Friderica Widyasari Dewi, Calon Kuat Direktur Utama Danareksa Sekuritas

Senin, 11 November 2019 | 16:16 WIB
Friderica Widyasari Dewi, Calon Kuat Direktur Utama Danareksa Sekuritas
[ILUSTRASI. Friderica Widyasari Dewi Foto: Dok.KSEI]
Reporter: Yuwono Triatmodjo | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Usai menjabat Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), sosok Friderica Widyasari Dewi belakangan memang jarang muncul ke publik. Namun wanita yang akrab dipanggil Kiki itu, kabarnya bakal menduduki posisi direktur utama di perusahaan sekuritas pelat merah.

Sumber KONTAN menyebutkan, Friderica Widyasari Dewi dicalonkan sebagai Direktur Utama Danareksa Sekuritas. "Friderica merupakan calon terkuat sebagai direktur utama Danareksa Sekuritas," ujar sumber KONTAN, Jumat (8/11).

Saat ini, Budi Sutanto menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Danareksa Sekuritas. Danareksa Sekuritas sendiri saat ini merupakan anak perusahaan dari PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) sejak tahun lalu.

Saat dihubungi KONTAN, Friderica tidak membantah kabar tersebut. Saat dimintai komentarnya, wanita cantik peraih gelar doktor Universitas Gadjah Mada (UGM) ini masih enggan membeberkannya.

"Belum berani komentar. Masih harus fit and proper test dahulu," tutur Friderica kepada KONTAN, Senin (11/11).

Sekadar catatan, perjalanan karier Friderica di dunia keuangan dimulai pasca dia menamatkan pendidikan pasca sarjana di California State University of Fresno Amerika Serikat. Penyandang gelar master of business administration itu bekerja di PT Bursa Efek Indonesia (BEI).

Friderica tercatat menjabat Kepala Divisi Komunikasi Perusahaan BEI periode 2006-2007. Selanjutnya pada periode 2007-2009, dia menempati posisi Sekretaris Perusahaan BEI.

Karier Friderica terus menanjak, hingga menjabat posisi Direktur BEI di era tahun 2009-2015. Kariernya berlanjut menjadi Direktur KSEI tahun 2015-2016 dan Direktur Utama KSEI periode 2016-2019.

Bagikan

Berita Terbaru

Poultry Bersinar di Awal Tahun, Akankah Bertahan Hingga Akhir 2026?
| Selasa, 31 Maret 2026 | 07:06 WIB

Poultry Bersinar di Awal Tahun, Akankah Bertahan Hingga Akhir 2026?

Laba dua emiten besar sektor ini, yakni CPIN dan JPFA, berpotensi melampaui ekspektasi pasar pada awal tahun.

Kinerja BLOG Ditopang Bisnis Logistik Cold Chain
| Selasa, 31 Maret 2026 | 06:49 WIB

Kinerja BLOG Ditopang Bisnis Logistik Cold Chain

Mengutip laporan keuangan perusahaan, BLOG mencatat pendapatan sebesar Rp 1,33 triliun, meningkat 23% dibandingkan tahun sebelumnya.

Pertamina Memacu Produksi Sumur Existing
| Selasa, 31 Maret 2026 | 06:45 WIB

Pertamina Memacu Produksi Sumur Existing

Upaya ini dilakukan untuk menahan laju penurunan alami produksi sekaligus menjaga kontribusi terhadap ketahanan energi nasional.

Industri Hilir Nikel Hadapi Tekanan Ganda
| Selasa, 31 Maret 2026 | 06:41 WIB

Industri Hilir Nikel Hadapi Tekanan Ganda

pemerintah akan mencari pemasukan tambahan bagi negara, salah satunya dari komoditas nikel yang bakal dikenakan pajak ekspor.

 Pemerintah Menahan Harga BBM Bersubsidi
| Selasa, 31 Maret 2026 | 06:38 WIB

Pemerintah Menahan Harga BBM Bersubsidi

Pemerintah tidak menaikkan harga BBM subsidi untuk menjaga beli masyarakat yang bisa mengerek inflasi akibat kenaikan harga barang

Mewaspadai Kenaikan Harga BBM
| Selasa, 31 Maret 2026 | 06:33 WIB

Mewaspadai Kenaikan Harga BBM

Hanya BBM nonsubsidi yang mungkin mengalami perubahan harga pada awal April 2026 lantaran lonjakan harga minyak dunia

Bulan Ramadan Tak Kuat Mendongkrak Daya Beli
| Selasa, 31 Maret 2026 | 06:30 WIB

Bulan Ramadan Tak Kuat Mendongkrak Daya Beli

​Daya beli masyarakat Indonesia melemah, pertumbuhan kredit konsumsi melambat meski terdorong momentum Ramadan.

Neraca Perdagangan Masih Akan Mencatat Surplus
| Selasa, 31 Maret 2026 | 06:25 WIB

Neraca Perdagangan Masih Akan Mencatat Surplus

Neraca perdagangan Februari 2026 diperkirakan kembali mencatat surplus meski pertumbuhan impor lebih tinggi dari ekspor

Likuiditas Berlebih, Dana Bank Kian Masif Berlabuh ke Surat Berharga
| Selasa, 31 Maret 2026 | 06:15 WIB

Likuiditas Berlebih, Dana Bank Kian Masif Berlabuh ke Surat Berharga

​Likuiditas masih longgar, bank besar lebih agresif menempatkan dana di obligasi saat kredit melambat.

Rupiah Tembus 17.000 per Dolar AS, Pemerintah Bertanggung Jawab Jaga Fiskal
| Selasa, 31 Maret 2026 | 06:15 WIB

Rupiah Tembus 17.000 per Dolar AS, Pemerintah Bertanggung Jawab Jaga Fiskal

Bukan cuma likuiditas, program prioritas pemerintah turut jadi beban berat bagi rupiah. Siapa yang harus bertanggung jawab? Baca selengkapnya.

INDEKS BERITA

Terpopuler