Freeport dan Perusahaan Afiliasi AKRA Teken Perjanjian Pengoperasian Pelabuhan Manyar

Senin, 06 September 2021 | 14:23 WIB
Freeport dan Perusahaan Afiliasi AKRA Teken Perjanjian Pengoperasian Pelabuhan Manyar
[ILUSTRASI. Petugas berjaga di pelabuhan yang berada di kawasan industri terpadu Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur, Selasa (8/5/2018). ANTARA FOTO/Umarul Faruq/aww/18.]
Reporter: Tedy Gumilar | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Berlian Manyar Sejahtera (BMS), perusahaan yang terafiliasi dengan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) dan PT Freeport Indonesia (PTFI) telah menandatangani perjanjian fasilitas Pelabuhan di pelabuhan laut JIIPE di Manyar, Gresik, Jawa Timur. 

Perjanjian pembangunan dan penggunaan Infrastruktur Berlian Manyar Sejahtera ditandatangani pada 3 September 2021. Perjanjian tersebut berlaku untuk jangka waktu 40 tahun. 

Lewat perjanjian itu, Berlian Manyar Sejahtera memberikan hak eksklusif kepada Freeport Indonesia untuk menggunakan dan mengakses infrastruktur Berlian Manyar Sejahtera, untuk mendukung pembangunan dan pengoperasian proyek smelter tembaga dan kilang logam mulia di KEK JIIPE Gresik.

“Kami telah mengambil langkah besar lainnya dalam mempererat hubungan antara JIIPE dan PTFI. Kami bekerja sama untuk memastikan penyelesaian proyek PTFI tepat waktu dan kelancaran operasi komersialnya," kata Direktur Utama AKRA, Bapak Haryanto Adikoesoemo,  dalam keterangan resminya, Senin (6/9).

Baca Juga: TOWR Akuisisi 90% Saham SUPR, Balapan Akuisisi dengan TBIG dan Mitratel Kian Sengit

PT Freeport Indonesia yang sedang membangun pabrik smelter tembaga dan logam mulia 1,7 juta metrik ton di Java Integrated and Industrial Port Estate (KEK JIIPE Gresik) bermaksud menggunakan fasilitas dermaga pelabuhan yang akan dibangun oleh BMS untuk bongkar muat barang PTFI secara eksklusif. Termasuk pemasangan peralatan untuk mendukung kegiatan bongkar muat kapal PTFI.

 

 

Freeport sedang membangun smelter dan kilang tembaga (CSR) serta infrastruktur pendukung termasuk listrik, oksigen, air dan pengolahan limbah, jalur konveyor dan pipa serta dermaga PTFI, untuk memproses konsentrat tembaga dan menghasilkan katoda tembaga juga produk sampingannya. 

Kilang logam mulia Freeport yang akan dibangun harus mengolah anoda slime yang dihasilkan CSR sebagai produk sampingan dari pengolahan konsentrat tembaga.

Untuk mendukung pengoperasian fasilitas tersebut Berlian Manyar Sejahtera akan membangun struktur dermaga untuk PTFI, yang di antaranya terdiri dari jetty, piers, trestle, bridge dan seawater intake building pada area reklamasi Berlian Manyar Sejahtera yang telah selesai dibangun. 

BMS juga harus mengoperasikan Dermaga PTFI untuk menangani semua kapal PTFI untuk Proyek Smelter.

Baca Juga: Buana Lintas Lautan (BULL) Akan Merilis Obligasi US$ 400 Juta untuk Melunasi Utang

Sebelumnya, PTFI pada tanggal 27 Agustus 2021 telah menandatangani perjanjian sewa tanah selama 80 tahun untuk pembangunan smelter tembaga dan pemurnian logam mulia serta infrastruktur pendukung dan fasilitas terkait di KEK JIIPE.

KEK JIIPE Gresik, Jawa Timur adalah perusahaan patungan antara AKRA dan Pelindo III dan merupakan salah satu Kemitraan Pemerintah - Swasta di Indonesia. 

Dibangun dengan luas total 3.000 ha yang terdiri dari kawasan industri 1.761 ha, pelabuhan dalam 400 ha, dan kawasan hunian modern seluas 800 ha.

Pelabuhan yang JIIPE miliki merupakan yang terdalam di Jawa Timur dengan draft -16 LWS, memiliki 4 dermaga multifungsi dengan tambatan 6.200 meter, yang diharapkan mampu melayani kapal-kapal besar dengan muatan lebih dari 100.000 DWT. 

Akses laut, jalan tol, dan kereta api menghubungkan JIIPE dengan pasar internasional dan domestik.

Selanjutnya: Muktar Widjaja Kembali Borong Saham DMAS Hampir Rp 1 Miliar, Potential Loss Menipis

 

Bagikan

Berita Terbaru

Purbaya Harus Tahu, Yield SBN Tinggi Akibat Risiko Investasi & Disiplin Fiskal Kendor
| Senin, 30 Maret 2026 | 11:19 WIB

Purbaya Harus Tahu, Yield SBN Tinggi Akibat Risiko Investasi & Disiplin Fiskal Kendor

Tingginya yield SBN menandakan harga obligasi sedang turun dan persepsi risiko dalam negeri  meningkat.

Menimbang Investasi dan Risiko Geopolitik
| Senin, 30 Maret 2026 | 10:48 WIB

Menimbang Investasi dan Risiko Geopolitik

Melihat kecenderungan ini, sudah saatnya politik dan geopolitik menjadi salah satu pertimbangan bisnis keberlanjutan. 

Sinyal Bahaya Mengintai! Efek Jeda Suku Bunga BI 4,75% Berpotensi Menjerat Laba Bank
| Senin, 30 Maret 2026 | 09:15 WIB

Sinyal Bahaya Mengintai! Efek Jeda Suku Bunga BI 4,75% Berpotensi Menjerat Laba Bank

Masyarakat cenderung makin berhati-hati dalam mengambil komitmen pembiayaan jangka panjang, seperti KPR dan KKB.

Perluas Segmen OEM dan Baterai EV, Cek Rekomendasi dan Target Harga Saham DRMA
| Senin, 30 Maret 2026 | 08:30 WIB

Perluas Segmen OEM dan Baterai EV, Cek Rekomendasi dan Target Harga Saham DRMA

Mandiri Sekuritas memproyeksikan laba bersih 2026 DRMA bakal terbang sekitar 23,46% menjadi di kisaran Rp 805 miliar.

Menengok Potensi Sektor Saham di Kuartal Kedua
| Senin, 30 Maret 2026 | 08:03 WIB

Menengok Potensi Sektor Saham di Kuartal Kedua

Memasuki kuartal II-2026, pundak investor dalam negeri menanggung sentimen negatif. Sentimen apa saja yang harus diawasi market?

Saham BRMS Mulai Bangkit, Disengat Aksi Borong Blackrock, Vanguard Hingga Manulife
| Senin, 30 Maret 2026 | 08:00 WIB

Saham BRMS Mulai Bangkit, Disengat Aksi Borong Blackrock, Vanguard Hingga Manulife

Laba bersih PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) pada 2026 diperkirakan mampu melonjak ke angka US$ 94 juta.

Tekanan Jual, Rupiah Loyo dan Sentimen Global, Berikut Proyeksi IHSG Hari Ini
| Senin, 30 Maret 2026 | 07:43 WIB

Tekanan Jual, Rupiah Loyo dan Sentimen Global, Berikut Proyeksi IHSG Hari Ini

Kenaikan harga minyak mentah dan gas alam menjadi sentimen negatif, di tengah kekhawatiran  supply serta dampak kenaikan harga energi ke inflasi

Harga Batubara Membara! Asing Guyur Ratusan Miliar ke Saham AADI, BUMI, ITMG dan PTBA
| Senin, 30 Maret 2026 | 07:30 WIB

Harga Batubara Membara! Asing Guyur Ratusan Miliar ke Saham AADI, BUMI, ITMG dan PTBA

Harga batubara menguat tajam di atas US$ 140 per ton pada Jumat pekan lalu, mendekati level tertingginya sejak Oktober 2024.

Awal Pekan: Persepsi Risiko Jelek, Rupiah Jeblok, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Senin, 30 Maret 2026 | 07:22 WIB

Awal Pekan: Persepsi Risiko Jelek, Rupiah Jeblok, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Dari faktor domestik, persepsi terhadap risiko fiskal, kenaikan CDS dan tekanan terhadap nilai tukar rupiah menjadi pemberat bursa saham.

Gadai Ramai, Kredit Tetap Landai
| Senin, 30 Maret 2026 | 07:12 WIB

Gadai Ramai, Kredit Tetap Landai

Permintaan gadai naik untuk memenuhi kebutuhan saat Ramadan dan Lebaran.                                 

INDEKS BERITA

Terpopuler