Dua SPAC Akan Mencatatkan Saham di Bursa Singapura Akhir Bulan Ini

Jumat, 07 Januari 2022 | 11:10 WIB
Dua SPAC Akan Mencatatkan Saham di Bursa Singapura Akhir Bulan Ini
[ILUSTRASI. FILE PHOTO - Logo Singapore Exchange (SGX) terpasang di distrik keuangan Singapura, 23 April 2014. REUTERS/Edgar Su/File Photo]
Reporter: Sumber: Reuters | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Dua perusahaan yang didirikan khusus untuk melakukan akuisisi akan melakukan penawaran umum perdana (IPO) di bursa Singapura. Pencatatan saham perusahaan yang biasa disebut special purpose acquisition company (SPAC) itu akan digelar akhir bulan ini, ujar dua orang yang mengetahui masalah tersebut pada Jumat (7/1).

Vertex Technology Acquisition Corp (VTAC) dan Pegasus Asia akan menjadi dua SPAC pertama yang melakukan pencatatan di bursa Asia, sejak tren IPO perusahaan cek kosong semacam itu dimulai di Amerika Serikat (AS) pada tahun 2020.

Tahun lalu, Singapore Exchange meluncurkan kerangka peraturan yang lebih longgar untuk pencatatan perusahaan semacam itu.  Padahal di AS, permintaan terhadap penawaran saham SPAC sudah surut.

VTAC didukung Vertex Venture Holdings, salah satu unit dari perusahaan investasi milik negara, Temasek Holdings. 

Baca Juga: Latitude Group Holding Akan Membeli Unit Konsumen Humm Group Senilai US$ 241,8 Juta

SPAC yang fokus pada keamanan siber, fintech, dan sektor lainnya, pada Kamis (6/10), mengatakan niat menggalang dana sekitar S$ 170 juta, atau setara US$ 125 juta. Untuk mencapai target itu, VTAC membanderol sahamnya seharga S$ 5 per saham.

Apabila seluruh persyaratan dari otoritas terpenuhi, VTAC berniat melakukan pencatatan pada 21 Januari, ujar seorang sumber.

Pegasus Asia mendapat dukungan dari perusahaan pengelola aset asal Eropa Tikehau Capital, juga mengajukan prospektusnya pada hari Kamis. Perusahaan itu akan mencatatkan sahamnya di bursa Singapura pada 25 Januari, kata sumber kedua.

Baca Juga: Tiga Perusahaan Pelat Merah Ini Berencana Go Public

Sumber menolak untuk diidentifikasi karena mereka tidak berwenang untuk berbicara kepada media.

Tidak ada tanggapan langsung atas permintaan yang dikirim ke Tikehau di luar jam kerja Eropa, sementara juga tidak ada tanggapan langsung dari Vertex Venture.

SPAC adalah perusahaan cangkang yang terdaftar di bursa saham dan kemudian bergabung dengan perusahaan yang ada untuk mengambil saham publik itu, menawarkan kerangka waktu daftar yang lebih pendek dan penilaian yang kuat.

Bagikan

Berita Terbaru

Kepercayaan industri Mulai Menurun
| Rabu, 30 September 2026 | 21:37 WIB

Kepercayaan industri Mulai Menurun

Kemenperin mencatat IKI September tahun ini berada di level 51,93, turun 0,37 poin dibandingkan Agustus 2026 yang mencapai 53,10.

Menakar Potensi Dampak Pelemahan Rupiah Terhadap Kinerja Emiten
| Rabu, 30 September 2026 | 15:12 WIB

Menakar Potensi Dampak Pelemahan Rupiah Terhadap Kinerja Emiten

Emiten dengan utang dolar AS tetapi pendapatan dominan rupiah, berisiko mengalami kenaikan beban bunga dan pembayaran pokok.

Keluar dari Papan FCA, Saham Grup Bakrie dan MNC Kompak Bergerak Liar
| Rabu, 30 September 2026 | 14:49 WIB

Keluar dari Papan FCA, Saham Grup Bakrie dan MNC Kompak Bergerak Liar

Saham-saham konglomerasi yang baru keluar dari Papan Pemantauan Khusus atau Full Call Auction (FCA) menunjukkan pergerakan yang beragam.

Saham UVCR Meroket 50% Sepekan, Saham UVCR Masih Layak Dikejar?
| Rabu, 30 September 2026 | 13:50 WIB

Saham UVCR Meroket 50% Sepekan, Saham UVCR Masih Layak Dikejar?

Ada sejumlah faktor fundamental yang menopang bisnis UVCR, diantaranya pergeseran program loyalitas dari bentuk fisik menuju voucher digital.

Seberapa Besar Sentimen Rights Issue Berefek Terhadap Pergerakan Harga Saham CBRE?
| Rabu, 30 September 2026 | 13:38 WIB

Seberapa Besar Sentimen Rights Issue Berefek Terhadap Pergerakan Harga Saham CBRE?

Selain sentimen rights issue, ekspektasi perbaikan struktur permodalan dan aksi ambil untung jangka pendek juga mewarnai pergerakan saham ini.

Insentif Industri Belum Mampu Mengerek Prospek Emiten Furnitur
| Rabu, 30 September 2026 | 10:00 WIB

Insentif Industri Belum Mampu Mengerek Prospek Emiten Furnitur

Kenaikan harga saham belum otomatis berarti insentif pemerintah sudah memberi dampak ke bisnis emiten furnitur.

Pemerintah Akan Bangun Peternakan, Tekanan Ganda Bagi Emiten Poultry
| Rabu, 30 September 2026 | 09:00 WIB

Pemerintah Akan Bangun Peternakan, Tekanan Ganda Bagi Emiten Poultry

Persoalan utama peternakan adalah pakan karena hampir 70% dari total biaya produksi. Jadi memang mesti membangun pabrik pakan di sentra produksi.

Kedatangan Pengendali Baru, Saham KETR Semakin Menarik untuk Dicermati
| Rabu, 30 September 2026 | 08:58 WIB

Kedatangan Pengendali Baru, Saham KETR Semakin Menarik untuk Dicermati

Konglomerasi milik keluarga Widjaja memperkuat ekosistem bisnis infrastruktur telekomunikasi dengan mengakuisisi KETR.

ANJT Guyur Pinjaman Senilai Rp 2 Triliun ke Perusahaan Afiliasi
| Rabu, 30 September 2026 | 07:58 WIB

ANJT Guyur Pinjaman Senilai Rp 2 Triliun ke Perusahaan Afiliasi

PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) mengucurkan pinjaman senilai Rp 2 triliun kepada perusahaan terafiliasi, PT Adhitya Serayakorita (ASK).

Memperkuat Ekspansi, ENRG Mengincar Dana Rp 4,1 Triliun dari Rights Issue
| Rabu, 30 September 2026 | 07:54 WIB

Memperkuat Ekspansi, ENRG Mengincar Dana Rp 4,1 Triliun dari Rights Issue

Aksi rights issue bisa memberikan ruang PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) untuk memperluas kegiatan eksplorasi dan pengembangan lapangan migas.

INDEKS BERITA

Terpopuler