Ekspor Terhambat Akibat Corona, GEMA Hentikan Produksi Anak Usaha

Senin, 20 April 2020 | 13:26 WIB
Ekspor Terhambat Akibat Corona, GEMA Hentikan Produksi Anak Usaha
[ILUSTRASI. Pengunjung dari mancanegara mengamati berbagai furniture di pameran Indonesia International Furnitire Expo 2017 di JIexpo Jakarta, Minggu (12/3/2017). PT AIDA Rattan Industri, anak usaha PT Gema Grahasarana Tbk terpaksa menghentikan produksi akibat corona]
Reporter: Tedy Gumilar | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pandemi virus corona (Covid-19) membuat satu-persatu perusahaan dari berbagai sektor mulai menghentikan operasionalnya.

Paling anyar, penghentian produksi terpaksa dilakukan oleh PT AIDA Rattan Industry.

Kegiatan produksi dihentikan mulai 20 April 2020 hingga 1 Juni 2020.

Perusahaan yang berstatus sebagai anak usaha PT Gema Grahasarana Tbk (GEMA) itu merupakan produsen furnitur berbahan dasar rotan.

Selama ini AIDA mengekspor produk hi-craft rattan ke pasar Eropa, Amerika dan Asia.

Baca Juga: Gara-gara corona, nyaris setengah juta perusahaan di China gulung tikar

Ferlina Sutandi, Corporate Secretary PT Gema Grahasarana Tbk menyebut, beberapa negara yang selama ini menjadi tujuan ekspor menerapkan kebijakan lock down untuk menghentikan penyebaran virus corona.

Nah, kebijakan tersebut berdampak terhadap penundaan pengiriman furnitur yang diproduksi oleh AIDA. 

Meski tidak membeberkan detailnya, Ferlina menyebut penghentikan aktivitas produksi AIDA tidak berpengaruh signifikan terhadap GEMA.

"Kontribusi pendapatan PT AIDA Rattan Industry terhadap GEMA masih kecil," terangnya dalam keterbukaan informasi, Senin (20/4).

Sejauh ini belum ada informasi soal nasib karyawan AIDA seiring penghentian sementara produksi.  

 

Bagikan

Berita Terbaru

Kinerja Keuangan Solid, Mengapa Saham Emiten Perbankan Digital Belum Menarik?
| Kamis, 30 Juli 2026 | 09:13 WIB

Kinerja Keuangan Solid, Mengapa Saham Emiten Perbankan Digital Belum Menarik?

Saham-saham bank digital saat ini masih diperdagangkan pada valuasi yang relatif premium bila dibandingkan dengan bank konvensional.

Daya Beli Menahan Transaksi Properti
| Kamis, 30 Juli 2026 | 09:01 WIB

Daya Beli Menahan Transaksi Properti

Tekanan daya beli juga mendorong calon konsumen mencari hunian dengan harga yang lebih terjangkau di kota-kota penyangga.

Rally Saham INDY Ditopang Spekulasi Divestasi Kideco, Seberapa Kuat Menopang Harga?
| Kamis, 30 Juli 2026 | 08:35 WIB

Rally Saham INDY Ditopang Spekulasi Divestasi Kideco, Seberapa Kuat Menopang Harga?

Pasar mengapresiasi valuasi US$ 1 miliar sebagai premium dibandingkan estimasi nilai aset Kideco yang hanya sekitar US$ 639 juta.

Gairah Saham Bervaluasi Rendah, Mana yang Layak Ditadah?
| Kamis, 30 Juli 2026 | 08:33 WIB

Gairah Saham Bervaluasi Rendah, Mana yang Layak Ditadah?

Penguatan IDX Value30 dalam satu bulan terakhir lebih mencerminkan proses normalisasi valuasi setelah saham turun cukup dalam. 

Gairah Saham Valuasi Rendah
| Kamis, 30 Juli 2026 | 08:33 WIB

Gairah Saham Valuasi Rendah

Penguatan IDX Value30 dalam satu bulan terakhir lebih mencerminkan proses normalisasi valuasi setelah saham turun cukup dalam.

Bank Memacu Fee demi Jaga Profitabilitas
| Kamis, 30 Juli 2026 | 08:30 WIB

Bank Memacu Fee demi Jaga Profitabilitas

​Pendapatan fee menjadi andalan perbankan menjaga profitabilitas saat pendapatan bunga bersih tertekan.

Ekspansi FTTH, WIFI Pakai Dana Samurai Bond
| Kamis, 30 Juli 2026 | 08:29 WIB

Ekspansi FTTH, WIFI Pakai Dana Samurai Bond

PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) akan mengalokasikan dana hasil penerbitan Samurai Bond senilai JPY 21,4 miliar untuk memperluas jaringan FTTH

Margin Laba Perbankan Tertekan Biaya Dana Tinggi
| Kamis, 30 Juli 2026 | 08:24 WIB

Margin Laba Perbankan Tertekan Biaya Dana Tinggi

​Biaya dana tinggi menekan margin bunga bersih (NIM) perbankan, memaksa sejumlah bank memangkas target NIM tahun ini.

GOTO Kembali Mencatat Laba Bersih pada Semester Pertama
| Kamis, 30 Juli 2026 | 08:19 WIB

GOTO Kembali Mencatat Laba Bersih pada Semester Pertama

GOTO mengantongi laba bersih Rp 607,49 miliar pada semester I-2026, berbalik dari rugi bersih Rp 580,01 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Pasar Masih Menanti Arah Kebijakan Moneter BI, Simak Rekomendasi Hari Ini
| Kamis, 30 Juli 2026 | 08:15 WIB

Pasar Masih Menanti Arah Kebijakan Moneter BI, Simak Rekomendasi Hari Ini

Ketidakpastian ini masih dapat membatasi penguatan IHSG hingga pasar memperoleh kejelasan mengenai arah kebijakan moneter.

INDEKS BERITA

Terpopuler