Deforestasi

Senin, 01 Desember 2025 | 06:10 WIB
Deforestasi
[ILUSTRASI. TAJUK - Haris Hadinata]
Harris Hadinata | Redaktur Pelaksana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Turut berduka cita atas bencana yang menimpa para korban banjir di Sumatra. Semoga bantuan juga cepat mengalir dan bisa segera diterima oleh para warga yang menjadi korban banjir. 

Selain memastikan para korban yang terdampak segera mendapatkan penanganan terbaik, semua pihak juga harus mengupayakan agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang. 

Banyak pakar menyebut, penyebab banjir ini adalah curah hujan ekstrem yang diperburuk oleh deforestasi. Berkurangnya area tutupan hutan ini membuat air hujan yang jatuh tidak terbendung, sehingga menyebabkan banjir besar.

Berkurangnya luas hutan masih jadi masalah lingkungan besar di Indonesia. Menurut laporan State of Climate Action 2025 yang dipublikasikan World Resources Institute (WRI) pada awal November ini, Indonesia termasuk 10 negara terbesar yang mengalami deforestasi terburuk di periode 2015 hingga 2024.

WRI menempatkan Indonesia sebagai negara dengan deforestasi terparah kedua sedunia. Indonesia hanya lebih baik dari Brasil, yang menempati posisi pertama dalam daftar negara dengan deforestasi terburuk.

Menurut catatan WRI, 10 negara dengan tingkat deforestasi total tertinggi antara 2015-2024 secara kolektif berkontribusi hampir dua pertiga dari seluruh deforestasi global di periode tersebut. Kontribusi deforestasi di Brasil mencapai 26%. 

Sementara kontribusi deforestasi di Indonesia terhadap deforestasi global sebesar 11%. Kontribusi delapan negara lainnya semua satu digit, alias di bawah 10%.

Kabar baiknya, WRI menilai Indonesia termasuk salah satu negara yang berhasil memperlambat deforestasi. Kendati begitu, penurunan laju deforestasi di Indonesia dinilai masih tidak konsisten, bahkan melambat beberapa tahun terakhir.

Deforestasi di Indonesia juga dinilai masih pada tingkat yang mengancam kelangsungan keanekaragaman hayati. Karena itu, Indonesia dinilai perlu memperkuat kebijakan terkait lingkungan, memperkuat penegakan hukum, serta meningkatkan tatakelola dalam hal pengelolaan dan pelestarian lingkungan.

Indonesia sejatinya sudah memiliki program karbon net sink sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya atawa forestry and other land use net sink (FOLU) 2030. Salah satu strateginya adalah pencegahan deforestasi. Tapi, tampaknya pemerintah masih harus lebih tegas dan bergerak lebih gesit untuk mengatasi masalah ini.

Selanjutnya: Saham Emiten Penghuni KBMI I Bergerak Dinamis, Simak Apa Saja Pendorongnya

Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Perlu Lampu Hijau Lender, Fintech Upayakan Keringanan Bagi Peminjam Terdampak Bencana
| Rabu, 17 Desember 2025 | 04:15 WIB

Perlu Lampu Hijau Lender, Fintech Upayakan Keringanan Bagi Peminjam Terdampak Bencana

Asosiasi memberikan pendampingan sehingga penyedia layanan pinjaman daring dapat memitigasi risiko tanpa menambah beban borrower

Tarik Ulur Prospek Saham INDY, Reli Masih Bertumpu Cerita Tambang Emas
| Selasa, 16 Desember 2025 | 10:00 WIB

Tarik Ulur Prospek Saham INDY, Reli Masih Bertumpu Cerita Tambang Emas

Dengan level harga yang sudah naik cukup tinggi, saham PT Indika Energy Tbk (INDY) rentan mengalami aksi ambil untung.

Laba Kuartalan Belum Moncer, Saham Solusi Sinergi Digital (WIFI) Jadi Lumer
| Selasa, 16 Desember 2025 | 09:21 WIB

Laba Kuartalan Belum Moncer, Saham Solusi Sinergi Digital (WIFI) Jadi Lumer

Secara month-to-date, saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI)  sudah mengalami penurunan 5,09%. ​

Pemegang Saham Pengendali Surya Permata Andalan (NATO) Berpindah Tangan
| Selasa, 16 Desember 2025 | 09:16 WIB

Pemegang Saham Pengendali Surya Permata Andalan (NATO) Berpindah Tangan

Emiten perhotelan, PT Surya Permata Andalan Tbk (NATO) mengumumkan perubahan pemegang saham pengendali.

KKGI Akan Membagikan Dividen Tunai Rp 82,8 Miliar
| Selasa, 16 Desember 2025 | 09:11 WIB

KKGI Akan Membagikan Dividen Tunai Rp 82,8 Miliar

Besaran nilai dividen ini mengacu pada laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk KKGI per akhir 2024 sebesar US$ 40,08 juta. 

Arah Suku Bunga Bergantung pada Pergerakan Rupiah
| Selasa, 16 Desember 2025 | 09:06 WIB

Arah Suku Bunga Bergantung pada Pergerakan Rupiah

Bank Indonesia (BI) diperkirakan akan menahan suku bunga acuannya pada bulan ini, namun tetap ada peluang penurunan

Menanti Cuan Bagus dari Rally Santa Claus
| Selasa, 16 Desember 2025 | 08:46 WIB

Menanti Cuan Bagus dari Rally Santa Claus

Saham-saham big caps atau berkapitalisasi besar di Bursa Efek Indonesia berpotensi terpapar fenomena reli Santa Claus.

Korporasi Kembali Injak Rem Utang Luar Negeri
| Selasa, 16 Desember 2025 | 08:42 WIB

Korporasi Kembali Injak Rem Utang Luar Negeri

Utang luar negeri Indonesia per akhir Oktober 2025 tercatat sebesar US$ 423,94 miliar               

Nasib Rupiah di Selasa (16/12) Menanti Data Ekonomi
| Selasa, 16 Desember 2025 | 07:00 WIB

Nasib Rupiah di Selasa (16/12) Menanti Data Ekonomi

Pada Senin (15/12), kurs rupiah di pasar spot turun 0,13% menjadi Rp 16.667 per dolar Amerika Serikat (AS).

Obligasi Korporasi Tetap Prospektif di Era Bunga Rendah
| Selasa, 16 Desember 2025 | 06:30 WIB

Obligasi Korporasi Tetap Prospektif di Era Bunga Rendah

Penerbitan surat utang korporasi pada tahun 2025 melonjak ke rekor tertinggi sebesar Rp 252,16 triliun hingga November.

INDEKS BERITA