Efisiensi Anggaran

Senin, 30 Maret 2026 | 06:18 WIB
Efisiensi Anggaran
[ILUSTRASI. TAJUK - Havid Febri (KONTAN/Steve GA)]
Havid Vebri | Redaktur Pelaksana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gelombang penghematan anggaran kini meluas di berbagai kementerian dan pemerintah daerah. Mulai dari efisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) di sektor pertahanan, pengetatan belanja operasional di sektor sosial, hingga pembatasan perjalanan dinas oleh pemerintah daerah. Langkah ini diambil sebagai respons atas tekanan ekonomi global, khususnya lonjakan harga energi, yang menuntut kehati-hatian dalam pengelolaan keuangan negara.

Secara prinsip, efisiensi merupakan pilihan rasional. Dalam situasi penuh ketidakpastian, menjaga kesehatan fiskal menjadi keharusan. Pengurangan belanja yang tidak prioritas—seperti kegiatan seremonial, perjalanan dinas yang tidak mendesak, hingga konsumsi energi berlebih—dapat membuka ruang bagi pengalihan anggaran ke sektor yang lebih produktif dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Namun, pertanyaan penting perlu diajukan: apakah arah penghematan ini sudah tepat sasaran?

Pemerintah menegaskan bahwa program bantuan sosial tetap menjadi prioritas. Komitmen ini patut diapresiasi, mengingat kelompok rentan membutuhkan perlindungan di tengah tekanan ekonomi. Meski demikian, tantangan utama bukan hanya menjaga anggaran tetap ada, tapi memastikan kualitas dan efektivitas program tidak menurun akibat pengetatan belanja di sektor lain.

Efisiensi yang tak terukur berisiko menimbulkan dampak kontraproduktif. Pembatasan operasional yang berlebihan dapat mengganggu layanan publik, dan pengurangan aktivitas koordinasi berpotensi menurunkan kualitas kebijakan.

Di sisi lain, momentum ini seharusnya dimanfaatkan untuk membenahi struktur belanja negara secara lebih mendasar. Selama ini, praktik pemborosan masih kerap terjadi.Prioritas berikutnya adalah penajaman prioritas dan transparansi. Setiap rupiah yang dihemat harus memiliki tujuan jelas: dialihkan ke program yang benar-benar memberi manfaat nyata. Tanpa keterbukaan, kebijakan penghematan berisiko menimbulkan persepsi negatif dan menggerus kepercayaan publik.

Lebih jauh, pemerintah perlu mengedepankan pendekatan berbasis kinerja. Belanja negara harus diukur dari output dan dampaknya, bukan sekadar serapan anggaran.

Penghematan yang tepat sasaran akan memperkuat fondasi fiskal sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sebaliknya, jika dilakukan tanpa arah yang jelas, efisiensi hanya akan menjadi pengorbanan yang mahal.

Bagikan
Topik Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

Indonesia Kantongi Tarif Amerika 10%
| Sabtu, 06 Juni 2026 | 08:45 WIB

Indonesia Kantongi Tarif Amerika 10%

Indonesia memperoleh tarif perdagangan sebesar 10% untuk ekspor ke Amerika Serikat (AS) berdasarkan hasil investigasi Pasal 301 UU Perdagangan AS

Setoran Pajak Moncer, Alarm Tetap Menyala
| Sabtu, 06 Juni 2026 | 08:31 WIB

Setoran Pajak Moncer, Alarm Tetap Menyala

Kementerian Keuangan mencatat realisasi penerimaan pajak Januari-Mei sebesar Rp 834 triliun​        

Hobi Unik Bos Logisticsplus International (LOPI): Mencuci Mobil Sendiri Saat Weekend
| Sabtu, 06 Juni 2026 | 08:28 WIB

Hobi Unik Bos Logisticsplus International (LOPI): Mencuci Mobil Sendiri Saat Weekend

Presiden Komisaris LOPI Arfindi Batubara punya hobi tak terduga: mencuci mobil sendiri. Ada pesan penting dari ayahnya di balik kebiasaan ini.

Rupiah Anjlok dan Kemasan Mahal, Peritel Mengerek Harga Jual Produk
| Sabtu, 06 Juni 2026 | 08:26 WIB

Rupiah Anjlok dan Kemasan Mahal, Peritel Mengerek Harga Jual Produk

Tekanan biaya produksi ini memaksa pelaku industri pangan, UMKM, hingga peritel mengerek harga jual produk agar bisa bertahan.

Pemerintah Klaim Fiskal Aman, tapi Belum Mampu Redakan Kekhawatiran
| Sabtu, 06 Juni 2026 | 08:23 WIB

Pemerintah Klaim Fiskal Aman, tapi Belum Mampu Redakan Kekhawatiran

Realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) per Mei 2026 mengalami defisit sebesar Rp 180,4 triliun

Regulasi Tarif Baru Tiket Pesawat Segera Terbit
| Sabtu, 06 Juni 2026 | 08:20 WIB

Regulasi Tarif Baru Tiket Pesawat Segera Terbit

Pembahasan tarif baru pesawat sudah memasuki tahap akhir dan sinkronisasi antar kementerian sebelum ditetapkan

 Kuli Bongkar Muat Jadi Konglomerat
| Sabtu, 06 Juni 2026 | 08:14 WIB

Kuli Bongkar Muat Jadi Konglomerat

Kisah hidup dan perjalanan karier Jerry Hermawan Lo dari kerja serabutan hingga menjadi bos JHL Group

Strategi Investasi Berubah Total, Arfindi Batubara Pilih Strategi Lebih Konservatif
| Sabtu, 06 Juni 2026 | 08:00 WIB

Strategi Investasi Berubah Total, Arfindi Batubara Pilih Strategi Lebih Konservatif

Arfindi A. Batubara, Komisaris Utama LOPI, bagikan strategi jitu capai untung dari properti. Pelajari kunci diversifikasi asetnya sekarang

Industri Manufaktur di Balik Tekanan Rupiah
| Sabtu, 06 Juni 2026 | 07:10 WIB

Industri Manufaktur di Balik Tekanan Rupiah

Ketergantungan industri manufaktur terhadap bahan baku impor menciptakan efek domino yang mematikan.

Miskin Se-Indonesia
| Sabtu, 06 Juni 2026 | 07:05 WIB

Miskin Se-Indonesia

Jika ekonomi saat ini mengandalkan belanja pemerintah bukan lagi dari konsumsi publik yang tengah loyo berarti ekonomi sedang terganggu.

INDEKS BERITA

Terpopuler