Fintech Geber Pembiayaan Produktif

Senin, 22 November 2021 | 05:30 WIB
Fintech Geber Pembiayaan Produktif
[]
Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri financial technology (fintech) lending belakangan reputasinya  tercoreng akibat maraknya pinjaman online (pinjol)  ilegal. Oleh karenanya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong fintech lending untuk lebih gencar menyalurkan pendanaan ke sektor produktif karena sektor ini minim pengaduan.

Kepala Departemen Pengawasan IKNB 2B OJK, Bambang W. Budiawan menyatakan,  jika pendanaan di sektor produktif ini terus meningkat, reputasi industri fintech lending akan menjadi lebih baik. Selain membantu pertumbuhan bisnis usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), bunga pendanaan di sektor produktif ini tidak terlalu tinggi.

 

“Pada sektor produktif ini bunganya tidak terlampau tinggi  karena keyakinan si lender ini adalah keyakinan pada bisnis model yang dibiayai melalui platform fintech ini. Juga, statisik mengatakan sektor produktif ini jarang pengaduan,” ujar Bambang, pekan lalu.

 

Jika menilik data OJK, penyaluran pinjaman fintech lending di sektor produktif telah berkontribusi  hingga 52,74% atau senilai Rp 61,06 triliun dari total penyaluran pinjaman. Padahal, di tahun 2020, porsinya hanya mencapai 38,95% dengan nilai Rp 28,98 triliun.

 

Ke depan, Bambang berharap fintech lending bisa bekerja sama dengan lembaga jasa keuangan lainnya seperti perbankan untuk menyalurkan kredit ke UMKM. Mengingat, perbankan memiliki kewajiban menyalurkan kredit ke UMKM minimal 20%.

 

Hanya saja, Bambang bilang pihaknya tidak bisa memaksa fintech lending agar hanya memberikan pendanaan ke sektor produktif.  

 

MauCash salah satu fintech lending telah mampu menyalurkan pinjaman produktif hingga mendekati 60% dari  total portofolio bisnis senilai Rp 1,2 triliun per Oktober 2021.

 

Porsi pinjaman produktif di MauCash tumbuh yang cukup signifikan. Bisa dilihat dari porsi produktif yang hanya 38% di tahun 2020 dengan nilai mencapai Rp 900 miliar.

 

"Kami terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai perusahaan dari berbagai sektor mulai dari barang konsumen, manufaktur hingga telekomunikasiujar Chief Marketing Officer MauCash Indra Suryawan, akhir pekan lalu.   

Bagikan

Berita Terbaru

Indonesia dan Singapura Saling Membutuhkan
| Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:25 WIB

Indonesia dan Singapura Saling Membutuhkan

Dalam hubungan bilateral dan pergaulan di kawasan, Indonesia dan Singapura sebenarnya saling bergantung dalam beberapa hal

Asing Bottom Fishing di Saham CPIN: Sinyal Rebound atau Sekadar Jebakan Value Trap?
| Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:19 WIB

Asing Bottom Fishing di Saham CPIN: Sinyal Rebound atau Sekadar Jebakan Value Trap?

Valuasi yang lebih murah belum tentu menjadi katalis positif jika realisasi kinerja tidak sesuai dengan ekspektasi pasar.

Rupiah Nyaris Tembus Rekor Terlemah, Ekonom Sebut BI Mulai Kehabisan Nafas
| Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:45 WIB

Rupiah Nyaris Tembus Rekor Terlemah, Ekonom Sebut BI Mulai Kehabisan Nafas

Otot rupiah yang terus mengendur hingga nyaris menuju 18.200 per dolar AS terhantam sentimen domestik dan global sekaligus 

Rupiah Masih Akan Tertekan pada Kamis (29/10)
| Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:30 WIB

Rupiah Masih Akan Tertekan pada Kamis (29/10)

Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (28/10).

Pemerintah Selektif, Penyerapan Lelang SUN Seret
| Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:15 WIB

Pemerintah Selektif, Penyerapan Lelang SUN Seret

 Penyerapan Surat Utang Negara (SUN) melalui lelang pada akhir Oktober 2026 lesu. Tekanan tecermin dalam lelang SUN pada 27 Oktober 2026.

Pengangguran Turun
| Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:03 WIB

Pengangguran Turun

Kenaikan jumlah pekerja belum tentu berbanding lurus dengan terciptanya kesejahteraan secara stabil.

Divestasi Bisnis Menjadi Penopang Unilever Indonesia Tbk (UNVR)
| Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Divestasi Bisnis Menjadi Penopang Unilever Indonesia Tbk (UNVR)

Kinerja PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) terangkat divestasi dan volume penjualan di tengah tekanan biaya bahan baku

Biaya Dana Multifinance Makin Tertekan
| Kamis, 29 Oktober 2026 | 05:30 WIB

Biaya Dana Multifinance Makin Tertekan

Kondisi ini berpotensi mendongkrak kupon obligasi korporasi dan biaya pinjaman bank, sehingga perusahaan pembiayaan perlu lebih selektif.

Berancang-ancang Menyambut TKDN EV 60% di Tahun Depan
| Kamis, 29 Oktober 2026 | 05:20 WIB

Berancang-ancang Menyambut TKDN EV 60% di Tahun Depan

Peningkatan TKDN menjadi salah satu upaya pemerintah memperkuat industri kendaraan listrik nasional, meningkatkan nilai tambah di dalam negeri,

Pembiayaan Produktif Pindar Masih Seret
| Kamis, 29 Oktober 2026 | 05:00 WIB

Pembiayaan Produktif Pindar Masih Seret

OJK mencatat, outstanding pembiayaan produktif pindar mencapai Rp 35,25 triliun per Juli 2026, dari total pembiayaan industri Rp 105,63 triliun.

INDEKS BERITA

Terpopuler