Efek Relaksasi Bea Masuk Tak Signifikan ke Penerimaan Negara

Rabu, 26 Februari 2025 | 04:25 WIB
Efek Relaksasi Bea Masuk Tak Signifikan ke Penerimaan Negara
[ILUSTRASI. Suasana museum Lokawistara di kantor pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Jakarta, Jumat (10/1/2025). DJBC Kemenkeu melaporkan penerimaan dari sektor kepabeanan dan cukai selama 2024 tumbuh dari tahun sebelumnya. Penerimaan bea masuk Rp 53,0 triliun atau tumbuh 4,1% secara tahunan (yoy), penerimaan bea keluar Rp 20,9 triliun atau tumbuh 53,6% (yoy), penerimaan cukai hasil tembakau Rp 216,9 triliun atau tumbuh 1,6% (yoy), dan penerimaan cukai MMEA dan EA Rp 9,2 triliun atau tumbuh 13,9% (yoy). (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)]
Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah memberi relaksasi tarif bea masuk terhadap sejumlah komoditas tertentu yang sebelumnya dikenakan tarif most favored nation (MFN). Perubahan ini untuk menyederhanakan sistem tarif bea masuk agar jadi lebih efisien dan transparan.

Penyederhanaan tarif ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 4 Tahun 2025 dan berlaku mulai 5 Maret 2025. Dalam PMK ini, delapan kelompok komoditas yang sebelumnya dikenakan tarif MFN kini dibagi jadi tiga kelompok tarif.

Ini Artikel Spesial

Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan atau membeli artikel ini.

Kontan Digital Premium Access

Business Insight, Epaper Harian + Tabloid, Arsip Epaper 30 Hari

Rp 120.000
Business Insight

Hanya dengan 20rb/bulan Anda bisa mendapatkan berita serta analisis ekonomi bisnis dan investasi pilihan

-
Berlangganan dengan Google

Gratis uji coba 7 hari pertama. Anda dapat menggunakan akun Google sebagai metode pembayaran.

Bagikan

Berita Terbaru

Mencermati Kocok Ulang FTSE Index
| Rabu, 26 Februari 2025 | 06:57 WIB

Mencermati Kocok Ulang FTSE Index

FTSE Russell mengumumkan hasil tinjauan semi annual untuk FTSE Global Equity Index Series Asia Pacific

Prospek Ekonomi Suram, Investor Asing Hengkang
| Rabu, 26 Februari 2025 | 06:50 WIB

Prospek Ekonomi Suram, Investor Asing Hengkang

Penurunan bobot dan pemangkasan rating MSCI Indonesia menjadi underweight berpotensi mendorong dana asing kembali keluar 

Sentimen MSCI dan Danantara Berlanjut, IHSG Diproyeksi Loyo Hari Ini, Rabu (26/12)
| Rabu, 26 Februari 2025 | 06:49 WIB

Sentimen MSCI dan Danantara Berlanjut, IHSG Diproyeksi Loyo Hari Ini, Rabu (26/12)

Isu terkait pendirian Danantara direspons beragam. Pasar masih dipengaruhi isu negatif mengenai pengelolaan dan kinerja SWF di  negara tetangga. 

Industri Harapkan Kejelasan Skema Asuransi Program Pemerintah
| Rabu, 26 Februari 2025 | 06:45 WIB

Industri Harapkan Kejelasan Skema Asuransi Program Pemerintah

Salah satu tantangan saat ini adalah belum ada regulasi yang sepenuhnya mengakomodasi keterlibatan industri asuransi dalam program pemerintah.

 Siap Panen Transaksi di Bulan Ramadan
| Rabu, 26 Februari 2025 | 06:30 WIB

Siap Panen Transaksi di Bulan Ramadan

BI mencatat transaksi pembayaran digital industri perbankan pada Januari 2025 mencapai 3,5 miliar transaksi, meningkat 35,3% secara tahunan.​

Berburu Tawaran Bunga Deposito Paling Menawan
| Rabu, 26 Februari 2025 | 06:25 WIB

Berburu Tawaran Bunga Deposito Paling Menawan

Bank-bank digital mau tak mau harus menawarkan bunga lebih tinggi agar bisa bersaing dengan bank-bank besar dalam menjaring​ DPK

Audit Danantara
| Rabu, 26 Februari 2025 | 06:17 WIB

Audit Danantara

Padahal, publik selama ini kerap disuguhi berita tentang menjamurnya praktik korupsi di berbagai BUMN.

Asuransi Jiwa Patungan Kian Dominasi Pasar
| Rabu, 26 Februari 2025 | 06:15 WIB

Asuransi Jiwa Patungan Kian Dominasi Pasar

Perusahaan joint venture masih mendominasi industri asuransi jiwa di Indonesia dengan aset terbesar pada tahun 2024.

Otot Bitcoin Semakin Lemas, Pagi Ini  Rabu (25/2) Masih Berada di Bawah US$ 90.000
| Rabu, 26 Februari 2025 | 06:13 WIB

Otot Bitcoin Semakin Lemas, Pagi Ini Rabu (25/2) Masih Berada di Bawah US$ 90.000

Dengan hanya beberapa hari tersisa di bulan ini, pasar menghadapi tantangan besar membalikkan tren bearish saat ini.

Debitur Menahan Ekspansi, Kredit Menganggur di Bank Menumpuk
| Rabu, 26 Februari 2025 | 06:05 WIB

Debitur Menahan Ekspansi, Kredit Menganggur di Bank Menumpuk

Di jajaran bank beraset besar, nilai kredit menganggur tertinggi dicatat BCA , mencapai Rp 411,13 triliun, atau meningkat 8,5% secara tahunan.​

INDEKS BERITA

Terpopuler