GCG dan Pemandu Arah di Tengah Gejolak
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Risiko bisnis kini jarang datang satu per satu. Gejolak geopolitik dapat menaikkan harga energi, menekan margin dan arus kas, lalu merambat menjadi risiko likuiditas, reputasi, bahkan akses pendanaan. Dalam situasi ini, governansi perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG) tidak cukup diperlakukan sebagai daftar kewajiban administratif.
Kepatuhan hukum tetap menjadi fondasi minimum, tetapi belum tentu membuat perusahaan siap menghadapi guncangan. Resiliensi lahir dari governansi yang substantif: integritas, governansi risiko, pengendalian internal, transparansi, dan kepemimpinan dewan yang efektif. GCG harus menjadi sistem yang membantu perusahaan tetap tangguh, dipercaya, dan mampu menciptakan nilai.
