Diakuisisi BTN, PNMIM Kerek Target Laba

Jumat, 03 Mei 2019 | 08:29 WIB
Diakuisisi BTN, PNMIM Kerek Target Laba
[]
Reporter: Ferrika Sari | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Tabungan Negara (BTN) telah mengakuisisi 30% saham PT Permodalan Nasional Madani Investment Management (PNMIM), yang merupakan anak usaha PT Permodalan Nasional Madani (PNM).

Direktur Utama PNM Arief Mulyadi mengatakan, perubahan kepemilikan saham PNMIM diperkirakan akan mengerek perolehan jumlah laba holding tahun ini. Seperti diketahui, PNMIM mencatatkan perolehan laba sebesar Rp 14 miliar pada tahun 2018 kemarin.

"Tentu akan ada perubahan laba holding sesuai rencana yang telah diajukan. Kami mengharapkan memperoleh laba lebih tinggi dari Rp 14 miliar," kata Arief.

Masuknya BTN sebagai pemilik saham PNMIM akan mempercepat rencana perusahaan manajer investasi tersebut mengelola dana tabungan perumahan rakyat (Tapera). BTN mengincar pengelolaan dana Tapera sebesar Rp 50 triliun.

Selama ini anak usaha PNM tersebut mengemban tugas sebagai penggalangan dana (fundraising) dari program pembiayaan Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) dan Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM). Dengan akuisisi tersebut, kini pemegang saham PNMIM adalah BTN 30%, sementara PNM 70%.

PNM merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengemban tugas khusus memajukan ekonomi kerakyatan. Caran, memberikan pembiayaan, pendampingan, dan pembinaan kepada usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Sampai Maret 2019, PNM sudah mencatatkan penyaluran pinjaman sebesar Rp 3,62 triliun. Nilai ini tumbuh 85,64% yoy dibandingkan pencapaian Maret 2018 senilai Rp 1,95 triliun.

Adapun total outstanding pembiayaan PNM per Maret 2019 senilai Rp 12,54 triliun. Nilai ini tumbuh 68,9% yoy ketimbang pencapaian outstanding kuartal I-2018 senilai Rp 7,42 triliun.

Arief menjelaskan, kenaikan penyaluran pinjaman berkat upaya perbaikan dan inovasi yang telah dilakukan PNM. Ia mengaku hal ini mampu mendorong peningkatan produktivitas PNM, maupun produktivitas setiap kantor dan jaringan.

Menurut Arief, sebetulnya penyaluran pinjaman boleh dibilang belum terlalu agresif, mengingat fenomena pembiayaan di sektor mikro ultra atau super mikro, biasanya di awal tahun agak melambat. "Tapi penyerapan pembiayaan Mekaar lebih dominan hingga tiga bulan pertama tahun ini, terang Arief.

Bagikan

Berita Terbaru

Industri Sawit Dibayangi Pajak Ekspor, HGU, dan DHE, Ekspor Jadi Andalan
| Senin, 23 Maret 2026 | 03:00 WIB

Industri Sawit Dibayangi Pajak Ekspor, HGU, dan DHE, Ekspor Jadi Andalan

Di sepanjang 2025 total konsumsi dalam negeri mengalami peningkatan 3,82% dari 23,859 juta ton di tahun 2024 jadi 24,772 juta ton pada tahun 2025.

Lebaran, Saatnya Dulang Cuan dari Saham Supermarket dan Minimarket
| Minggu, 22 Maret 2026 | 14:00 WIB

Lebaran, Saatnya Dulang Cuan dari Saham Supermarket dan Minimarket

Sejak awal puasa, biasanya emiten ritel supermarket dan minimarket isi stok berlipat untuk antisipasi kenaikan permintaan masyarakat.

Simak 5 Produk Reksadana Saham Syariah Terbaik di Awal Tahun Ini
| Minggu, 22 Maret 2026 | 12:00 WIB

Simak 5 Produk Reksadana Saham Syariah Terbaik di Awal Tahun Ini

Reksadana saham syariah tak sekadar menawarkan peluang pertumbuhan yang solid, melainkan juga menggaransi ketenangan batin.

Permintaan Ramadan dan Lebaran Jadi Pelecut Kinerja JPFA di Kuartal I
| Minggu, 22 Maret 2026 | 11:00 WIB

Permintaan Ramadan dan Lebaran Jadi Pelecut Kinerja JPFA di Kuartal I

Head of Reseach Retail MNC Sekuritas menyampaikan momentum Ramadan dan Lebaran memang menjadi katalis positif bagi emiten perunggasan.

Agar Belanja Kecantikan Tak Mengganggu Anggaran
| Minggu, 22 Maret 2026 | 09:00 WIB

Agar Belanja Kecantikan Tak Mengganggu Anggaran

Penggunaan produk kecantikan sudah menjadi kebutuhan bagi sebagian orang. Yuk, simak cara mengelola anggarannya!

Strategi Peritel Kosmetik Tampil Menarik di Mata Pesolek
| Minggu, 22 Maret 2026 | 08:05 WIB

Strategi Peritel Kosmetik Tampil Menarik di Mata Pesolek

Peritel kosmetik adu strategi penjualan agar mampu menuai berkah penjualan saat Ramadan dan Lebaran.

Meracik Bisnis Kecap dengan Energi Ramah Lingkungan
| Minggu, 22 Maret 2026 | 06:15 WIB

Meracik Bisnis Kecap dengan Energi Ramah Lingkungan

Di balik sebotol kecap manis ABC, PT Heinz ABC Indonesia menjalankan transformasi produksi memanfaatkan energi surya dan biomassa.

 
Portofolio Merek Sport dan Lifestyle Menjadi Katalis Positif Saham MAPA
| Minggu, 22 Maret 2026 | 06:07 WIB

Portofolio Merek Sport dan Lifestyle Menjadi Katalis Positif Saham MAPA

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, MAPA yang menyasar segmen menengah ke atas, diproyeksikan memiliki kinerja yang masih cukup solid.

Melihat Kelahiran BRIS dan Potensinya di Masa Depan
| Minggu, 22 Maret 2026 | 06:00 WIB

Melihat Kelahiran BRIS dan Potensinya di Masa Depan

Diversifikasi pendapatan melalui fee based income juga terlihat stabil, menyumbang 15%–17% terhadap total pendapatan BRIS.

CEO Social Bella: Kembangkan Satu Solusi yang Bersifat Menyeluruh
| Minggu, 22 Maret 2026 | 06:00 WIB

CEO Social Bella: Kembangkan Satu Solusi yang Bersifat Menyeluruh

Christopher Madiam, Co-Founder dan CEO Social Bella, memaparkan strategi yang dia terapkan kepada Wartawan KONTAN. Simak, yuk.

INDEKS BERITA