer justru semakin kehilangan tenaga.

Konflik Timur Tengah Memantik Yield SBN
| Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:30 WIB

Konflik Timur Tengah Memantik Yield SBN

Sepanjang kuartal II-2026 investor nonresiden membukukan pembelian bersih (net buy) SBN sebesar Rp 32,09 triliun.

Biaya Dana Naik, Penerbitan Obligasi Korporasi Menurun
| Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:30 WIB

Biaya Dana Naik, Penerbitan Obligasi Korporasi Menurun

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mencatat,  penerbitan obligasi korporasi mencapai Rp 112,31 triliun pada Januari–Juli 2026

Rasio NPL Turun, Namun Risiko Kredit Masih Mengintai Perbankan
| Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:30 WIB

Rasio NPL Turun, Namun Risiko Kredit Masih Mengintai Perbankan

​Rasio NPL perbankan memang mengalami penurunab, tetapi nilai kredit bermasalah justru masih bertambah.

Emiten CPO Masih Memanen Untung
| Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:23 WIB

Emiten CPO Masih Memanen Untung

Sebagian besar emiten CPO masih mampu mencetak pertumbuhan laba, didorong kenaikan harga jual rata-rata

INDEKS BERITA

Terpopuler