Emiten Seluler Memangkas Kuota dan Mengerek Harga, Risiko Perang Tarif Membayangi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja sektor telekomunikasi mulai memperlihatkan sinyal kebangkitan pada awal tahun 2026. Meski begitu, napas panjang dari tren pemulihan ini dinilai sangat bergantung pada konsistensi para operator seluler dalam menjaga disiplin harga, di tengah daya beli masyarakat yang masih rentan terjerembap.
Analis Indo Premier Sekuritas, Aurelia Barus dan Belva Monica, memproyeksikan rata-rata pendapatan per pengguna (average revenue per user/ARPU) industri seluler bakal melesat sekitar 1% secara kuartalan (quarter on quarter/QoQ) dan melejit 12% secara tahunan (year on year/YoY) pada kuartal I-2026. Kenaikan ARPU ini dipompa oleh pergeseran momentum Ramadan dan Lebaran, serta tren harga paket data yang perlahan stabil hingga merangkak naik.
