Fitch Afirmasi Peringkat Sinar Mas Multifinance di A-, Tapi Outlook Dipangkas

Selasa, 01 Oktober 2019 | 14:24 WIB
Fitch Afirmasi Peringkat Sinar Mas Multifinance di A-, Tapi Outlook Dipangkas
[ILUSTRASI. Logo Sinarmas]
Reporter: Narita Indrastiti | Editor: Narita Indrastiti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Fitch Ratings Indonesia mengafirmasi peringkat Nasional Jangka Panjang PT Sinar Mas Multifinance (SMMF) di A-(idn). Sementara itu, peringkat Nasional Jangka Pendek ditetapkan F2(idn). Namun, outlook perusahaan ini dipangkas dari stabil menjadi negatif. 

Peringkat nasional di kategori A menunjukkan ekspektasi akan resiko gagal bayar yang rendah relatif terhadap emiten atau surat utang lainnya di Indonesia.

Baca Juga: Sinar Mas sambut positif penundaan bea keluar untuk ekspor CPO 

Menurut Fitch, kekuatan Sinar Mas Multifinance tak lepas dari dukungan induknya, PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA). Perusahaan induk ini membawahi sektor jasa keuangan seperti bank, asuransi dan perusahaan pembiayaan. 

Asuransi Sinar Mas dan Bank Sinarmas berkontribusi sekitar 73% dari total aset SMMA di akhir Juni 2019. Nah, menurut Fitch, kontribusi Sinar Mas Multifinance cenderung kecil terhadap SMMA. Total aset dan modal dari Sinar Mas Multifinance hanya mewakili sekitar 7% dari keuangan konsolidasi SMMA di akhir Juni 2019.

Outlook negatif ini sejalan dengan prospek negatif Bank Sinarmas. Fitch juga menilai, akan ada penurunan kinerja lebih lanjut yang bisa mempengaruhi dukungan SMMA untuk Sinar Mas Multifinance. 

Profil kredit standalone Sinar Mas Multifinance juga lebih rendah yang merefleksikan franchise yang kecil, kualitas aset yang lemah dan profitabilitas yang rendah, namun diimbangi oleh permodalan dan profil pendanaan yang sedang.

Baca Juga: Sinar Mas Agro (SMAR) targetkan produksi tumbuh 5% tahun ini 

Hal ini juga tercermin dari pangsa pasar piutang yang dikelola hanya 1,3% dari seluruh industri di Indonesia pada akhir semester I 2019. Bisnis inti Sinar Mas Multifinance yakni pembiayaan kendaraan bekas yang menyumbang sekitar 60% dari piutang bersih. 

Namun, pangsa pasar di bisnis ini dinilai lebih berisiko dibandingkan pembiayaan kendaraan baru. Rasio pembiayaan macet stabil di 2,8%, sejalan dengan rata-rata industri, dibantu oleh tingginya penghapusan utang sebesar 4,2% dari piutang dikelola bersih. 

Tingkat pengembalian aset perusahaan sebesar 1%, jauh di bawah industri yang sebesar 3,7%, lantaran biaya pendanaan yang tinggi. Sementara itu, rasio utang per ekuitas sebesar 3 kali, lebih tinggi dari rata-rata industri 2,8 kali karena proporsi pendanaan yang lebih tinggi dari pinjaman bank dan penerbitan obligasi. 

Selama ini komposisi pendanaan Sinar Mas Multifinance terdiversifikasi dengan pembiayaan bank sekitar 43% diikuti oleh obligasi dan MTN (40%) dan pembiayaan bersama (17%) - termasuk dari Bank Sinarmas.

Bagikan

Berita Terbaru

Proyek PLTS 100 GWp Dikebut, KEEN, ITMG, dan DSSA Berpotensi Kecipratan Cuan
| Kamis, 24 September 2026 | 13:37 WIB

Proyek PLTS 100 GWp Dikebut, KEEN, ITMG, dan DSSA Berpotensi Kecipratan Cuan

Penunjukan langsung memiliki risiko terkait transparansi, kemampuan teknologi, kapasitas pendanaan, dan track record perusahaan yang ditunjuk. 

Menguji Daya Tahan Rally Saham POWR di Tengah Aksi Profit Taking
| Kamis, 24 September 2026 | 13:15 WIB

Menguji Daya Tahan Rally Saham POWR di Tengah Aksi Profit Taking

Sekitar 60% tambahan permintaan listrik dari pelanggan industri pada semester I-2026 berasal dari data center.

Bobby Gafur Jual Saham OASA, Sinyal Apa untuk Pasar?
| Kamis, 24 September 2026 | 13:00 WIB

Bobby Gafur Jual Saham OASA, Sinyal Apa untuk Pasar?

Sejauh ini kepemilikan Bobby Gafur masih berada di sekitar 32% dan ia masih mempertahankan posisi sebagai pengendali OASA.

Saham Emiten Terafiliasi Prajogo Pangestu Masih Menarik, Ini Katalis CUAN
| Kamis, 24 September 2026 | 12:00 WIB

Saham Emiten Terafiliasi Prajogo Pangestu Masih Menarik, Ini Katalis CUAN

Penguatan CUAN lebih banyak didorong oleh ekspektasi pertumbuhan fundamental, dan positioning investor terhadap ekosistem bisnis Prajogo Pangestu.

Potensi dan Risiko Pembentukan BUMN Tekstil Terhadap Emiten Sektor Tekstil
| Kamis, 24 September 2026 | 10:00 WIB

Potensi dan Risiko Pembentukan BUMN Tekstil Terhadap Emiten Sektor Tekstil

Bila BUMN masuk ke segmen yang sama dengan swasta dan memperoleh pembiayaan, lahan, hingga kontrak yang lebih mudah, risiko crowding out meningkat

Menyesap Harumnya Dividen, Mewaspadai Penurunan Harga
| Kamis, 24 September 2026 | 08:51 WIB

Menyesap Harumnya Dividen, Mewaspadai Penurunan Harga

Sejumlah emiten dari berbagai sektor akan mencatatkan cum dividen interim pada akhir bulan September 2026

Kredit Perbankan Melaju Kencang Agustus 2026
| Kamis, 24 September 2026 | 08:06 WIB

Kredit Perbankan Melaju Kencang Agustus 2026

Pertumbuhan kredit perbankan mencapai 13,65% pada Agustus 2026, tetapi ekspansinya masih belum merata antarbank dan segmen.

Kebijakan Insentif Bank Sentral Mulai Menurunkan Kepemilikan Bank di SBN
| Kamis, 24 September 2026 | 08:01 WIB

Kebijakan Insentif Bank Sentral Mulai Menurunkan Kepemilikan Bank di SBN

Penempatan dana perbankan pada SBN mulai menunjukkan penurunan menyusul implementasi insentif KLM Pendalaman Pasar Uang 

Laba Melompat, Kinerja Saham ADMR Jalan di Tempat
| Kamis, 24 September 2026 | 07:41 WIB

Laba Melompat, Kinerja Saham ADMR Jalan di Tempat

Meski meraih kinerja keuangan positif, harga saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) justru stagnan

Semakin Bergigi dengan Elektrifikasi
| Kamis, 24 September 2026 | 07:37 WIB

Semakin Bergigi dengan Elektrifikasi

Sejumlah emiten di sektor layanan transportasi mulai aktif mengoperasikan kendaraan listrik dan hibrid

INDEKS BERITA

Terpopuler