Dorong Produksi, BRMS Bor Titik Prospek Emas Baru

Rabu, 23 Juni 2021 | 07:45 WIB
Dorong Produksi, BRMS Bor Titik Prospek Emas Baru
[]
Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) terus mengoptimalkan portofolio tambang miliknya. Perusahaan ini bakal melakukan pengeboran di empat titik prospek emas di tambang Citra Palu Minerals (CPM).

Pengeboran tersebut merupakan kelanjutan dari kontrak karya yang telah diperoleh. Berdasarkan kontrak tersebut, BRMS diizinkan menambang dan memproduksi emas hingga 2050.

Untuk jangka pendek, BRMS akan melakukan pengeboran di empat titik prospek emas di kuartal kedua ini. "Sumber dana untuk biaya ini berasal dari rights issue," kata Herwin Hidayat, Direktur dan Investor Relations BRMS, Selasa (22/6).

BRMS sudah merampungkan rights issue sebanyak 22,9 miliar saham pada April 2021. Perusahaan ini meraup dana segar Rp 1,6 triliun setelah menetapkan harga pelaksanaan Rp 70 per saham.

Rumor Grup Salim yang menandatangani non disclosure agreement (NDA) untuk mengoperasikan tambang emas BRMS sempat muncul. Terkait rumor ini, manajemen mengakui ada pemegang saham baru yang masuk, salah satunya Emirates Tarian Global Ventures.

Namun, tidak diketahui identitas di balik entitas tersebut. "Karena yang boleh diketahui hanya sampai ke level pemegang saham langsung saja," imbuh Herwin.

Pengeboran titik prospek emas di CPM merupakan rencana jangka pendek. Untuk jangka panjang, BRMS akan membangun pengolahan bijih emas kedua dengan kapasitas 4.000 ton per hari. Pengolahan dengan kapasitas ini akan menghasilkan emas setara sekitar 63.256 oz per tahun.

Investasi pada pembangunan pabrik kedua ini mencapai US$ 65 juta-US$ 70 juta. Pabrik ini ditargetkan beroperasi pada Juni 2022.

Setelah ini, BRMS akan membangun fasilitas ketiga dengan kapasitas yang sama. Sumber pendanaan akan berasal dari fasilitas kredit yang telah dikantongi BRMS.

Adapun kapasitas pengolahan saat ini sebesar 500 ton per hari. Ini setara dengan output emas 7.907 oz per tahun. Namun, utilisasinya saat ini baru 70%. Alasannya, BRMS kesulitan mencari pasokan suku cadang fasilitas produksi akibat pandemi Covid-19.

Untungnya, kini suku cadang yang diperlukan sudah datang Mei lalu. "Langsung kami pasang, sehingga produksi akan menjadi lebih tinggi mulai semester kedua nanti," imbuh Herwin.

BRMS juga telah mengantongi izin tambang seng dan timah hitam untuk Dairi Mineral (DM). Izin produksinya hingga 2047. Sedang izin produksi tembaga dan emas untuk Gorontalo Mineral berlangsung hingga 2052.

Dengan sejumlah portofolio tambang yang dimiliki, BRMS optimistis kinerja keuangan tahun ini bakal lebih baik. Sedikit gambaran, pendapatan BRMS di kuartal I-2021 mencapai US$ 1,35 juta, naik 37,09% secara tahunan dari sebelumnya di US$ 991.860.

Sejalan dengan kenaikan tersebut, BRMS meraup laba bersih US$ 1,67 juta, naik 880,41% secara tahunan. Namun, kenaikan ini juga berkat kontribusi pendapatan lain-lain senilai US$ 2,02 juta.

Bagikan

Berita Terbaru

Membedah Diversifikasi Bisnis PGEO ke Data Center dan Hidrogen
| Kamis, 16 April 2026 | 18:38 WIB

Membedah Diversifikasi Bisnis PGEO ke Data Center dan Hidrogen

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mengumumkan rencana menambah lini bisnis ke hidrogen dan data center.

Menakar Nasib Investasi BUMN di Saham Emiten Pailit yang Bakal Delisting
| Kamis, 16 April 2026 | 17:42 WIB

Menakar Nasib Investasi BUMN di Saham Emiten Pailit yang Bakal Delisting

Dari sisi laporan keuangan, akan ada impairement yang signifikan karena perusahaan harus melakukan write-off atas nilai investasinya.

Kuota RKAB Disunat Pemerintah, INCO Kebut Revisi Demi Amankan Pasokan Smelter
| Kamis, 16 April 2026 | 09:46 WIB

Kuota RKAB Disunat Pemerintah, INCO Kebut Revisi Demi Amankan Pasokan Smelter

Kendati dibayangi pemangkasan kuota, para analis masih memandang positif prospek kinerja keuangan dan saham INCO.

Harga Timah Global Melesat, TINS Kebut Produksi dan Siap Eksekusi Proyek Tanah Jarang
| Kamis, 16 April 2026 | 09:25 WIB

Harga Timah Global Melesat, TINS Kebut Produksi dan Siap Eksekusi Proyek Tanah Jarang

TINS akan menyuplai bahan baku mineral tanah jarang dari Sisa Hasil Produksi timah ke fasilitas produksi bersama Perminas. 

Bidik Dana Rp 159,9 Miliar, Royaltama Mulia Kontraktorindo (RMKO) Gelar Rights Issue
| Kamis, 16 April 2026 | 08:57 WIB

Bidik Dana Rp 159,9 Miliar, Royaltama Mulia Kontraktorindo (RMKO) Gelar Rights Issue

Saham baru ini dipatok dengan harga Rp 350 per saham. Dus, dari rights issue, RMKO berpotensi meraup dana segar maksimal Rp 159,9 miliar.​

Berkah Blokade Hormuz, ADMR Siap Panen Cuan dari Smelter Aluminium Baru di Kaltara
| Kamis, 16 April 2026 | 08:55 WIB

Berkah Blokade Hormuz, ADMR Siap Panen Cuan dari Smelter Aluminium Baru di Kaltara

Letak geografis yang relatif aman dari zona konflik membuat ADMR dalam kondisi yang pas untuk menyuplai pasar Asia Timur.

Kinerja 2025 Masih Kuat, Laba Metrodata Electronics (MTDL) Pada 2026 Bisa Melesat
| Kamis, 16 April 2026 | 08:50 WIB

Kinerja 2025 Masih Kuat, Laba Metrodata Electronics (MTDL) Pada 2026 Bisa Melesat

Prospek PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) pada 2026 diproyeksi masih cerah. Ini berkaca pada pertumbuhan kinerja MTDL pada 2025.

Rupiah Melemah, Laba Mayora Indah (MYOR) Bisa Tak Bergairah
| Kamis, 16 April 2026 | 08:41 WIB

Rupiah Melemah, Laba Mayora Indah (MYOR) Bisa Tak Bergairah

Pelemahan rupiah dalam jangka menengah bisa menekan margin emiten konsumer, termasuk PT Mayora Indah Tbk (MYOR). ​

Adaro Andalan (AADI) Divestasi Aset Batubara di Australia Senilai US$ 1,85 Miliar
| Kamis, 16 April 2026 | 08:32 WIB

Adaro Andalan (AADI) Divestasi Aset Batubara di Australia Senilai US$ 1,85 Miliar

PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) berencana menjual seluruh saham tambang batubara Kestrel Coal Group Pyt Ltd di Australia.

Modal Asing Bikin Utang Luar Negeri Naik
| Kamis, 16 April 2026 | 08:11 WIB

Modal Asing Bikin Utang Luar Negeri Naik

Posisi utang luar negeri Indonesia melonjak pada Februari 2026. Kenaikan drastis ini didorong bank sentral.    

INDEKS BERITA

Terpopuler