Distribusi via Bancassurance Masih Paling Gede

Kamis, 30 Mei 2024 | 04:50 WIB
Distribusi via Bancassurance Masih Paling Gede
[ILUSTRASI. Agen menawarkan produk asuransi di Jakarta, Rabu (3/4/2024). Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat produk tradisional masih mendominasi pendapatan premi industri asuransi jiwa pada 2023. Berdasarkan data sepanjang 2023, produk tradisional mengambil porsi 52% atau Rp 92,33 triliun, sedangkan unitlink 48% atau Rp 85,33 triliun. (KONTAN/Baihaki)]
Reporter: Ferry Saputra | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kanal distribusi bancassurance masih menjadi memberi kontribusi pendapatan premi besar bagi asuransi jiwa. Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) per kuartal I lalu, pendapatan premi bancassurance mencapai Rp 19,09 triliun. 

Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon mengatakan, pendapatan premi yang dijual dari kanal bancassurance naik 0,5%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 19 triliun. Sementara itu, Budi menerangkan, pendapatan premi dari kanal lain, yakni keagenan, meningkat 2,6% secara tahunan menjadi Rp 14,16 triliun pada kuartal I-2024. 

Baca Juga: Great Eastern Life Catat Pendapatan Premi Rp 946,54 Miliar di Kuartal I-2024

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

Elegi Transparansi OJK
| Selasa, 03 November 2026 | 05:05 WIB

Elegi Transparansi OJK

Memang menjadi pertanyaan, mengapa OJK hanya menyebut inisial nama-nama perusahaan broker yang disanksi?

Pemungut Pajak Digital Diperluas
| Selasa, 03 November 2026 | 05:00 WIB

Pemungut Pajak Digital Diperluas

Perluasan pemungut pajak digital tersebut akan melibatkan perbankan, baik bank pemerintah maupun swasta, fintech, hingga e-commerce.

Rebound IHSG Berlanjut? Intip Prediksi dan Rekomendasi Saham Hari Ini (3/11)
| Selasa, 03 November 2026 | 04:50 WIB

Rebound IHSG Berlanjut? Intip Prediksi dan Rekomendasi Saham Hari Ini (3/11)

IHSG masih melemah 5,14% dalam sepekan terakhir. Sedangkan sejak awal tahun, IHSG melemah 41,06%.   

Risiko Kredit Tekan Permodalan LKM
| Selasa, 03 November 2026 | 04:45 WIB

Risiko Kredit Tekan Permodalan LKM

OJK mencatat bahwa ekuitas industri LKM terkontraksi 2,34% secara tahunan menjadi Rp 655,20 miliar per Agustus 2026

Ekspor Melesat, Rekrutmen Tersendat
| Selasa, 03 November 2026 | 04:30 WIB

Ekspor Melesat, Rekrutmen Tersendat

Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang dirilis S&P Global naik menjadi 54 pada Oktober 2026, dari 52,4 pada September 2026. 

Aktivitas Bisnis Manufaktur Makin Melonjak
| Selasa, 03 November 2026 | 04:30 WIB

Aktivitas Bisnis Manufaktur Makin Melonjak

Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia S&P Global tercatat sebesar 54,0 pada Oktober 2026, naik dari 52,4 pada September 2026.

Persaingan Ketat Tekan Premi Asuransi Marine Cargo
| Selasa, 03 November 2026 | 04:20 WIB

Persaingan Ketat Tekan Premi Asuransi Marine Cargo

Klaim asuransi marine cargo hingga Agustus 2026 tumbuh 16,95% secara tahunan menjadi Rp 1,45 triliun. 

Pertumbuhan Bank Digital Bisa Terganjal Wacana Pemberlakuan Pajak Transaksi Digital
| Senin, 02 November 2026 | 19:44 WIB

Pertumbuhan Bank Digital Bisa Terganjal Wacana Pemberlakuan Pajak Transaksi Digital

Pungutan pajak digital yang akan mulai dijalankan 9 November dengan melibatkan bank pemerintah, hingga platform digital, bakal memberatkan.

Surplus Neraca Dagang Indonesia Anjlok 68,4% hingga September 2026, Ini Penyebabnya
| Senin, 02 November 2026 | 18:18 WIB

Surplus Neraca Dagang Indonesia Anjlok 68,4% hingga September 2026, Ini Penyebabnya

BPS mencatat surplus perdagangan hanya US$ 10,61 miliar pada Januari-September 2026, jauh lebih rendah dibandingkan periode yang sama 2025.

Bukan Asal Terdesak, Timbang Sebelum Kuras Dana Darurat
| Senin, 02 November 2026 | 17:35 WIB

Bukan Asal Terdesak, Timbang Sebelum Kuras Dana Darurat

Simak apa saja kondisi yang membuat dana darurat layak terpakai, menurut pandangan perencana keuangan.

INDEKS BERITA

Terpopuler