Emiten Makanan Siap Menggenjot Kinerja

Kamis, 11 April 2019 | 07:03 WIB
Emiten Makanan Siap Menggenjot Kinerja
[]
Reporter: Krisantus de Rosari Binsasi | Editor: A.Herry Prasetyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hampir semua kinerja emiten produsen makanan membukukan kenaikan pendapatan dan laba bersih di 2018. Pertumbuhan tersebut diyakini berlanjut tahun ini.

Para emiten sudah menyusun ekspansi. PT Mayora Indah Tbk (MYOR) misalnya, tahun lalu mencetak pendapatan Rp 24,06 triliun, naik 16%. Laba bersihnya naik 8% jadi Rp 1,72 triliun.

Sekretaris Perusahaan Mayora Yuni Gunawan mengatakan, kenaikan kinerja MYOR lantaran penjualan ekspor. Pada tahun ini, Mayora akan menambah kapasitas produksi untuk memenuhi peningkatan permintaan.

Pendapatan Mayora tahun ini diharapkan bisa tumbuh 8% menjadi Rp 26 triliun dengan laba bersih tumbuh 5% jadi Rp 1,8 triliun. "Kami akan lakukan penambahan kapasitas ekspor terutama ke Rusia dan Vietnam, untuk produk kopi, biskuit, wafer dan permen," ujar Yuni, kemarin.

Tahun ini, perusahaan yang sahamnya merupakan anggota indeks Kompas100 ini akan mengincar pasar Afrika. Emiten in berharap kontribusi pendapatan ekspor dan domestik akan seimbang.

PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) juga yakin tahun ini penjualan akan naik 15% jadi Rp 9,26 triliun. Dian Astriana, Head of Corporate Communication Garudafood, mengatakan, untuk mencapai target tersebut, GOOD akan fokus pada pengembangan pasar domestik dan ekspor.

Garudafood bakal mengeluarkan produk baru serta memperkuat kanal distribusi domestik. Perusahaan ini juga akan meningkatkan penetrasi pasar di Asia.

Saat ini, Garudafood sudah mengekspor produknya ke lebih dari 20 negara, dengan fokus utama penjualan ke beberapa pasar Asia Tenggara, China dan India. Dian menuturkan, kontribusi pasar lokal Garudafood sekitar 95% dan sisanya dari pasar ekspor.

Sementara PT Campina Ice Cream Industry Tbk (CAMP) menargetkan kinerja tumbuh konservatif tahun ini. "Dengan melihat kondisi ekonomi dan persaingan di bisnis es krim yang masih cukup ketat, kami mematok pertumbuhan penjualan naik sekitar 7%," ungkap Adji Andjono, Direktur Pemasaran CAMP. Untuk mencapai target, CAMP akan merilis enam produk baru.

Bagikan

Berita Terbaru

Tekanan Jual Masih Kencang, IHSG Melemah 3,28% Dalam Sepekan
| Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:42 WIB

Tekanan Jual Masih Kencang, IHSG Melemah 3,28% Dalam Sepekan

Dalam sepekan, IHSG masih terkoreksi sebesar -3,28%. Selama sepekan ini, koreksi IHSG didominasi oleh tekanan jual yang relatif meningkat.

Valas Safe Haven Tertekan Indeks Dolar AS
| Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:30 WIB

Valas Safe Haven Tertekan Indeks Dolar AS

Di tengah penguatan indeks dolar AS (DXY), prospek JPY dan CHF berada di bawah bayang-bayang dominasi dolar AS. ​

Guyur Anak Usaha Rp 6,45 Triliun, Prospek EMAS Semakin Bernas
| Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:23 WIB

Guyur Anak Usaha Rp 6,45 Triliun, Prospek EMAS Semakin Bernas

Dana tersebut akan digunakan belanja modal (capex) dan belanja operasional (opex) PT Pani Industri Nusantara.

Strategi Bos Trisula Textile Industries (BELL):  Menakar Risiko Lewat Saham dan Emas
| Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:57 WIB

Strategi Bos Trisula Textile Industries (BELL): Menakar Risiko Lewat Saham dan Emas

Potensi keuntungan tetap menjadi pertimbangan, tetapi tingkat risiko dari instrumen yang dipilih juga perlu diperhatikan.​

Strategi Sido Muncul (SIDO) Menyehatkan Kinerja
| Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:43 WIB

Strategi Sido Muncul (SIDO) Menyehatkan Kinerja

Penjualan SIDO pada semester I-2026 turun sekitar 20% secara tahunan. Penjualan herbal dan suplemen turun 41% menjadi sekitar Rp 639 miliar.​

Bisnis Mobil Bekas Auksi MPMX Melandai, Ini Penyebabnya
| Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:29 WIB

Bisnis Mobil Bekas Auksi MPMX Melandai, Ini Penyebabnya

Kenaikan harga bahan bakar solar ternyata ikut memengaruhi minat konsumen terhadap mobil bekas bermesin diesel.

Reshuffle Lagi
| Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:10 WIB

Reshuffle Lagi

Kita berharap sistem demokrasi bisa kembali berjalan, kritik keras bukan dijawab dengan pemblokiran akun, tapi tanggapan yang lebih membangun.

Indikasi Fenomena Makan Tabungan Menguat Lagi
| Sabtu, 03 Oktober 2026 | 04:45 WIB

Indikasi Fenomena Makan Tabungan Menguat Lagi

Pertumbuhan simpanan nasabah dengan nominal di bawah Rp 100 juta yang melambat menjadi 4,7% secara tahunan pada Juli 2026

Bank Kecil Menjaga Laju Bisnis Kredit
| Sabtu, 03 Oktober 2026 | 04:30 WIB

Bank Kecil Menjaga Laju Bisnis Kredit

Bank kecil tetap ekspansif di tengah tekanan ekonomi.                                                    

Bensin Batubara dan Ujian Ekonomi Hilirisasi
| Sabtu, 03 Oktober 2026 | 04:18 WIB

Bensin Batubara dan Ujian Ekonomi Hilirisasi

Pabrik coal-to-liquids (CTL) memerlukan modal besar yang baru kembali setelah bertahun-tahun beroperasi.

INDEKS BERITA

Terpopuler