Erosi Kelas Menengah, Ancaman Middle Income Trap
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Langkah pemerintah menggapai cita-cita pertumbuhan ekonomi sebesar 6% hingga 8% berisiko semakin sulit. Pasalnya, jumlah kelas menengah Indonesia semakin sedikit.
Dalam laporan Mandiri Institute yang diolah dari data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kelas menengah turun dari 47,9 juta orang pada 2024 menjadi 46,7 juta orang pada 2025 alias berkurang sekitar 1,1 juta orang. Penurunan ini lebih dalam dibandingkan penurunan di tahun sebelumnya, 0,4 juta orang. Jumlah ini setara 16,6% dari total penduduk nasional.
