Di Tengah Tekanan Minyak, Prospek Discretionary 2026 Masih Tarik Ulur
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Meski rata-rata emiten consumer discretionary yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan pasar menengah atas, tetapi prospeknya di 2026 dibayangi tekanan dari tingginya harga minyak global. Sebab, tingginya harga minyak global berpotensi menggerus daya beli, terutama jika berlangsung dalam periode yang berkepanjangan.
Berdasarkan Trading Economics, harga minyak WTI bertengger di US$ 98,03 per barel atau naik 1,90% pada Rabu (18/3) pukul 23.36 WIB, mengakumulasi kenaikan 12,1% dalam sepekan. Minyak Brent juga parkir di US$ 108,5 per barel atau naik 4,96%, mengakumulasi peningkatan harga 17,58% sepekan.
